
KabarJawa.com – Suasana tenang di bantaran Sungai Progo, Dusun Singgelo, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, berubah mencekam pada Minggu (7/6/2026) dini hari.
Seorang pria bernama Budi, warga Gunungsaren Kidul, Trimurti, Srandakan, dilaporkan diduga tenggelam setelah sebelumnya terlihat berada di sekitar lokasi dan terdengar berteriak meminta pertolongan dari arah sungai.
Laporan mengenai dugaan orang tenggelam diterima aparat sekitar pukul 05.00 WIB. Informasi awal datang dari warga yang mengetahui kejadian tersebut dan segera menghubungi pihak berwenang agar proses penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Hingga Minggu pagi, lokasi kejadian masih menjadi perhatian warga sekitar yang berdatangan untuk mencari informasi perkembangan pencarian korban.
Korban Sempat Terlihat Sempoyongan di Tepi Sungai
Berdasarkan keterangan saksi, rangkaian peristiwa bermula sekitar pukul 02.00 WIB.
Saat itu, Alit Permono yang hendak memancing di kawasan Sungai Progo melihat korban berada di tepi sungai dalam kondisi tidak stabil. Korban disebut tampak sempoyongan saat berdiri di sekitar bantaran.
Melihat kondisi tersebut, saksi berusaha mengingatkan dan menyarankan korban untuk pulang demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Korban kemudian meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor menuju arah utara. Situasi sempat kembali normal.
Namun sekitar satu jam kemudian, peristiwa yang lebih mengkhawatirkan terjadi.
Saksi Mengaku Melihat Korban Masuk ke Sungai
Sekitar pukul 03.00 WIB, saksi lain bernama Bangun Santoso melihat seseorang yang diduga korban menyeburkan diri ke aliran Sungai Progo.
Karena kondisi lokasi masih gelap dan minim penerangan, saksi sempat mengira korban sedang berenang.
Tak lama setelah itu, suasana hening dini hari mendadak pecah oleh suara seseorang yang berteriak meminta tolong dari arah sungai. Teriakan tersebut terdengar cukup jelas.
Namun gelapnya lokasi dan jarak pandang yang terbatas membuat warga kesulitan memastikan posisi korban maupun memberikan pertolongan secara cepat.
Suara minta tolong itu kemudian menjadi petunjuk awal bahwa telah terjadi situasi darurat di aliran Sungai Progo.
Warga dan Polisi Lakukan Pengecekan
Saat kondisi mulai terang, Alit Permono bersama saksi lainnya, Riki Oktafio, melakukan pengecekan di sekitar lokasi.
Keduanya kemudian berkoordinasi dengan warga dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Srandakan sekitar pukul 05.00 WIB.
Petugas yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal serta meminta keterangan dari para saksi.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan adanya laporan dugaan orang tenggelam di Sungai Progo wilayah Poncosari, Srandakan.
Menurutnya, polisi telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur sembari mengumpulkan informasi yang diperlukan.
Barang Milik Korban Ditemukan di Lokasi
Dalam proses pemeriksaan awal, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban di sekitar bantaran sungai.
Barang-barang tersebut antara lain:
- Satu unit sepeda motor Honda Impresa nomor polisi AB 4662 PC
- Tas warna hitam
- Botol air mineral
- Satu joran pancing
- Satu unit telepon genggam Android
Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa korban sempat berada di area sekitar sungai sebelum dilaporkan hilang.
Data Singkat Kejadian
| Keterangan | Informasi |
|---|---|
| Hari/Tanggal | Minggu, 7 Juni 2026 |
| Lokasi | Dusun Singgelo, Poncosari, Srandakan |
| Waktu Awal | Sekitar 02.00 WIB |
| Laporan Masuk | Sekitar 05.00 WIB |
| Identitas Korban | Budi |
| Alamat | Gunungsaren Kidul, Trimurti, Srandakan |
| Barang Ditemukan | Motor, tas, joran pancing, HP |
Warga Menunggu Kabar Perkembangan
Hingga pembaruan terbaru pada Minggu pagi, proses penanganan dan pendalaman informasi masih berlangsung.
Keterangan para saksi menjadi bagian penting untuk membantu mengungkap rangkaian kejadian yang terjadi sejak dini hari hingga laporan masuk ke kepolisian.
Peristiwa ini juga kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada malam hingga dini hari ketika kondisi pencahayaan terbatas dan situasi sekitar sulit dipantau secara maksimal.