Puluhan Kali Guguran Lava Pijar Gunung Merapi Terjadi Sepanjang Kamis hingga Jumat Dini Hari

Bagikan :
Guguran Lava Pijar Gunung Merapi/Foto: BPPTKG

KABARJAWA – Gunung Merapi terus menunjukkan aktivitas vulkanik dengan intensitas yang mengkhawatirkan. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat puluhan kali guguran lava pijar terjadi di puncak Merapi sejak Kamis (3/7/2025) hingga Jumat dinihari (4/7/2025).

Petugas BPPTKG melaporkan, pada periode pengamatan Kamis pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, Merapi menampakkan cuaca cerah, mendung, dan berawan.

Kondisi Merapi pada Kamis

Angin bertiup tenang ke arah timur dengan suhu udara berkisar 16,8 hingga 24,1 derajat Celcius. Kelembaban udara mencapai 80,2 hingga 99,4 persen dengan tekanan udara antara 873 hingga 918,5 mmHg. Curah hujan harian tercatat sebanyak 5 mm.

Petugas mengamati asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tebal yang membumbung setinggi 100 meter di atas puncak kawah.

Gunung Merapi juga mengeluarkan 92 kali gempa guguran dengan amplitudo 2 hingga 20 mm dan durasi 29 hingga 205,65 detik.

BPPTKG mendeteksi 3 kali gempa frekuensi rendah (low frekuensi), 103 kali gempa hybrid/fase banyak, dan 2 kali gempa tektonik jauh. Petugas juga melaporkan 10 kali guguran lava pijar ke arah barat daya yang mengarah ke Kali Bebeng, Krasak, dan Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.900 meter.

Baca juga  UAJY Kirim 20 Mahasiswa KKN Tematik ke Bukit Turgo, Perkuat Konservasi Biodiversitas Bersama Masyarakat

Kepala BPPTKG menyatakan suplai magma Gunung Merapi masih berlangsung dan dapat memicu terjadinya awan panas guguran (APG) kapan saja.

Petugas mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya. Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi tetap di Level III Siaga.

Lava Pijar Gunung Merapi pada Jumat Pagi

Pada periode pengamatan selanjutnya, Jumat dinihari pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, Gunung Merapi kembali menampakkan aktivitas yang tidak kalah menegangkan. BPPTKG melaporkan cuaca cerah dan mendung dengan angin bertiup tenang ke timur.

Suhu udara tercatat antara 15,6 hingga 19,4 derajat Celcius dengan kelembaban udara 98,2 hingga 99,9 persen. Tekanan udara berkisar antara 873,7 hingga 918 mmHg.

Petugas mengamati asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi asap mencapai 100 meter di atas puncak kawah.

Pada periode ini, Gunung Merapi mencatat 24 kali gempa guguran dengan amplitudo 2 hingga 20 mm dan durasi 47,08 hingga 156,41 detik. Selain itu, petugas juga mendeteksi 2 kali gempa frekuensi rendah dan 21 kali gempa hybrid/fase banyak.

Baca juga  Satpol PP Kulon Progo Tertibkan Puluhan Reklame Liar di Tiga Kapanewon, Wujudkan Ruang Publik yang Rapi dan Indah

Dalam enam jam pengamatan tersebut, BPPTKG melaporkan 13 kali guguran lava pijar yang meluncur ke arah barat daya menuju Kali Sat/Putih, Bebeng, dan Krasak. Jarak luncur maksimum guguran lava mencapai 1.800 meter.

Potensi bahaya Gunung Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan hingga barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 km.

Selain itu, BPPTKG menegaskan, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi lahar hujan dan gangguan akibat abu vulkanik, terutama saat hujan mengguyur kawasan Merapi.

Petugas BPPTKG berkomitmen untuk terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas signifikan, BPPTKG akan segera melakukan evaluasi ulang tingkat aktivitas dan memberikan peringatan resmi kepada pemerintah daerah dan masyarakat sekitar. (ef linangkung)

Baca juga  Dua Kali Awan Panas Gunung Merapi Terjadi dalam Selang Menit, Warga Diminta Waspada Penuh

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya