
KABARJAWA — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H, ratusan takmir masjid di Kabupaten Bantul mengikuti pelatihan penyembelihan hewan kurban yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan pemahaman teknis para takmir agar penyembelihan hewan kurban dilakukan sesuai syariat Islam serta memenuhi standar kesehatan hewan dan kebersihan lingkungan.
Pelatihan yang dikemas dalam bentuk Bimbingan Teknis (Bimtek) ini digelar pada Senin, 26 Mei 2025 dan diikuti oleh 100 peserta yang merupakan perwakilan takmir masjid dari berbagai wilayah di Kabupaten Bantul.
Bimtek menghadirkan dua narasumber ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM), yakni Dr. Ir. Endy Triyannanto dan Prof. drh. Agung Budiyanto, yang memberikan materi mendalam seputar teknik penyembelihan hewan kurban yang baik, benar, dan aman.
Dalam sesi materi, Dr. Ir. Endy Triyannanto dari UGM menyampaikan pentingnya memahami tata cara penyembelihan yang sesuai dengan kaidah Islam dan standar kesejahteraan hewan.
Ia memaparkan bahwa proses penyembelihan yang benar akan berdampak pada kualitas daging dan kesehatan masyarakat yang mengonsumsinya.
Sementara itu, Prof. drh. Agung Budiyanto menambahkan bahwa kesejahteraan hewan (animal welfare) menjadi aspek penting dalam praktik kurban.
Ia menjelaskan teknik-teknik dasar seperti cara menjatuhkan hewan, pemotongan urat, serta penanganan hewan pasca-penyembelihan agar tidak menimbulkan stres atau rasa sakit berlebihan.
“Penyembelihan yang benar bukan hanya bicara soal syarat sah kurban, tetapi juga tanggung jawab sosial dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan keamanan pangan,” tegas Prof. Agung.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bantul, Fenty Yusdayati, membuka kegiatan tersebut dan mengapresiasi inisiatif pelatihan ini. Ia menekankan pentingnya kesiapan para takmir dalam menyambut Idul Adha, terutama dalam menjaga kualitas dan kesehatan hewan kurban.
“Harapannya, para peserta dapat memahami beberapa aspek penting, mulai dari cara mengenali kesehatan hewan, penggunaan sarana dan prasarana yang ramah lingkungan, sanitasi yang baik, hingga tempat pemotongan yang higienis,” jelas Fenty di hadapan peserta.
Fenty juga mengingatkan agar pelaksanaan kurban tidak hanya berfokus pada aspek ibadah, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar.
Stok Hewan Kurban di Bantul Aman dan Layak
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, menegaskan bahwa ketersediaan hewan kurban di wilayahnya berada dalam kondisi aman. Menurutnya, sapi dan kambing yang tersedia telah melewati pemeriksaan dan masuk kategori sehat serta layak sebagai hewan kurban.
“Kami pastikan stok hewan kurban cukup dan dalam kondisi baik. Namun kami juga menghimbau kepada takmir masjid untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar saat pemotongan. Gunakan wadah daging yang ramah lingkungan, tidak menggunakan plastik sekali pakai, serta tidak membuang limbah hewan ke sungai,” terang Joko Waluyo.
DKPP juga mendorong masyarakat untuk membuat tempat penampungan limbah sementara secara mandiri agar proses pelaksanaan kurban tidak mencemari lingkungan.
Dukungan Peralatan untuk Takmir Masjid
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan ibadah kurban, DKPP Bantul juga menyerahkan bantuan berupa peralatan penyembelihan kepada seluruh peserta. Bantuan ini diharapkan dapat membantu takmir masjid dalam melakukan proses pemotongan hewan secara lebih efektif, aman, dan sesuai standar.
Pelaksanaan Bimtek ini tidak hanya berfungsi sebagai edukasi teknis, tetapi juga sebagai investasi sosial dan spiritual bagi masyarakat Bantul.
Dengan meningkatnya kapasitas para takmir masjid, pelaksanaan kurban diharapkan bisa berjalan lebih tertib, sehat, dan memberikan manfaat yang lebih luas, baik secara religius maupun ekologis.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Bantul menunjukkan komitmennya dalam membangun sinergi antara agama, kesehatan masyarakat, dan kelestarian lingkungan.