Lawan Isu Kesehatan Mental Remaja, DIY Siapkan Sarasehan Resiliensi Berbasis Budaya 2–3 Mei 2026 di Taman Budaya Embung Giwangan

Bagikan :
Dokumentasi audiensi PPDK Kemuning Kembar dengan KGPAA Paku Alam X di Kepatihan Yogyakarta. (Ist)

KabarJawa.com – Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), KGPAA Paku Alam X, menekankan pentingnya transformasi pendekatan dalam pendidikan berbasis budaya agar lebih relevan dengan perkembangan zaman.

Hal tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Pusat Pengembangan Diri & Komunitas (PPDK) Kemuning Kembar Parama Witatama di Gedhong Pare Anom, Kompleks Kepatihan, pada Jumat (17/4/2026).

Sri Paduka menyatakan bahwa Yogyakarta memiliki fondasi budaya lokal yang kuat sebagai basis pendidikan karakter.

Nilai-nilai seperti Tut Wuri Handayani dinilai masih sangat kontekstual untuk menjawab tantangan masa depan tanpa harus mengadopsi teori dari luar secara berlebihan.

“DIY memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Kita tidak perlu mencari teori ke mana-mana, karena kita sudah memiliki dasar yang kuat dari budaya kita sendiri,” ujar Sri Paduka dalam pertemuan tersebut.

Pendekatan Adaptif dan Sederhana bagi Anak

Meski memiliki dasar yang kuat, Sri Paduka mengingatkan bahwa metode penyampaian nilai-nilai budaya harus disesuaikan dengan karakteristik generasi muda saat ini.

Ia menekankan bahwa pendidikan tidak boleh hanya bersifat teoritis, melainkan harus hadir dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak sebagai subyek pendidikan.

Baca juga  Tutupan Vegetasi DIY Menyusut 9.000 Hektare, Menteri LHK Siap Turunkan Tim Pengawasan

Dalam pandangannya, anak-anak belajar melalui pengalaman langsung dan pengamatan terhadap lingkungan sekitar.

Ia merujuk pada kearifan lokal Jawa, seperti penggunaan media wayang, tembang, dan cerita rakyat, sebagai instrumen pembelajaran efektif yang telah dipraktikkan sejak dahulu.

“Pendekatan harus disederhanakan. Anak harus menjadi subyek, bukan obyek. Yang terpenting adalah bagaimana nilai itu bisa mereka pahami dan praktikkan,” tegasnya.

Sri Paduka menambahkan bahwa dalam proses belajar anak, prinsip seeing is believing menjadi faktor kunci masuknya nilai-nilai secara alami.

Lingkungan Keluarga dan Tantangan Kesehatan Mental

Selain metode pengajaran, peran lingkungan rumah dan masyarakat turut menjadi sorotan utama. Sri Paduka menilai keluarga memiliki pengaruh terbesar dalam pembentukan karakter.

Pola asuh yang kurang tepat dikhawatirkan dapat berdampak pada penurunan rasa percaya diri serta daya juang anak.

Pihak pemerintah juga menaruh perhatian pada fenomena peningkatan persoalan kesehatan mental di kalangan anak dan remaja saat ini.

Kondisi tersebut dinilai membutuhkan penanganan kolektif dari berbagai elemen masyarakat guna memastikan perkembangan mental generasi muda tetap terjaga.

Baca juga  Pemeriksaan Kesehatan Mental dan Fisik Gratis di 2025, Siapa Saja yang Bisa Mendapatkan?

Rencana Strategis dan Sarasehan Nasional

Merespons arahan tersebut, PPDK Kemuning Kembar Parama Witatama berencana menyelenggarakan Sarasehan Nasional Resiliensi Berbasis Budaya pada 2–3 Mei mendatang di Taman Budaya Embung Giwangan.

Forum ini bertujuan membahas isu kesehatan mental, pendidikan, dan karakter melalui perspektif kearifan lokal.

Pimpinan PPDK Kemuning Kembar, Indria Laksmi Gamayanti, menjelaskan bahwa sarasehan ini akan menghubungkan praktik budaya dengan kajian psikologi perkembangan.

Fokus utamanya adalah membangun ketahanan mental (resiliensi) melalui model pendidikan tradisi yang dimiliki Indonesia.

“Selama ini kita sering lupa bahwa Indonesia memiliki banyak model pendidikan berbasis tradisi yang diwariskan secara turun-temurun,” ungkap Gamayanti.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir solusi praktis yang dapat diimplementasikan langsung dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan pesan Wakil Gubernur DIY untuk mengedepankan implementasi nilai budaya.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid