Status Merapi Siaga: BPPTKG Mencatat 8 Kali Awan Panas Guguran Meluncur

Bagikan :
Status Merapi Siaga/Foto: Badan Geologi

KabarJawa.com— Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat gunung berapi paling aktif di Indonesia ini meluncurkan 8 kali awan panas guguran sepanjang 7–13 November 2025.

Laporan sepekan ini menghadirkan gambaran tentang bagaimana Merapi terus mengalirkan lava, menghembuskan asap, dan menggerakkan magma di kedalaman.

Hal tersebut seolah memberi isyarat bahwa proses geologis di tubuh gunung tidak pernah berhenti bekerja.

Status Merapi Siaga

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, memastikan aktivitas vulkanik Merapi masih berada pada tingkat yang patut diwaspadai, dengan status tetap siaga.

Petugas BPPTKG memantau cuaca cerah pada pagi dan malam hari di sekitar Merapi. Saat siang hingga sore, kabut pekat menggantung dan menutup sebagian tubuh gunung.

Dalam kondisi itulah, Merapi tetap menghembuskan asap putih bertekanan lemah dengan tinggi bervariasi antara 10 hingga 100 meter.

Asap tipis yang mengalir pelan itu sering kali tampak jinak, tetapi di baliknya bergerak energi panas yang terus mengisi kubah lava dan bisa berubah menjadi awan panas sewaktu-waktu.

Baca juga  Merapi Luncurkan 23 Kali Lava Pijar dalam Sepekan, Warga Diminta Waspada

Selama sepekan, Merapi meluncurkan 8 kali awan panas guguran yang mengarah ke sektor barat daya, tepatnya ke hulu Kali Krasak, dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.

Guguran lava tampak jauh lebih sering. Kamera pengamatan merekam 34 guguran lava mengarah ke Kali Krasak sejauh 1.900 meter, 10 guguran lava ke Kali Bebeng sejauh 1.700 meter, dan 25 guguran lava ke Kali Sat/Putih sejauh 1.900 meter.

“Pada rekaman kamera Deles5 dan Babadan2, analisasi morfologi memperlihatkan adanya perubahan kecil pada Kubah Barat Daya akibat guguran dan pertumbuhan lava. Sebaliknya, Kubah Tengah terlihat stabil tanpa perubahan morfologi, ” terangnya

Foto udara pada 30 Oktober 2025 menunjukkan volume Kubah Barat Daya: 4.308.700 m³ dan volume Kubah Tengah: 2.368.800 m³.

Angka itu menegaskan suplai magma masih aktif mengisi ruang dan memberi energi pada potensi erupsi efusif.

Kegempaan Menurun, tetapi Energi Magma Masih Bergerak

BPPTKG mencatat 603 gempa guguran, 401 gempa fase banyak (MP), serta 6 gempa vulkanik dangkal (VTB).

Baca juga  Polisi Bongkar Dugaan Kamar “Tipu-Tipu” di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Bayi dan Balita Diduga Tersiksa di Ruang Pengap

Meskipun total kegempaan menurun dibanding minggu sebelumnya, gempa awan panas guguran tetap muncul 8 kali, menunjukkan adanya dinamika magma yang terus berlangsung.

Gempa low frequency, tektonik, dan sinyal lainnya memberi gambaran bahwa pergerakan fluida di dalam tubuh Merapi masih aktif, meski tidak menimbulkan gejolak besar.

Instrumen EDM dan GPS memantau jarak tunjam dan baseline tanpa perubahan signifikan. Jarak tunjam 3.840,456–3.840,466 meter. Baseline GPS Labuhan–Jrakah: 7.108,13–7.108,14 meter

“Data itu menunjukkan tubuh Merapi tidak mengalami penggembungan besar selama sepekan, tetapi suplai magma tetap terukur dari tingginya aktivitas permukaan, ” tambahnya.

Hujan intens terjadi pada 9 November dengan curah mencapai 39,36 mm/jam selama 87 menit di Pos Kaliurang.

Walau belum menimbulkan lahar, potensi bahaya tetap menggantung, terutama bila guguran material bercampur air hujan di kemudian hari.

Agus Budi Santoso menegaskan tiga poin utama yaitu Merapi masih menunjukkan aktivitas tinggi berupa erupsi efusif; status tetap siaga.

Suplai magma masih berlangsung, sehingga awan panas guguran masih berpotensi terjadi. Potensi bahaya meliputi guguran lava dan awan panas di sektor barat daya dan selatan (Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng hingga 7 km), serta sektor tenggara (Woro 3 km, Gendol 5 km). Letusan eksplosif berpotensi melempar material hingga radius 3 km dari puncak.

Baca juga  Suhu Merapi Menyentuh 13,7°C, BPPTKG Catat 23 Kali Guguran Lava Pijar Sepanjang Jumat hingga Sabtu Dini Hari

“BPPTKG akan meninjau ulang status Merapi bila aktivitas mengalami perubahan signifikan,” tambahnya. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid