Gempa Bantul Selasa Siang Rusak Rumah Warga Srihardono, BPBD Lakukan Asesmen dan Pendataan Intensif

Bagikan :
Gempa Bantul/Foto: Freepik 

KabarJawa.com– Getaran gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Bantul pada Selasa siang (27/1/2026). Guncangan yang datang secara tiba-tiba itu merusak satu rumah warga di Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Bantul.

Gempa bermagnitudo 4,5 tersebut berpusat di darat, sekitar 16 kilometer timur laut Bantul, dan sempat memicu kepanikan warga yang tengah beraktivitas.

Siang yang semula berjalan normal mendadak berubah tegang. Sekitar pukul 13.15 WIB, tanah bergetar cukup kuat. Warga merasakan guncangan selama beberapa detik, membuat sebagian dari mereka berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Warga Trdampak Gempa Bantul

Di tengah kepanikan itu, sebuah rumah warga di wilayah Seyegan, Kalurahan Srihardono, mengalami kerusakan ringan akibat getaran gempa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, menyampaikan bahwa petugas telah mendatangi lokasi terdampak untuk melakukan asesmen awal.

Antoni menjelaskan bahwa hingga Selasa sore, BPBD mencatat satu rumah warga mengalami kerusakan ringan.

Baca juga  Lagi, Hujan Deras Picu Longsor di Jalur Cinomati Dlingo, Polisi Alihkan Arus Lalu Lintas

Petugas menemukan beberapa bagian bangunan mengalami retakan akibat guncangan gempa. Meski demikian, kondisi bangunan masih berdiri dan tidak menimbulkan korban jiwa.

“Dampak gempa di Bantul tadi ada satu rumah rusak ringan. Saat ini petugas masih melakukan asesmen,” ujar Antoni kepada wartawan di Bantul, Selasa (27/1/2026).

BPBD Bantul tidak berhenti pada asesmen awal. Antoni menegaskan bahwa pihaknya terus mengumpulkan data dan informasi dari berbagai wilayah untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan yang luput dari pantauan.

Petugas di lapangan aktif berkoordinasi dengan perangkat desa dan relawan kebencanaan untuk memverifikasi laporan warga.

“Untuk saat ini, petugas masih melakukan proses pendataan secara menyeluruh,” tambahnya.

Data Kekuatan Gempa

Berdasarkan informasi seismologi, gempa bumi tersebut memiliki magnitudo 4,4 hingga 4,5 dan berpusat di darat.

Episenter gempa terletak pada koordinat 7,87 derajat Lintang Selatan dan 110,49 derajat Bujur Timur, atau sekitar 15 kilometer timur laut Bantul, dengan kedalaman 11 kilometer. Kedalaman inilah yang membuat getaran gempa terasa cukup jelas di permukiman warga.

Baca juga  Rekayasa Lalu Lintas Ring Road Sleman Dimulai 16 April 2026, Ada Pemasangan Girder Tol Solo-Jogja, Pengendara Diminta Siapkan Rute Alternatif

Sekretaris BPBD Kabupaten Bantul, Ribut Bimo Haryo Tejo, membenarkan bahwa hampir seluruh wilayah Bantul merasakan guncangan gempa siang itu.

Ribut menyebutkan bahwa getaran sempat membuat warga panik, meski situasi berangsur kondusif setelah guncangan berhenti.

Ribut juga menegaskan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Ia memastikan sistem peringatan dini tsunami yang terpasang di sepanjang pesisir selatan Bantul berada dalam kondisi siap dan berfungsi dengan baik.

“Sistem sirene tsunami di sepanjang pantai selatan Bantul siap. Tadi tidak ada satu pun yang berbunyi,” tegas Ribut.

BPBD Bantul mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Warga sebaiknya tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta segera melaporkan kepada aparat setempat jika menemukan kerusakan bangunan atau dampak lain akibat gempa.

Peristiwa gempa Selasa siang ini kembali mengingatkan warga Bantul akan kerawanan bencana di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Di tengah aktivitas sehari-hari, alam menunjukkan kekuatannya.

Namun, kesiapsiagaan pemerintah daerah dan kesigapan petugas di lapangan menjadi kunci dalam meminimalkan risiko dan memastikan keselamatan masyarakat. (ef linangkung)

Baca juga  Warga Resah: Enam Kambing di Gunungkidul Mati Digigit dan Dihisap Darahnya

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid