
KabarJawa.com– Komunitas Parik Paga menunjukkan kepedulian nyata terhadap korban bencana alam banjir di Sumatra Barat melalui aksi kemanusiaan berskala besar.
Kolaborasi Parik Paga dan Pemerintah Kota Yogyakarta terwujud dengan menyalurkan bantuan senilai kurang lebih Rp300 juta kepada masyarakat terdampak banjir yang membutuhkan uluran tangan.
Ketua Parik Paga, AKBP Izmawazir, menjelaskan bahwa komunitasnya memulai penggalangan dana sejak 3 Desember hingga 20 Desember 2025.
Selama hampir tiga pekan, Parik Paga secara aktif mengajak para anggota dan masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Penggalangan Dana
Ia menyebutkan bahwa antusiasme dan kepercayaan masyarakat mendorong keberhasilan penggalangan dana tersebut. Parik Paga berhasil menghimpun dana sekitar Rp300 juta yang seluruhnya Parik Paga alokasikan untuk membantu korban banjir di Sumatra Barat.
“Alhamdulillah, berkat dukungan dan kepercayaan dari banyak pihak, kami berhasil mengumpulkan dana sekitar 300 juta rupiah. Dana ini sepenuhnya kami gunakan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir di Sumatra Barat,” ujar Izmawazir.
Izmawazir menegaskan bahwa Parik Paga tidak hanya menyalurkan bantuan secara simbolis, tetapi benar-benar menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan mendesak para korban di lokasi bencana.
Parik Paga mengemas bantuan dalam bentuk berbagai kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh para pengungsi.
Ia merinci bahwa bantuan tersebut meliputi sembako, pakaian layak pakai, serta perabotan rumah tangga seperti panci dan kompor gas.
Parik Paga juga menyiapkan perlengkapan kebersihan perorangan, termasuk sabun mandi, untuk membantu para korban menjaga kesehatan dan kebersihan selama berada di pengungsian.
“Kami menyiapkan bantuan yang benar-benar dibutuhkan korban agar mereka bisa bertahan dan memulai kembali aktivitas sehari-hari setelah bencana,” jelasnya.
Izmawazir menambahkan bahwa Parik Paga menjadwalkan pengiriman bantuan ke Sumatra Barat pada Minggu, 28 Desember 2025.
Setelah bantuan tiba, tim Parik Paga akan langsung mendistribusikannya ke wilayah-wilayah terdampak banjir.
“Kami memperkirakan bantuan akan sampai pada hari Minggu dan akan langsung kami bagikan di lokasi bencana, sehingga dapat segera membantu meringankan beban para korban,” ungkapnya.
Kolaborasi Parik Paga dan Pemkot Yogyakarta
Sementara itu, Pemerintah Kota Yogyakarta menyampaikan apresiasi tinggi atas aksi kemanusiaan yang Parik Paga lakukan. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, secara langsung melepas kendaraan pengangkut bantuan kemanusiaan di Posko Parik Paga, Kamis siang (25/12/2025).
Hasto Wardoyo menyatakan rasa bangga terhadap komunitas Parik Paga yang mampu menggerakkan solidaritas sosial secara nyata. Ia menilai aksi tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tetap kuat di tengah masyarakat.
“Pemerintah Kota Yogyakarta sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh komunitas Parik Paga. Ini adalah contoh nyata bagaimana gotong royong dan kepedulian sosial masih hidup dan menjadi kekuatan besar dalam membantu sesama, khususnya saat terjadi bencana,” kata Hasto.
Hasto juga menegaskan bahwa bantuan dari komunitas masyarakat memiliki peran strategis dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Ia menyebutkan bahwa sinergi antara pemerintah dan komunitas sosial mampu memperluas jangkauan bantuan hingga ke masyarakat yang paling membutuhkan.
Ia berharap aksi kemanusiaan Parik Paga dapat menginspirasi komunitas lain untuk turut bergerak membantu korban bencana alam di berbagai daerah di Indonesia.
“Saya berharap sinergi antara pemerintah dan komunitas masyarakat seperti Parik Paga dapat terus terjalin dengan baik, tidak hanya dalam penanganan bencana, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial lainnya,” ungkap Hasto.
Melalui kolaborasi ini, Parik Paga dan Pemkot Yogyakarta menegaskan komitmen bersama untuk hadir di tengah masyarakat saat bencana melanda.
Aksi kemanusiaan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa solidaritas, kepedulian, dan gotong royong tetap menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai ujian. (ef linangkung)