Aktivitas Gunung Merapi, Sepekan 100 Kali Guguran Lava Pijar Mengguncang Kawasan

Bagikan :
Guguran Lava Pijar Merapi/Foto Ilustrasi: Freepik

KABARJAWA– Sepanjang sepekan terakhir, mulai 22 hingga 28 Agustus 2025, Gunung Merapi memuntahkan 100 kali guguran lava pijar yang mengalir ke berbagai hulu sungai.

Guguran itu meluncur dengan jarak hingga 2.000 meter, menandai betapa aktivitas Merapi masih tinggi dan penuh potensi bahaya.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, menegaskan bahwa status Gunung Merapi tetap berada pada tingkat Siaga (Level III). Ia mengingatkan bahwa suplai magma dari perut bumi masih terus berlangsung.

“Suplai magma ini bisa memicu terjadinya awan panas guguran sewaktu-waktu, sehingga masyarakat perlu tetap waspada,” tegas Agus.

Aktivitas Gunung Merapi

Gunung Merapi memperlihatkan aktivitas visual yang menegangkan. Pagi hingga malam hari langit di sekitar puncak tampak cerah, namun siang menuju sore kawasan itu diselimuti kabut.

Dari kawah Merapi, asap putih dengan ketebalan tipis hingga tebal terus membumbung. Tingginya bervariasi, mulai 20 meter hingga 400 meter, seolah menjadi peringatan bahwa gunung ini belum tenang.

Baca juga  Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,5 Kilometer pada Jumat Dini Hari

Dalam periode pengamatan, lava pijar meluncur 7 kali ke arah Kali Bebeng sejauh 1.600 meter, 27 kali ke arah Kali Krasak sejauh 1.800 meter, dan 76 kali ke arah Kali Sat/Putih sejauh 2.000 meter. Aliran pijar itu bagaikan sungai api yang menerangi malam dan menebarkan kecemasan di sekitarnya.

Survei udara dengan drone pada 25 Agustus 2025 memperlihatkan gambaran yang lebih mengkhawatirkan. Foto udara dan termal memperlihatkan penambahan volume Kubah Barat Daya sebesar 78.400 meter kubik sehingga total mencapai 4.179.900 meter kubik. Sementara itu, Kubah Tengah tetap stabil di angka 2.368.800 meter kubik.

Hasil foto termal menunjukkan adanya peningkatan suhu. Kubah Barat Daya mencatat kenaikan 0,8 derajat menjadi 247,8 derajat Celsius, sedangkan Kubah Tengah meningkat 0,2 derajat menjadi 218,8 derajat Celsius.

Gempa di Merapi

Seismograf di sekitar Merapi tidak pernah diam. Dalam sepekan, 17 kali gempa Vulkanik Dangkal, 651 kali gempa Fase Banyak, 744 kali gempa Guguran, dan 17 kali gempa Tektonik tercatat mengguncang area gunung. Intensitas ini bahkan lebih tinggi dibanding minggu sebelumnya.

Baca juga  Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas 1 Kilometer pada Sabtu Malam, Status Siaga Level III Tetap Berlaku

Pola kegempaan itu menjadi bukti nyata bahwa aktivitas di kedalaman perut Merapi terus bergerak, menyimpan energi yang berpotensi dilepaskan ke permukaan.

Pemantauan deformasi dengan EDM dan GPS menunjukkan jarak tunjam dan baseline relatif stabil. Namun, kestabilan ini bukan berarti ancaman mereda.

Data menunjukkan bahwa meski tubuh Merapi tidak mengalami perubahan signifikan, suplai magma tetap mengalir. Artinya, ancaman erupsi efusif dan awan panas guguran tetap membayangi.

Pada 28 Agustus 2025, hujan turun di sekitar Pos Kaliurang dengan intensitas 3,28 mm/jam selama 15 menit. Meski tidak memicu lahar, hujan di kawasan Merapi selalu membawa risiko tersendiri.

Material vulkanik yang tertimbun di hulu sungai bisa hanyut kapan saja, menciptakan banjir lahar yang mengancam pemukiman di bawahnya.

Agus Budi Santoso menegaskan, potensi bahaya Merapi saat ini mencakup guguran lava dan awan panas di sektor selatan–barat daya yang meliputi Sungai Boyong sejauh 5 km, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh 7 km.

Di sektor tenggara, Sungai Woro terancam hingga 3 km, dan Sungai Gendol hingga 5 km. Bila terjadi letusan eksplosif, lontaran material bisa mencapai radius 3 km dari puncak.

Baca juga  Aktivitas Gunung Merapi Sepekan Terakhir Menguat, BPPTKG Tegaskan Status Masih Siaga

“Merapi masih aktif, dan masyarakat harus mematuhi seluruh rekomendasi. Jangan sekali-kali beraktivitas di wilayah potensi bahaya,” ujar Agus.

BPPTKG meminta pemerintah daerah Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten meningkatkan kesiapsiagaan. Masyarakat diminta mewaspadai guguran lava, awan panas guguran, hingga bahaya lahar ketika hujan mengguyur kawasan Merapi.

Selain itu, warga juga perlu bersiap menghadapi dampak abu vulkanik yang bisa mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid