Puluhan Kali Guguran Lava Pijar Menghantam Lereng Merapi, BPPTKG Tegaskan Status Siaga Masih Berlaku

Bagikan :
Guguran Lava Pijar/Foto: BPPTKG

KABARJAWA – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang intens sepanjang Kamis (19/6/2025) hingga Jumat dinihari (20/6/2025).

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat puluhan kali guguran lava pijar.

Guguran meluncur ke arah barat daya, mempertegas ancaman nyata dari gunung berapi paling aktif di Indonesia ini.

Jumlah Guguran Lava Pijar

BPPTKG melaporkan bahwa selama periode pengamatan 19 Juni 2025 pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, Gunung Merapi melepaskan sebanyak 53 kali guguran, dengan amplitudo gempa berkisar antara 2 hingga 17 mm dan durasi 43 hingga 152 detik.

Petugas mencatat adanya 29 kali guguran lava pijar yang mengarah ke Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.900 meter.

Erwin Widyon dan Yulianto selaku penyusun laporan dari BPPTKG menjelaskan bahwa cuaca selama pengamatan relatif cerah hingga berawan.

Lalu, asap kawah bertekanan lemah dan berwarna putih muncul dari puncak Merapi. Asap tersebut memiliki ketinggian antara 25 hingga 350 meter di atas kawah.

Baca juga  Labuhan Hajat Dalem Tinggalan Jumenengan Dalem Nara Tahun Dal 1959, Wujud Syukur Sri Sultan HB X untuk Keseimbangan Alam dan Keselamatan Rakyat

Aktivitas Gempa

Di samping aktivitas guguran, Gunung Merapi juga menunjukkan peningkatan kegempaan tipe hybrid/fase banyak sebanyak 121 kali. Gempa ini memiliki amplitudo antara 2 hingga 16 mm, durasi 6,78 hingga 14,91 detik.

Hal tersebut menunjukkan indikasi kuat suplai magma dari kedalaman masih aktif. Tiga kali gempa tektonik jauh juga turut terekam selama periode tersebut.

Kondisi ini berlanjut hingga Jumat dinihari (20/6/2025) pukul 06.00 WIB. BPPTKG kembali mencatat 18 kali guguran, dengan amplitudo mencapai 31 mm dan durasi hingga 152 detik.

Guguran lava pijar teramati sebanyak 8 kali dan tetap mengarah ke Kali Bebeng serta Kali Sat/Putih. Jarak luncur maksimum masih berada pada angka 1.900 meter, menandakan bahwa aktivitas vulkanik belum menunjukkan penurunan.

Dalam periode ini, cuaca juga terpantau cerah dan berawan, dengan suhu udara antara 17,7 hingga 20,1°C serta kelembaban relatif 68 hingga 78%. Tidak ada asap kawah yang teramati, namun peningkatan jumlah gempa hybrid sebanyak 29 kali mengonfirmasi bahwa sistem vulkanik Merapi masih aktif.

Baca juga  Apes! Tabung Sabun Cuci Salju Meledak di Barokah Carwash, Pelajar Asal Bantul Tewas

Status Gunung Merapi tetap berada pada Level III (Siaga). BPPTKG menegaskan bahwa potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya.

Itu mencakup Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km). Di sektor tenggara, potensi bahaya mengarah ke Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km. Lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif juga berpotensi menjangkau radius 3 km dari puncak.

Rekomendasi BPPTKG

BPPTKG menyampaikan enam rekomendasi penting kepada masyarakat.

  1. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di dalam wilayah potensi bahaya.
  2. Masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas guguran dan lahar, terutama saat hujan mengguyur kawasan lereng Merapi.
  3. Suplai magma yang masih berlangsung dapat memicu awan panas guguran yang membahayakan wilayah sekitar.
  4. Warga perlu mengantisipasi sebaran abu vulkanik, terutama bagi yang tinggal di sekitar radius 3 hingga 7 kilometer.
  5. Pemerintah dan warga harus siap menghadapi gangguan aktivitas harian akibat erupsi, termasuk gangguan penerbangan atau kualitas udara.
  6. Jika aktivitas Gunung Merapi meningkat signifikan, BPPTKG akan segera melakukan evaluasi ulang terhadap status aktivitas.
Baca juga  Seni Dinihari, Awan Panas Guguran Gunung Merapi Meluncur Sejauh 1,8 Kilometer ke Kali Krasak, BPPTKG Imbau Warga Jauhi Zona Bahaya

BPPTKG meminta semua pihak agar terus memantau informasi resmi melalui situs MAGMA Indonesia di https://magma.esdm.go.id dan kanal resmi PVMBG di media sosial.

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang terus berlangsung membuktikan bahwa gunung ini masih berpotensi memunculkan bencana secara tiba-tiba.

Masyarakat di sekitar lereng Merapi, khususnya di Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten, sebaiknya tetap tenang namun waspada, serta tidak lengah terhadap setiap peringatan resmi dari otoritas kebencanaan. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya