
KABARJAWA – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya yang menegangkan. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan aktivitas terkini gunung tersebut.
Petugas mengamati visual Gunung Merapi dengan jelas meskipun kabut tipis menyelimuti sebagian area kawah. Asap putih bertekanan lemah membumbung setinggi 50 meter di atas puncak.
Suhu Merapi
Suhu udara di kawasan puncak Merapi mencapai titik dingin 13,7 derajat Celsius pada Jumat (18/7/2025). Cuaca dingin itu menambah dramatis suasana malam di gunung berapi teraktif di Indonesia tersebut.
Memasuki Sabtu (19/7/2025) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, BPPTKG kembali mengamati suhu udara di puncak Merapi yang mencapai 14,1 hingga 16,8 derajat Celsius.
BPPTKG menyatakan angin bertiup tenang ke arah timur dan barat, sementara kelembaban udara mencapai 98,7 persen. Tekanan udara berada pada rentang 871,3 hingga 916,5 mmHg.
Sepanjang periode pengamatan 24 jam pada Jumat, BPPTKG mencatat 71 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-15 mm dan durasi mencapai 184,98 detik.
Kemudian, gempa hybrid atau fase banyak terjadi sebanyak 122 kali dengan amplitudo 2-19 mm. Gempa vulkanik dangkal tercatat 10 kali dan satu gempa tektonik jauh mengguncang area dengan amplitudo 3 mm.
Guguran Lava Pijar
BPPTKG melaporkan 11 kali guguran lava pijar meluncur ke arah barat daya, menuju Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Sat/Putih. Guguran lava itu meluncur sejauh maksimal 2.000 meter dari puncak kawah. Petugas menegaskan aktivitas guguran lava pijar masih terus berlangsung hingga Sabtu dini hari.
Angin bertiup lemah ke arah timur, sementara kelembaban udara berada di kisaran 81-84,7 persen. Asap kawah berwarna putih teramati dengan intensitas sedang setinggi 25 meter.
Petugas mencatat 20 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-18 mm dan durasi hingga 172,26 detik. Gempa hybrid atau fase banyak terjadi 23 kali dengan amplitudo mencapai 42 mm. Gempa vulkanik dangkal tercatat dua kali pada Sabtu dini hari.
Sepanjang enam jam itu, BPPTKG mengamati 13 kali guguran lava pijar meluncur ke arah barat daya menuju Kali Sat/Putih sejauh maksimal 1.700 meter. Petugas memastikan suplai magma di tubuh Merapi masih terus berlangsung sehingga berpotensi memicu awan panas guguran kapan saja.
BPPTKG menetapkan status aktivitas Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Petugas merekomendasikan masyarakat agar tidak beraktivitas di wilayah potensi bahaya.
Masyarakat harus mewaspadai bahaya awan panas guguran dan lahar, terutama saat hujan turun di sekitar puncak.
BPPTKG juga meminta masyarakat mengantisipasi gangguan abu vulkanik jika terjadi erupsi eksplosif. Lontaran material vulkanik berpotensi menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak jika letusan besar terjadi.
Petugas BPPTKG menegaskan pihaknya akan meninjau kembali tingkat aktivitas Merapi jika terjadi perubahan signifikan pada data pemantauan.
BPPTKG terus mengimbau masyarakat mengikuti seluruh informasi resmi melalui kanal PVMBG dan magma.esdm.go.id. (ef linangkung)