Dua Kali Awan Panas Gunung Merapi Terjadi dalam Selang Menit, Warga Diminta Waspada Penuh

Bagikan :
Awan Panas Gunung Merapi/Foto: Kementrian ESDM

KabarJawa.com– Aktivitas vulkanik yang tampak tenang sejak pagi mendadak berubah tegang ketika dua kali awan panas guguran meluncur dalam rentang waktu hanya 15 menit, Kamis (9/4/2026).

Peristiwa ini kembali mengingatkan publik bahwa Merapi belum benar-benar beristirahat.

Awan Panas Gunung Merapi

Tepat pukul 14.17 WIB, awan panas pertama tercatat meluncur dari puncak. Guguran tersebut melesat sejauh sekitar 1.700 meter ke arah hulu Kali Boyong. Data menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 13 mm dengan durasi cukup panjang, yakni 152,19 detik.

Dalam hitungan detik, material panas yang terdiri dari gas, abu, dan batu pijar bergerak cepat menuruni lereng. Meski tidak mencapai permukiman, peristiwa ini tetap memicu kewaspadaan tinggi di wilayah sekitar.

Belum sempat situasi benar-benar reda, awan panas kedua kembali terjadi pada pukul 14.32 WIB. Guguran kali ini juga menempuh jarak luncur sekitar 1.700 meter, namun mengarah ke hulu Kali Sat/Putih.

Amplitudo maksimum tercatat 11 mm dengan durasi bahkan lebih lama, yakni 161,89 detik.

Baca juga  Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi: Dua Kali Awan Panas Meluncur dalam Sepekan, Kubah Lava Gunung Merapi Alami Perubahan

Rentetan dua kejadian dalam waktu singkat ini menegaskan bahwa suplai magma di tubuh Merapi masih aktif dan dinamis. Aktivitas tersebut menjadi sinyal bahwa potensi bahaya belum menurun.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santosa, menegaskan bahwa kondisi Merapi saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.

Ia menjelaskan bahwa data pemantauan menunjukkan suplai magma terus berlangsung dan berpotensi memicu awan panas guguran sewaktu-waktu.

“Potensi awan panas dan guguran lava masih sangat mungkin terjadi di dalam kawasan bahaya,” ujarnya.

Aktivitas Sejak Pagi

Sebelum kejadian siang hari, laporan aktivitas periode 06.00–12.00 WIB sebenarnya sudah menunjukkan peningkatan dinamika Merapi.

Tercatat 31 kali gempa guguran dengan amplitudo mencapai 31 mm dan durasi hingga 164 detik. Selain itu, terjadi 16 gempa hybrid yang menandakan pergerakan fluida magma di dalam gunung.

Satu kali guguran lava juga teramati meluncur ke arah Kali Krasak sejauh 1.800 meter. Meski visual gunung tertutup kabut dan tidak menunjukkan asap kawah, aktivitas internal tetap berlangsung intens.

Baca juga  Pemda DIY Buka Lomba Desain Logo HUT ke-271 Jogja: Total Hadiah 18 Juta, Begini Cara Daftarnya

BPPTKG menegaskan bahwa potensi bahaya saat ini masih terkonsentrasi pada sektor selatan hingga barat daya. Sungai Boyong memiliki potensi jangkauan awan panas hingga 5 kilometer, sementara Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng mencapai 7 kilometer.

Di sektor tenggara, Sungai Woro berpotensi terdampak hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. Selain itu, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak jika terjadi letusan eksplosif.

Pemerintah dan BPPTKG meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan rawan bencana. Warga juga diminta menjauhi alur sungai yang berhulu di Merapi, terutama saat hujan turun karena berpotensi terjadi lahar.

Selain ancaman langsung, masyarakat juga perlu mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik yang dapat memengaruhi kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

Rentetan awan panas siang itu menjadi pengingat nyata bahwa Merapi masih aktif dan berpotensi membahayakan. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya