TPR Pantai Selatan Gunungkidul Mulai Dibangun, Proyek Rp2,6 Miliar Ini Ubah Wajah Akses Wisata Tepus

Bagikan :
Ilustrasi TPR Pantai Selatan Gunungkidul/Foto: ChatGPT

KabarJawa.com– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akhirnya memulai langkah konkret dalam menata akses menuju kawasan wisata pantai selatan.

Melalui pembangunan Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) di Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, proyek ini menjadi pintu awal perubahan wajah pariwisata di wilayah pesisir yang selama ini terus berkembang pesat.

Dengan total anggaran mencapai Rp2,6 miliar, proyek ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan wisata dan tata kelola destinasi unggulan.

Pembangunan TPR Pantai Selatan Gunungkidul Tahap Awal

Pada tahun 2026, pemerintah mulai merealisasikan pembangunan tahap pertama dengan alokasi dana sebesar Rp770 juta.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Nanang Putranto, menegaskan bahwa proyek ini telah dirancang secara matang melalui Detail Engineering Design (DED).

Nanang menyebutkan bahwa kebutuhan anggaran secara keseluruhan mencapai Rp2,6 miliar, namun pemerintah memprioritaskan pembangunan bertahap agar fungsi utama TPR dapat segera berjalan.

“Kami merancang proyek ini berdasarkan DED dengan total kebutuhan sekitar Rp2,6 miliar. Untuk tahap awal, kami mengalokasikan Rp770 juta agar fungsi dasar bisa segera dimanfaatkan,” ujarnya.

Baca juga  Lawan Isu Kesehatan Mental Remaja, DIY Siapkan Sarasehan Resiliensi Berbasis Budaya 2–3 Mei 2026 di Taman Budaya Embung Giwangan

Pemerintah langsung mengarahkan pembangunan tahap awal pada fasilitas inti berupa kantor operasional dan pos TPR. Langkah ini memungkinkan sistem penarikan retribusi segera berjalan, sekaligus mendukung pengelolaan wisata yang lebih tertib dan terstruktur.

Pada perencanaan awal, pemerintah menargetkan pembangunan dua titik TPR.

  1. Kalurahan Tepus
  2. Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) wilayah Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari.

Namun, pemerintah memutuskan untuk memfokuskan realisasi tahun ini di Tepus. Keputusan ini mempertimbangkan kesiapan lokasi serta urgensi penataan akses di kawasan tersebut yang menjadi salah satu gerbang utama menuju deretan pantai selatan Gunungkidul.

Dengan fokus tersebut, pemerintah berharap proses pembangunan berjalan lebih efektif tanpa mengorbankan kualitas hasil akhir.

Bukan Sekadar Pos Retribusi, Ini Kawasan Terpadu

Nanang menegaskan bahwa pembangunan TPR ini tidak hanya menghadirkan pos penarikan retribusi. Pemerintah juga merancang kawasan ini sebagai titik layanan terpadu bagi wisatawan.

Sejumlah fasilitas penunjang akan dibangun secara bertahap, mulai dari kantor operasional, toilet umum, tempat ibadah, taman, hingga area istirahat. Fasilitas ini meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus memperkuat citra destinasi wisata yang ramah dan tertata.

Baca juga  PAD Wisata Gunungkidul Melejit, DPRD Desak Target Dinaikkan Jadi Rp40 Miliar

Dengan konsep tersebut, TPR menjadi ruang singgah yang memberi pengalaman awal bagi wisatawan sebelum memasuki kawasan pantai.

Di balik ambisi besar tersebut, proyek ini juga menghadapi tantangan teknis. Kondisi lahan yang belum rata memaksa pemerintah melakukan proses pemerataan terlebih dahulu sebelum pembangunan utama berjalan optimal.

Faktor ini turut memengaruhi besaran anggaran serta durasi pengerjaan. Meski demikian, pemerintah tetap optimistis proyek dapat diselesaikan dalam dua tahap sesuai rencana.

“Kontur lahan menjadi salah satu tantangan karena perlu diratakan terlebih dahulu. Namun, kami tetap menargetkan pembangunan bisa selesai dalam dua tahap,” jelas Nanang.

Pembangunan TPR di Tepus menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam mengoptimalkan potensi wisata pantai selatan yang terus menarik minat wisatawan.

Dengan sistem retribusi lebih tertata dan fasilitas yang memadai, pemerintah berharap mampu meningkatkan pendapatan daerah sekaligus memberikan pengalaman wisata lebih nyaman, aman, dan profesional.

Langkah ini sekaligus menandai babak baru dalam pengelolaan destinasi wisata Gunungkidul, dari sekadar keindahan alam, menuju tata kelola modern yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. (ef linangkung)

Baca juga  BPBD Gunungkidul Siaga Kemarau Panjang 2026: 7,5 Juta Liter Air Disiapkan, Ancaman El Nino Mengintai hingga November

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid