
KabarJawa.com – Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) kembali melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dengan menerjunkan 20 mahasiswa ke Dusun Turgo, Kalurahan Purwobinangun, pada Kamis (2/7/2026). Bersamaan dengan itu, universitas juga secara resmi meluncurkan Program Bestari Saintek Living Lab Biodiversitas Bukit Turgo sebagai upaya memperkuat pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus memberdayakan masyarakat setempat melalui kolaborasi lintas lembaga.
Program tersebut merupakan hasil sinergi antara UAJY, Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Pemerintah Kalurahan Purwobinangun, serta sejumlah mitra yang memiliki perhatian terhadap pengembangan konservasi dan potensi lokal. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu mendukung berbagai kegiatan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan keterlibatan warga dalam menjaga kekayaan biodiversitas Bukit Turgo.
Kolaborasi Berbagai Pihak Dukung Pelestarian Bukit Turgo
Peluncuran program berlangsung dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Sejumlah tokoh masyarakat turut hadir bersama Ketua dan Tim Living Lab Biodiversitas Bukit Turgo, Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Endemic Indonesia Society, serta Kelompok Kreatif Acacia.
Program Living Lab Biodiversitas Bukit Turgo dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan dunia akademik, pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam mengembangkan berbagai inovasi berbasis konservasi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan manfaat yang berkelanjutan bagi kawasan maupun masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Mahasiswa Jalankan Program Selama Satu Bulan
Pelaksanaan KKN Tematik berlangsung selama satu bulan, mulai 2 Juli hingga 2 Agustus 2026. Sebanyak 20 mahasiswa akan menjalankan berbagai kegiatan di RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04 Dusun Turgo.
Selama berada di lokasi, mahasiswa akan terlibat dalam sejumlah program yang telah disusun bersama mitra. Fokus kegiatan meliputi inventarisasi biodiversitas dan etnobotani, pengembangan informasi birdwatching, pemanfaatan tanaman lokal, kegiatan pendidikan, hingga diseminasi pengetahuan yang bertujuan menjaga kelestarian biodiversitas sekaligus mengembangkan potensi lokal secara bertanggung jawab.
Program ini juga dirancang tidak berhenti setelah masa KKN selesai. Mahasiswa memiliki kesempatan untuk kembali ke Bukit Turgo sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program yang telah dijalankan bersama masyarakat.
UAJY Sebut Program Memasuki Tahun Ketiga
Dekan Fakultas Teknobiologi (FTb), apt. Ines Septi Arsiningtyas, S.Farm., M.Sc., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang selama ini mendukung penyelenggaraan program. Menurutnya, kegiatan tersebut telah memasuki tahun ketiga sebagai bentuk implementasi kerja sama yang terus dikembangkan.
“Kegiatan KKN di Bukit Turgo kali ini sudah memasuki tahun ke-3 sebagai salah salah satu implementasi perjanjian kerja sama antara FTb UAJY dengan Balai Taman Nasional Gunung Merapi serta dengan Kalurahan Purwobinangun. Kami melihat bahwa kegiatan ini, walaupun skalanya kecil, tetapi berkelanjutan. Harapannya dengan adanya kegiatan ini, bisa membawa manfaat bagi masyarakat,” jelas Ines.
Ia menilai keberlanjutan menjadi nilai penting dalam program tersebut karena setiap tahun mampu menghadirkan kontribusi nyata, baik bagi masyarakat maupun pengembangan kawasan konservasi di Bukit Turgo.
Penandatanganan Komitmen Tandai Dimulainya Program
Rangkaian pembukaan program ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai simbol dukungan seluruh pihak terhadap keberlangsungan Living Lab Biodiversitas Bukit Turgo.
Selanjutnya dilakukan penerjunan mahasiswa KKN Tematik secara simbolis melalui pengalungan kartu identitas (ID Card) KKN. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian harapan dari warga serta para mitra pendukung sebelum ditutup melalui sesi ramah tamah.
Momentum tersebut menjadi awal pelaksanaan berbagai kegiatan kolaboratif yang akan berlangsung selama satu bulan penuh di Dusun Turgo.
Mahasiswa Ingin Tingkatkan Kesadaran Warga terhadap Biodiversitas
Salah seorang peserta KKN Tematik, Angela Merici Wida Putri, berharap keberadaan mahasiswa mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kekayaan hayati yang berada di lingkungan sekitar mereka.
“Aku harap dengan kegiatan ini, masyarakat jadi bisa mengenal tumbuhan dan hewan yang tumbuh dan hidup di sekeliling mereka, bahwa banyak yang bisa dimanfaatkan. Tidak dengan eksploitasi, tetapi dengan bijak,” ungkap Merici.
Melalui Program Bestari Saintek Living Lab Biodiversitas Bukit Turgo dan penerjunan mahasiswa KKN Tematik 2026, seluruh pihak berharap kawasan tersebut berkembang menjadi ruang pembelajaran dan inovasi yang adaptif serta partisipatif. Program ini juga diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mendukung upaya konservasi biodiversitas secara berkelanjutan dalam jangka panjang.