Sultan Minta Mahasiswa Luar DIY Tetap Bisa Akses JKN, BPJS Kesehatan Tegaskan Prinsip Portabilitas

Bagikan :
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X/Foto: Pemda DIY

KabarJawa.com – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menegaskan komitmennya untuk memastikan akses layanan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat.

Dalam pertemuan dengan jajaran BPJS Kesehatan, Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta agar sekitar 300 ribu mahasiswa dari luar DIY yang menempuh pendidikan di Yogyakarta tetap dapat mengakses layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Permintaan tersebut disampaikan dalam audiensi antara Pemerintah Daerah DIY dan BPJS Kesehatan yang berlangsung di Kantor Gubernur DIY pada Kamis (9/3/2026).

Pertemuan itu menjadi forum koordinasi untuk memperkuat kerja sama dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memastikan Program JKN dapat menjangkau seluruh kelompok masyarakat.

Audiensi ini juga membahas sejumlah aspek teknis layanan kesehatan, termasuk keberlanjutan akses JKN bagi mahasiswa yang berasal dari luar daerah namun tinggal sementara di Yogyakarta untuk menempuh pendidikan.

Pertemuan Bahas Penguatan Layanan JKN

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, hadir langsung dalam pertemuan tersebut sebagai bagian dari agenda kunjungan kerja sekaligus penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah merupakan salah satu pemangku kepentingan utama dalam ekosistem Program JKN. Karena itu, BPJS Kesehatan terus mendorong penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah agar sistem pelayanan kesehatan dapat berjalan secara optimal.

“Pemerintah daerah merupakan pemangku kepentingan utama dalam ekosistem JKN sehingga hubungan kemitraan harus terus diperkuat. Dengan demikian, manfaat Program JKN benar-benar dapat dirasakan masyarakat secara luas,” ujar Prihati setelah audiensi dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Baca juga  Bertemu Sri Sultan HB X, Wali Kota Bukittinggi Hidupkan Kembali Jejak Sejarah Dua Kota Perjuangan

BPJS Kesehatan juga terus menjaring berbagai masukan dari pemerintah daerah serta pemangku kepentingan lainnya sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan.

Menurut Prihati, setiap kebijakan yang diambil dalam pengelolaan Program JKN diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan bagi peserta di seluruh wilayah Indonesia.

“Diskusi dan kolaborasi yang dibangun diharapkan mampu menjawab kebutuhan peserta sehingga pelayanan JKN berjalan lebih optimal dan merata,” katanya.

Sultan Soroti Akses Layanan Mahasiswa Luar Daerah

Dalam pertemuan tersebut, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyoroti kondisi mahasiswa dari luar daerah yang menempuh pendidikan di Yogyakarta.

Sebagai kota pelajar yang menampung ratusan ribu mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, Yogyakarta memiliki dinamika pelayanan kesehatan yang berbeda dibandingkan daerah lain.

Sri Sultan menilai mahasiswa yang berasal dari luar daerah tetap perlu mendapatkan jaminan layanan kesehatan selama menjalani masa studi di Yogyakarta.

Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyampaikan pesan Sri Sultan terkait hal tersebut.

“Ngarsa Dalem berpesan bahwa Yogyakarta adalah Kota Pelajar. Banyak mahasiswa dari luar daerah yang tinggal dan belajar di sini. Mereka tentu bisa sakit, sehingga perlu dipastikan bagaimana mereka dapat memperoleh fasilitas dari JKN,” ujar Made.

Menurut data yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, setiap tahun sekitar 300 ribu mahasiswa dari berbagai daerah datang ke Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikan.

DIY Capai Cakupan Jaminan Kesehatan Tinggi

Pada kesempatan yang sama, BPJS Kesehatan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah DIY atas capaian cakupan kepesertaan Program JKN.

Baca juga  Ratusan Siswa SMA Teladan Yogyakarta Alami Gejala Keracunan usai Santap Menu Makan Bergizi Gratis (MBG)

DIY tercatat hampir mencapai Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kesehatan semesta. Data menunjukkan sebanyak 3.722.454 jiwa penduduk DIY telah terdaftar sebagai peserta JKN.

Jumlah tersebut setara dengan 99,21 persen dari total populasi di wilayah DIY, dengan tingkat kepesertaan aktif mencapai 87,76 persen.

Selain itu, seluruh kabupaten dan kota di wilayah DIY juga telah mencapai predikat UHC dengan tingkat kepesertaan lebih dari 98 persen.

Prihati menyebut capaian tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas perlindungan kesehatan bagi masyarakat.

“Capaian ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memberikan kepastian jaminan kesehatan bagi penduduknya. Harapannya, keberhasilan ini dapat terus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan,” katanya.

Mahasiswa Tetap Bisa Mengakses Layanan JKN

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menjelaskan bahwa mahasiswa dari luar daerah tetap dapat memanfaatkan layanan kesehatan selama kepesertaan JKN mereka aktif.

Ia menyebut sistem JKN menerapkan prinsip portabilitas yang memungkinkan peserta memperoleh layanan kesehatan di berbagai wilayah Indonesia.

“Sesuai dengan aturan perundangan, asas portabilitas memberikan jaminan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan, mudah, cepat, dan setara kepada peserta di seluruh Indonesia. Hal ini juga berlaku bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta,” jelas Akmal.

Dengan prinsip tersebut, peserta JKN tidak dibatasi oleh wilayah domisili ketika membutuhkan layanan kesehatan.

Baca juga  Dana Keistimewaan DIY Berpeluang Menguat, Usulan Paguyuban Nayantaka Direspons Positif Kemenkeu dan Banggar DPR RI

Mahasiswa Dapat Memilih FKTP di Yogyakarta

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba, menambahkan bahwa mahasiswa dari luar daerah juga memiliki opsi untuk memilih Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang berada di wilayah Yogyakarta.

Pilihan tersebut dapat mempermudah akses layanan kesehatan bagi mahasiswa selama masa studi.

BPJS Kesehatan juga terus memperluas program edukasi dan sosialisasi mengenai layanan JKN melalui kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus.

Program tersebut akan melibatkan berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, termasuk kampus-kampus yang berada di Yogyakarta.

“Kami mendapatkan data bahwa setiap tahun sekitar 300 ribu mahasiswa baru datang ke Yogyakarta. Melalui program ini kami ingin memastikan mereka tetap dapat mengakses layanan kesehatan tanpa kendala,” ujar Abdi.

Kolaborasi Layanan Kesehatan

Audiensi tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dari pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan. Di antaranya Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, Kepala Dinas Kesehatan DIY Anung Prihadi, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Stevanus Adrianto Passat, Deputi Direksi Wilayah VI BPJS Kesehatan Rahmad Asri Ritonga, serta Sekretaris Badan Benjamin Saut.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya koordinasi antara BPJS Kesehatan dan Pemerintah Daerah DIY dalam memastikan keberlanjutan Program JKN.

Koordinasi tersebut juga diarahkan untuk memastikan layanan kesehatan tetap dapat diakses oleh berbagai kelompok masyarakat, termasuk mahasiswa dari luar daerah yang menempuh pendidikan di Yogyakarta.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya