Sabtu Pagi Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi

Bagikan :
Ilustrasi Awan Panas Guguran Mei/KJ

KabarJawa.com– Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Sabtu pagi (30/5/2026).

Puncak Merapi justru mengirimkan peringatan melalui luncuran awan panas guguran yang terpantau oleh petugas Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Awan Panas Guguran Sabtu

Fenomena itu terjadi pada pukul 07.05 WIB. Instrumen pemantauan mencatat awan panas guguran dengan amplitudo maksimum mencapai 63 milimeter dan durasi selama 142,01 detik.

Kondisi visual saat kejadian tertutup kabut sehingga petugas tidak dapat mengamati secara langsung jarak luncuran material panas tersebut.

Meski demikian, kemunculan awan panas guguran kembali menegaskan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih berlangsung aktif.

Gunung api yang menjadi salah satu yang paling aktif di Indonesia itu terus memperlihatkan dinamika pergerakan magma di dalam tubuh gunung.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santosa, menyampaikan bahwa masyarakat harus tetap meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi seluruh rekomendasi resmi yang telah dikeluarkan oleh Badan Geologi.

“Aktivitas Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya dan tetap mengikuti informasi resmi dari BPPTKG maupun PVMBG,” kata Agus.

Baca juga  Aktivitas Gunung Merapi, Sepekan 100 Kali Guguran Lava Pijar Mengguncang Kawasan

Pagi itu cuaca di kawasan Merapi terpantau mendung. Angin bertiup tenang ke arah utara. Suhu udara berada pada kisaran 16,7 hingga 19 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 96 hingga 99 persen.

Dari pos pengamatan, petugas melaporkan kondisi visual gunung tertutup kabut dengan intensitas antara 0 hingga III. Asap kawah tidak terlihat.

Namun di balik ketenangan yang tampak dari luar, instrumen seismik merekam aktivitas yang cukup intens.

Dalam periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, BPPTKG mencatat sedikitnya 25 kali gempa guguran dengan amplitudo 2 hingga 13 milimeter dan durasi antara 80,9 hingga 201,8 detik.

Selain itu, petugas juga merekam 34 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2 hingga 27 milimeter. Gempa jenis ini sering dikaitkan dengan pergerakan fluida maupun magma di dalam tubuh gunung.

Tidak hanya itu, dua kali gempa vulkanik dangkal juga terekam dengan amplitudo mencapai 25 milimeter.

Rangkaian data tersebut menunjukkan bahwa suplai magma menuju permukaan masih berlangsung. Kondisi inilah yang kemudian berpotensi memicu terjadinya guguran lava maupun awan panas guguran sewaktu-waktu.

Baca juga  Lewat Program Jogja Istimewa, Mahasiswa UAJY Dalami Filosofi Budaya Jawa di Keraton

Ancaman Masih Mengintai Lereng Merapi

Badan Geologi menegaskan bahwa potensi bahaya Gunung Merapi saat ini masih didominasi oleh guguran lava dan awan panas guguran.

Pada sektor selatan hingga barat daya, potensi ancaman meliputi aliran Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer. Sementara itu, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng memiliki potensi terdampak hingga tujuh kilometer dari puncak.

Di sektor tenggara, ancaman dapat menjangkau Sungai Woro hingga tiga kilometer dan Sungai Gendol hingga lima kilometer.

Selain ancaman guguran lava dan awan panas, Badan Geologi juga mengingatkan kemungkinan lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif. Material tersebut berpotensi mencapai radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan yang masuk dalam daerah potensi bahaya.

Memasuki periode peralihan musim dengan curah hujan yang masih berpotensi terjadi di kawasan puncak, warga yang tinggal di sekitar alur sungai berhulu di Gunung Merapi juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar.

Baca juga  Awan Panas Guguran Gunung Merapi Meluncur 2 Km, Suplai Magma Terus Berlangsung

Material vulkanik yang masih menumpuk di lereng gunung dapat terbawa aliran air hujan dan berubah menjadi lahar yang berbahaya.

Selain itu, warga juga perlu mengantisipasi gangguan akibat hujan abu vulkanik apabila sewaktu-waktu terjadi erupsi yang lebih besar.

Hingga Sabtu pagi, Badan Geologi masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Status tersebut menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik masih berada di atas kondisi normal dan berpotensi menimbulkan bahaya di wilayah tertentu yang telah ditetapkan sebagai kawasan rawan bencana.

BPPTKG menegaskan akan terus mengevaluasi perkembangan aktivitas Merapi. Ppemerintah akan segera menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?