
KabarJawa.com – Pemerintah Kota Yogyakarta merampungkan revitalisasi Pasar Terban dan resmi mengoperasikannya pada 10 Januari 2026.
Pasar tradisional yang selama puluhan tahun menjadi pusat aktivitas ekonomi warga itu kini menempati bangunan baru berlantai tiga hasil proyek revitalisasi dengan nilai anggaran Rp55,9 miliar dari pemerintah pusat.
Bangunan baru Pasar Terban menampilkan penataan kios yang lebih rapi, lorong yang lebih lebar, serta sistem sirkulasi udara yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan.
Para pedagang kembali menempati kios masing-masing dan mulai menghidupkan aktivitas jual beli setelah sebelumnya direlokasi selama proses pembangunan berlangsung.
Revitalisasi ini diharapkan menjadi titik awal pemulihan ekonomi pedagang kecil yang sempat terdampak selama pembangunan.
Sejumlah pedagang menyatakan optimistis pasar dengan wajah baru dapat menarik kembali pengunjung dan meningkatkan perputaran transaksi.
Namun, setelah pasar mulai beroperasi, muncul berbagai keluhan terkait desain bangunan. Gedung tiga lantai tersebut tidak dilengkapi eskalator maupun lift. Kondisi ini dinilai menyulitkan mobilitas pedagang dan pengunjung, terutama bagi mereka yang beraktivitas di lantai atas.
Pedagang Lantai Atas Harus Naik Turun Tangga
Keluhan terutama disampaikan pedagang kuliner yang menempati lantai tiga. Mereka harus bolak-balik menuruni dan menaiki tangga manual untuk melayani pembeli yang sebagian besar berada di lantai dasar.
“Kaki saya sampai sakit kalau malam. Pelanggan saya kebanyakan di bawah, jadi saya harus bolak-balik naik tangga,” ujar Nanik, salah satu pedagang kuliner di Pasar Terban.
Ia menyebut telah membeli troli untuk membantu mengangkut barang, namun alat tersebut tidak dapat digunakan karena desain tangga yang curam.
Ketiadaan eskalator atau lift, menurutnya, menjadi kendala serius, terutama bagi pedagang lanjut usia yang masih aktif berdagang.
Aroma dari Lantai Dasar Mengganggu Area Pujasera
Masalah lain berkaitan dengan sistem ventilasi. Aktivitas pemotongan unggas di lantai dasar menimbulkan bau yang tercium hingga ke area pujasera di lantai atas. Aroma tersebut menyebar melalui ruang void tengah yang terbuka di antara lantai.
Pantauan di lokasi menunjukkan ruang tersebut berfungsi sebagai jalur naiknya udara dari bawah ke seluruh lantai. Kondisi ini membuat pengunjung yang sedang makan di lantai atas merasa terganggu.
“Kalau orang sedang makan tentu terganggu. Bau dari bawah naik semua,” kata Kristianti, pedagang kuliner lainnya.
Ia menyebut rencana penutupan sebagian ventilasi dengan mika bening masih sebatas wacana dan belum direalisasikan. Para pedagang khawatir kondisi ini akan mengurangi minat pengunjung untuk naik ke lantai atas.
Meja Beton Dikeluhkan Pedagang Jasa
Keluhan juga datang dari pedagang jasa, khususnya penjahit dan pelaku permak pakaian. Mereka menilai meja beton permanen yang disediakan pengelola tidak sesuai dengan kebutuhan kerja.
“Meja beton terlalu tinggi dan sempit. Desainnya lebih cocok untuk jualan daging,” ujar Hartini, salah satu penjahit.
Ia mengaku harus mengeluarkan biaya pribadi untuk memodifikasi meja agar dapat digunakan secara ergonomis. Kondisi tersebut menambah beban operasional pedagang yang baru kembali beraktivitas setelah masa revitalisasi.
Pemerintah Kota Masih Tahap Evaluasi
Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyatakan bahwa bangunan Pasar Terban masih berada dalam masa uji coba dan belum diserahterimakan secara penuh. Pemerintah Kota Yogyakarta masih melakukan evaluasi terhadap berbagai kekurangan yang ditemukan di lapangan.
“Bangunan ini masih dalam tahap evaluasi. Jika pedagang menyampaikan keluhan, kami akan segera melaporkannya agar bisa ditindaklanjuti,” kata Hasto.
Hingga saat ini, pemerintah kota menyatakan akan menampung masukan dari pedagang untuk bahan perbaikan. Para pedagang berharap fasilitas pendukung seperti akses vertikal dan pengaturan ventilasi dapat segera dibenahi agar aktivitas jual beli di seluruh lantai dapat berjalan lebih merata.
Revitalisasi Pasar Terban diharapkan tidak hanya menghasilkan bangunan baru, tetapi juga mendukung kelancaran aktivitas ekonomi pedagang dan kenyamanan pengunjung di seluruh area pasar.