Baru 14 Lokasi yang Penuhi Ketentuan, Pemkot Yogyakarta Pacu Penambahan Tempat Khusus Merokok di Malioboro

Bagikan :
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo/Foto: Pemkot Yogyakarta

KABARJAWA – Pemerintah Kota Yogyakarta terus memacu penyediaan Tempat Khusus Merokok (TKM) di kawasan Malioboro.

Hingga awal Juli 2025 ini, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mencatat baru ada 14 TKM yang memenuhi ketentuan dari total 22 titik yang tersedia di Malioboro.

Tempat Khusus Merokok di Malioboro

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengakui penyediaan TKM di Malioboro tidak mudah. Hasto menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengelola Plaza Malioboro yang telah menyediakan TKM di beberapa titik strategis.

“Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman pengusaha. Terima kasih sudah menyediakan tempat merokok di Hotel Malyabhara dan Plaza Malioboro. Saya sudah cek, bagus tempatnya,” kata Hasto saat peluncuran TKM di Plaza Malioboro, Rabu (2/7/2025).

Hasto menegaskan Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen menegakkan aturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Malioboro.

Pemkot Yogyakarta menambahkan TKM sebagai ruang khusus agar para perokok tetap memiliki tempat tanpa mengganggu masyarakat yang tidak merokok.

“Saya masih menemukan banyak sampah puntung rokok di Malioboro. Itu artinya perokok masih banyak di area pedestrian. Mereka bisa mengganggu pengunjung lain, ibu hamil, anak-anak. Jadi kalau mau melarang, kita harus memastikan dulu tempat merokoknya tersedia dengan baik,” terang Hasto.

Baca juga  Gunungkidul Luncurkan Aplikasi Wasgitel, Pengawasan Digital untuk Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

6 TKM Baru

Pemkot Yogyakarta meluncurkan enam TKM baru di Plaza Malioboro. Lokasi TKM tersebar di enam tenant Plaza Malioboro. Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mencatat TKM lain berada di halaman sisi utara Plaza Malioboro, lantai 3 Pasar Beringharjo, beberapa restoran dan kafe di Jalan Malioboro seperti Burger King, Solaria, Starbucks Malioboro, Teras Malioboro Ketandan, Teras Malioboro Beskalan, serta Benteng Vredeburg.

Hasto menegaskan pihaknya akan terus menambah jumlah TKM di Malioboro. Pemkot Yogyakarta meminta Dinas Kesehatan, Dinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata, dan dinas terkait lainnya memetakan lokasi tambahan TKM di sisi barat Malioboro.

“Kami akan menambah petugas pengawas penerapan KTR di Malioboro. Terkait sanksi yustisi bagi perokok yang melanggar akan kami terapkan secara bertahap. Fasilitas dan sanksi itu harus seimbang. Kalau fasilitas sudah memadai, sanksi akan lebih keras. Tapi kalau belum cukup, kami akan berhati-hati dulu. Dua minggu ini kami akan menggodok persiapan itu,” papar Hasto.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani menegaskan pihaknya akan memonitor dan mengevaluasi seluruh TKM di Malioboro.

Baca juga  Gerakan MAS JOS, Strategi Pemkot Yogyakarta Kurangi Sampah Hingga 190 Ton

Emma menyatakan dari total 22 TKM, hanya 14 yang memenuhi ketentuan. Pihaknya akan mengupayakan penambahan TKM dan melakukan pembenahan pada lokasi yang belum memenuhi syarat.

Syarat TKM

Emma menjelaskan TKM harus berada di tempat terbuka yang langsung terhubung dengan udara bebas, bukan di jalur lalu lalang orang, dan tidak berada di area pintu masuk atau keluar gedung. TKM juga wajib memiliki penanda jelas.

“Tempat khusus merokok itu harus terbuka langsung dengan udara, bukan di jalur orang berjalan, dan bukan di pintu masuk keluar gedung. Harus ada penanda tempat khusus merokok,” tegas Emma.

General Manager Cluster Plaza Ambarrukmo dan Plaza Malioboro Surya Ananta mengungkapkan pengelola Plaza Malioboro bekerja sama dengan tenant dalam menyediakan TKM. Pengelola juga mengimbau tenant untuk menjaga kebersihan dan keamanan TKM Plaza Malioboro.

“Lokasi TKM Plaza Malioboro sebagian berada di balkon lantai 1. Pengunjung bisa melihat kawasan Malioboro dari atas. Saat ada pertunjukan di Jalan Malioboro, balkon ini menjadi titik favorit. Kami pastikan area merokok tetap bersih dan nyaman,” ujar Surya. (ef linangkung)

Baca juga  Monyet Liar Gegerkan Warga Ploso Sentolo Kulon Progo, Muncul Tiba-Tiba di Permukiman saat Pagi Hari

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid