Sengatan Ubur-Ubur di Pantai Gunungkidul Serang Wisatawan, Anak-Anak jadi Korban saat Bermain di Tepi Pantai

Bagikan :
Ubur-Ubur di Pantai Gunungkidul/Foto: Istimewa

KabarJawa.com– Libur wisata di kawasan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul berubah menjadi kepanikan setelah sejumlah wisatawan tersengat ubur-ubur saat bermain air di bibir pantai, Jumat (15/5/2026).

Kejadian tersebut terjadi di kawasan wisata Pantai Sepanjang yang berada di jalur pesisir selatan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Korban Ubur-Ubur di Pantai Gunungkidul

Suasana pantai yang sejak pagi dipadati pengunjung mendadak berubah tegang ketika beberapa anak menangis kesakitan usai menyentuh hewan laut berwarna mencolok yang terdampar di pasir.

Bentuk ubur-ubur yang menyerupai balon membuat banyak anak tertarik mendekat bahkan memegangnya tanpa menyadari bahaya sengatan yang mengintai.

Petugas SAR Satlinmas yang berjaga di lokasi langsung bergerak cepat memberikan pertolongan kepada para korban.

Mereka membersihkan bagian tubuh yang tersengat dan memberikan penanganan awal agar efek racun tidak semakin parah.

Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Surisdiyanto, mengungkapkan bahwa dalam satu hari tercatat ada tiga wisatawan yang menjadi korban sengatan ubur-ubur.

“Hari ini terpantau muncul di kawasan Pantai Sepanjang, ada tiga orang yang tersengat ubur-ubur,” ujar Surisdiyanto kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).

Baca juga  Kolaborasi Parik Paga dan Pemkot Yogyakarta Salurkan Bantuan Rp300 Juta untuk Korban Banjir Sumatra Barat

Menurut Suris, seluruh korban merupakan anak-anak yang tengah bermain di sekitar bibir pantai. Mereka tidak mengetahui bahwa hewan laut tersebut berbahaya karena tampilannya terlihat unik dan menarik perhatian.

Kemunculan Ubur-Ubur

Fenomena kemunculan ubur-ubur memang mulai sering terjadi di kawasan pantai selatan Gunungkidul dalam beberapa hari terakhir. Koloni ubur-ubur terbawa arus laut hingga mendekati garis pantai, bahkan banyak yang terdampar di pasir.

“Biasanya berada di pasir atau mengambang di pinggiran,” jelas Suris.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko sengatan terhadap wisatawan, terutama anak-anak yang gemar bermain pasir dan air laut.

Banyak pengunjung tidak menyadari bahwa tentakel ubur-ubur tetap dapat menyengat meski hewan tersebut tampak diam atau sudah terdampar.

Suris menjelaskan bahwa efek sengatan ubur-ubur dapat berbeda pada setiap orang. Reaksi tubuh korban bergantung pada kondisi fisik dan tingkat sensitivitas masing-masing.

“Ada yang hanya merasa gatal-gatal, panas di bagian yang tersengat, sesak napas, hingga pingsan,” katanya.

Petugas SAR pun meminta seluruh wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas di pantai. Mereka mengingatkan pengunjung agar tidak menyentuh ubur-ubur dalam kondisi apa pun.

Baca juga  Kasus Tiket Pantai Gunungkidul Tak Sinkron: Kelalaian Petugas Terungkap, dari Unggahan Warganet hingga Sanksi Mutasi dari Pemkab

“Yang terpenting saat bermain, jika melihat ubur-ubur jangan dijadikan mainan,” lanjut Suris.

Di tengah meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke pantai selatan Yogyakarta, keberadaan ubur-ubur menjadi ancaman tersendiri yang perlu diwaspadai.

Petugas SAR kini rutin menyisir area pantai untuk membersihkan ubur-ubur yang terdampar agar tidak mengenai pengunjung.

Selain melakukan pembersihan, petugas juga menyiapkan perlengkapan medis dan obat-obatan untuk menangani korban sengatan.

Langkah cepat tersebut mengantisipasi dampak serius apabila wisatawan mengalami reaksi berat akibat racun ubur-ubur.

Pihak SAR Satlinmas terus mengimbau wisatawan agar berhati-hati ketika bermain air, terutama saat musim kemarau mulai datang.

Pada periode ini suhu air laut cenderung lebih dingin sehingga memicu kemunculan ubur-ubur di kawasan pesisir selatan.

Hewan laut yang termasuk dalam kelas Scyphozoa tersebut memang kerap muncul secara musiman. Meski terlihat indah dan unik, ubur-ubur menyimpan tentakel beracun yang dapat membahayakan manusia apabila tersentuh secara langsung.

Meningkatnya kasus sengatan ubur-ubur di Pantai Gunungkidul menjadi pengingat bahwa wisata alam tetap memerlukan kewaspadaan. (ef linangkung)

Baca juga  Syarat Ikut Acara Cari Jodoh di Jogja Agustus 2025, Apa Saja?

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya