
KabarJawa.com– Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus melangkah mantap dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern dan transparan.
Komitmen itu kini nyata dalam transformasi sistem pengadaan barang dan jasa yang beralih penuh ke sistem digital melalui kerja sama strategis dengan platform lokapasar Mbizmarket. Hingga Oktober 2025, transaksi pengadaan melalui platform tersebut telah menembus Rp 29,6 miliar.
Langkah digitalisasi ini menjadi bukti nyata bahwa Pemkab Kulon Progo tidak ingin tertinggal dalam arus perubahan nasional menuju pengadaan berbasis elektronik.
Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Kulon Progo, Taufik Prihadi, S.E., menegaskan bahwa sistem baru ini membuat seluruh proses pengadaan berjalan lebih efisien, transparan, dan akuntabel.
“Sebelumnya proses pengadaan dilakukan secara manual dengan tanda tangan basah dari penyedia. Kini melalui kerja sama dengan platform lokapasar Mbizmarket, proses belanja langsung pemerintah telah berjalan secara lebih transparan, efisien, dan terdokumentasi dengan baik,” ujar Taufik.
Menurutnya, inisiatif ini juga sejalan dengan program nasional Bela Pengadaan, yakni langkah strategis pemerintah pusat untuk mendorong UMKM lokal agar terlibat aktif dalam ekosistem pengadaan digital.
Melalui program ini, pemerintah daerah dapat berbelanja langsung kepada pelaku UMKM yang telah terdaftar di marketplace, sekaligus menjadi bagian dari gerakan Bangga Buatan Indonesia.
Perjalanan Panjang Mbizmarket
Transformasi digital pengadaan di Kulon Progo bukan perjalanan singkat. Semuanya bermula pada Maret 2022, saat Mbizmarket pertama kali memaparkan konsep digitalisasi pengadaan kepada Pemkab. Setelah itu, pemetaan penyedia lokal untuk kategori makan-minum dan alat tulis kantor berjalan.
“Pada tahun yang sama, kami menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis bagi penyedia dan perangkat daerah, sekaligus uji coba transaksi pengadaan,” jelas Taufik.
Setelah tahap uji coba sukses, Pemkab mulai mengimplementasikan sistem digital secara penuh pada 2023. Beragam kategori pengadaan mulai dari kebutuhan kantor, alat kesehatan, hingga layanan umum kini dilakukan melalui Mbizmarket.
Hasilnya mencengangkan. Hingga Oktober 2025, data mencatat 5.664 produk tayang, 618 penyedia terdaftar, serta 17.748 purchase order dengan nilai total transaksi Rp 29,6 miliar. Angka itu menegaskan bahwa UMKM Kulon Progo telah siap bersaing di era digital.
Taufik menegaskan, capaian ini bukan sekadar soal angka transaksi. Lebih dari itu, langkah digitalisasi pengadaan membuka akses luas bagi pelaku UMKM agar bisa ikut serta dalam rantai ekonomi pemerintah daerah.
“Kami berharap kolaborasi ini bisa memperkuat perekonomian lokal sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain,” ungkapnya.
Chief Commercial Officer Mbizmarket, Andhie Saad, juga memberikan apresiasi tinggi atas komitmen kuat Pemkab Kulon Progo.
Dia melihat Kabupaten Kulon Progo sebagai contoh nyata bagaimana digitalisasi pengadaan bisa dijalankan dengan baik.
“Ke depan kami berharap agar transaksi elektronik terus meningkat dan semakin banyak UMKM lokal yang berpartisipasi,” ujarnya.
Andhie menambahkan, platform Mbizmarket bukan hanya sarana transaksi, tetapi juga media promosi strategis bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk unggulannya kepada instansi pemerintah.
Kolaborasi jadi Kunci Sukses
Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan transformasi digital pengadaan di wilayahnya.
“Ini tidak bisa terwujud kalau kita tidak berkolaborasi. Maka dari itu, perlu kerja bersama untuk mewujudkan transparansi dalam pengadaan barang/jasa di Kabupaten Kulon Progo,” tegas Ambar.
Pemkab juga memberikan penghargaan kepada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi yang aktif melakukan transaksi melalui platform digital ini.
1. Kategori OPD
- Peringkat 1: Dinas Kesehatan
- Peringkat 2: RSUD Wates
- Peringkat 3: DPRD Kulon Progo
2. Kategori Kapanewon
- Peringkat 1: Kapanewon Wates
- Peringkat 2: Kapanewon Galur
- Peringkat 3: Kapanewon Kokap
3. Kategori Puskesmas
- Peringkat 1: Puskesmas Kalibawang
- Peringkat 2: Puskesmas Galur
- Peringkat 3: Puskesmas Kokap I
Dia menegaskan Langkah besar yang diambil Pemkab Kulon Progo ini menandai babak baru dalam tata kelola pemerintahan modern. Sistem pengadaan yang dulu sarat birokrasi kini berubah menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan.
Dengan dukungan teknologi digital dan semangat kolaborasi lintas sektor, Kulon Progo berhasil menunjukkan bahwa daerah bisa menjadi pelopor pengadaan elektronik yang efisien dan inklusif.
Capaian transaksi Rp 29,6 miliar adalah simbol perubahan, bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha lokal mampu menggerakkan roda ekonomi daerah menuju masa depan yang lebih transparan, efisien, dan berdaya saing tinggi. (ef linangkung)