TPA Wukirsari Gunungkidul Overload, DLH Siapkan Transformasi ke RDF untuk Energi Terbarukan Target Operasional 2029

Bagikan :
Ilustrasi TPA Wukirsari Gunungkidul Overload/Foto: ChatGPT

KabarJawa.com– Gunungkidul menghadapi persoalan serius dalam pengelolaan sampah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Edy Basuki, menegaskan bahwa kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wukirsari saat ini telah mengalami overload.

Situasi ini memaksa pemerintah daerah segera melakukan transformasi besar dalam sistem pengolahan sampah, dari metode lama menuju teknologi yang lebih modern dan berkelanjutan.

Teknik Pembuangan TPA Wukirsari Gunungkidul

Edy Basuki menjelaskan bahwa selama ini TPA Wukirsari masih menggunakan teknik open dumping, yaitu metode pembuangan sampah terbuka tanpa pengolahan optimal.

Metode ini tidak hanya mempercepat penumpukan sampah, tetapi juga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.

Oleh karena itu, DLH Gunungkidul mendorong perubahan menuju sistem Refuse Derived Fuel (RDF), yang mampu mengolah sampah menjadi sumber energi terbarukan.

Transformasi ini tidak sekadar wacana. Pemerintah telah mulai memproses pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis RDF.

Dalam sistem ini, petugas akan melakukan pemilahan sampah secara terstruktur sebelum mengolahnya menjadi bahan bakar alternatif.

Hasil pengolahan tersebut nantinya akan disalurkan ke industri, khususnya pabrik semen, sebagai substitusi bahan bakar fosil.

Baca juga  Bantul Evaluasi Program Penurunan Angka Stunting dan Padat Karya 2025, Dorong Transparansi dan Partisipasi Masyarakat

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan nilai ekonominya.

Dengan sistem RDF, sampah tidak lagi menjadi beban, melainkan berubah menjadi sumber daya yang bermanfaat.

Namun, perubahan ini juga membawa konsekuensi sosial yang tidak sederhana. Edy Basuki menegaskan bahwa dalam konsep TPST RDF ke depan, tidak akan ada lagi aktivitas pemulung di area pengolahan.

Solusi untuk Pemulung

Kebijakan ini menuntut pemerintah untuk segera merumuskan solusi bagi para pemulung yang selama ini bergantung pada aktivitas di TPA.

Pemerintah daerah kini tengah mengkaji langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan ekonomi kelompok tersebut tanpa mengganggu sistem pengolahan modern.

Secara fisik, pemerintah juga telah memetakan lokasi pengembangan TPST RDF. Area yang direncanakan berada di sebelah selatan TPA yang ada saat ini.

Luas lahan yang disiapkan mencapai 4,5 hektare, sementara total luas TPA Wukirsari saat ini sekitar 5 hektare.

“Pengembangan ini diharapkan mampu mengatasi keterbatasan kapasitas yang selama ini menjadi masalah utama, ” ujarnya.

Baca juga  Ngebut, Remaja Asal Semin Tabrak Simbah di Jalan Baru Playen–Gedangsari

Edy Basuki menyebutkan bahwa proyek ini menargetkan mulai beroperasi secara penuh pada tahun 2029.

Target tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk beralih ke sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

Dari sisi kelembagaan, pengelolaan TPST RDF nantinya masih berada di bawah Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Meski demikian, pemerintah membuka peluang untuk mengembangkan skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di masa mendatang.

Pembahasan mengenai perubahan status pengelolaan ini akan berjalan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan sistem.

Transformasi TPA Wukirsari menjadi fasilitas berbasis RDF menjadi titik balik penting bagi Gunungkidul dalam menghadapi krisis sampah.

Dengan pendekatan teknologi dan manajemen lebih modern, pemerintah berharap dapat menciptakan sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya