Rumah Bersejarah Prof dr Sardjito Dijual, Ahli Waris Pilih Lepaskan demi Hindari Konflik Keluarga

Bagikan :
Ilustrasi | Rumah peninggalan Prof dr Sardjito di kawasan Terban Yogyakarta diputuskan dijual oleh ahli waris demi menghindari konflik keluarga. (Ist)

KabarJawa.com – Rumah peninggalan Prof dr Sardjito di Jalan Cik Di Tiro Nomor 16, Terban, Kota Yogyakarta, diputuskan untuk dijual oleh pihak keluarga. Keputusan itu diambil ahli waris demi menghindari konflik warisan dan menjaga hubungan antarkeluarga tetap harmonis.

Kabar penjualan rumah bersejarah tersebut mulai ramai dibicarakan warga sejak beberapa hari terakhir, terutama setelah informasi penawaran properti itu beredar di media sosial dan grup percakapan lokal.

Rumah yang berdiri di atas lahan sekitar 1.000 meter persegi itu bukan bangunan biasa. Tempat tersebut pernah menjadi kediaman pribadi Prof dr Sardjito, tokoh penting di balik lahirnya Universitas Gadjah Mada dan perkembangan pendidikan tinggi nasional setelah kemerdekaan Indonesia.

Bangunan lawas bergaya klasik itu juga dikenal menyimpan jejak sejarah penting. Sejumlah diskusi kebangsaan disebut pernah berlangsung di rumah tersebut pada masa awal republik berdiri.

Ahli Waris Pilih Jalan Tengah

Budhi Santoso, adik dari Soeko Emmi yang merupakan istri Prof dr Sardjito, membenarkan rumah tersebut memang ditawarkan untuk dijual.

Ia mengatakan keputusan itu bukan muncul secara mendadak. Keluarga telah melakukan pembicaraan cukup panjang sebelum akhirnya sepakat melepas aset bersejarah tersebut.

Baca juga  Pemkot Yogyakarta Identifikasi Permasalahan Uji Coba Pedestrian 24 Jam di Malioboro

Keluarga memilih melepas rumah itu demi menghindari persoalan yang bisa muncul di masa depan terkait pengelolaan aset warisan keluarga.

Mereka tidak ingin rumah peninggalan Prof dr Sardjito justru menjadi sumber perpecahan antarketurunan.

“Dengan berat hati saya sampaikan kepada para ahli waris, dan mereka setuju kalau ini dilepas. Saya berharap yang membeli adalah orang terbaik,” ujar Budhi.

Budhi selama ini menjadi sosok yang merawat rumah tersebut sejak 1980. Di sejumlah sudut bangunan, nuansa rumah lama khas Yogyakarta masih terasa kuat. Atap segitiga runcing, halaman luas, hingga struktur utama bangunan tetap dipertahankan.

Warga sekitar menyebut rumah itu termasuk salah satu bangunan lama yang masih bertahan di tengah perubahan wajah Kota Yogyakarta yang makin padat.

Respons Publik Bermunculan

Kabar penjualan rumah Prof dr Sardjito memunculkan banyak respons, terutama dari masyarakat Yogyakarta dan kalangan pemerhati sejarah.

Di media sosial, sebagian warga mengaku khawatir rumah tersebut nantinya berubah fungsi menjadi bangunan komersial. Kekhawatiran itu muncul karena dalam beberapa tahun terakhir banyak rumah lawas di pusat Kota Yogyakarta beralih menjadi hotel, kafe, hingga penginapan modern.

Baca juga  Spesifikasi Bus Listrik Gratis di Jogja, Apakah Ngecas Lama, Bisa Mogok?

Situasi serupa juga terlihat di kawasan sekitar Jalan Cik Di Tiro yang kini semakin ramai aktivitas bisnis dan properti.

Beberapa komentar warganet bahkan mempertanyakan kemungkinan campur tangan pemerintah daerah atau lembaga budaya agar rumah tersebut tetap memiliki perlindungan nilai sejarah.

Hingga Kamis malam, perbincangan soal rumah peninggalan Prof dr Sardjito masih ramai muncul di berbagai platform media sosial lokal Yogyakarta.

Jejak Besar Prof dr Sardjito

Nama Prof dr Sardjito memiliki posisi penting dalam sejarah Indonesia, khususnya bidang kesehatan dan pendidikan.

Ia dikenal sebagai rektor pertama Universitas Gadjah Mada sekaligus tokoh yang berperan besar dalam membangun fondasi pendidikan nasional setelah Indonesia merdeka.

Namanya juga diabadikan menjadi nama rumah sakit terbesar di DIY, yakni RSUP Dr. Sardjito.

Tak hanya itu, rumah di kawasan Terban tersebut disebut pernah menjadi tempat pertemuan sejumlah tokoh nasional pada era perjuangan. Pembicaraan soal pendidikan, kesehatan rakyat, hingga masa depan bangsa pernah berlangsung di sana.

Nilai sejarah itulah yang membuat rumah tersebut memiliki makna lebih dari sekadar aset keluarga.

Baca juga  Cara Asyik Menghabiskan Long Weekend di Jogja dengan Tur Sepeda Keliling Desa yang Menyegarkan

Perawatan Bangunan Tua Dinilai Tidak Mudah

Di sisi lain, keluarga mengakui mempertahankan rumah tua bersejarah bukan hal sederhana.

Biaya perawatan yang terus meningkat menjadi tantangan tersendiri. Bangunan lama membutuhkan perhatian rutin, mulai dari struktur kayu, atap, hingga area halaman yang luas.

Dalam kondisi seperti itu, ahli waris memilih mencari jalan tengah agar persoalan pengelolaan aset tidak berkembang menjadi konflik di masa depan.

Keluarga berharap pembeli nantinya tetap menghormati nilai sejarah rumah tersebut.

Sampai pembaruan terbaru Kamis malam, belum ada informasi resmi terkait calon pembeli maupun kemungkinan status cagar budaya terhadap bangunan itu.

Di tengah derasnya pembangunan modern Yogyakarta, rumah di Jalan Cik Di Tiro itu kini berada di titik penting: antara mempertahankan memori sejarah atau mengikuti arus perubahan kota yang terus bergerak cepat.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya