
Restu Aji, warga Kalurahan Pulutan, Kapanewon Wonosari, menuturkan detik-detik dirinya hampir tertipu. Ia mengatakan mertuanya berkenalan dengan seorang pria yang dikenalkan oleh Kepala Dusun Ngaliyan. Pria tersebut mengaku punya akses langsung ke lingkaran pemerintahan Endah Subekti.
Pelaku meyakinkan keluarga Aji dengan janji manis. Pelaku mengatakan sang istri bisa menjadi pegawai di Dinas Pemberdayaan Perempuan. Pelaku menyebut ada jalur khusus yang mampu menembus birokrasi dengan cepat asalkan keluarga menyerahkan sejumlah uang.
“Awalnya pelaku meminta Rp3 juta untuk syarat administrasi,” kata Aji dengan nada getir saat ditemui wartawan di rumahnya pada Selasa, 8 Juli 2025 siang.
Namun permintaan pelaku terus meningkat. Tidak tanggung-tanggung, pelaku menaikkan jumlah uang menjadi Rp10 juta dengan alasan untuk mempercepat proses pengangkatan istrinya sebagai ASN.
Aji mulai curiga ketika pelaku meminta foto istrinya pada hari Sabtu. Pelaku beralasan foto tersebut untuk melengkapi berkas kepegawaian di kantor pemerintah.
“Saya merasa aneh. Kenapa berkas justru diminta hari libur? Di situ saya mulai menelusuri lebih dalam,” ungkap Aji.
Aji tidak tinggal diam. Ia menggali informasi dari berbagai pihak, termasuk pegawai di lingkungan Pemkab Gunungkidul. Ia menemukan bahwa tidak ada proses rekrutmen ASN melalui jalur seperti yang disebut pelaku.
“Saya akhirnya memutuskan meminta kembali uang yang sudah saya serahkan,” ujar Aji.
Ia bersyukur karena proses mediasi berjalan lancar. Uang yang sudah diberikan berhasil dikembalikan kepada pihak keluarga tanpa menimbulkan keributan besar.
Kasus penipuan dengan modus mengatasnamakan pejabat daerah bukan kali pertama terjadi di Gunungkidul. Praktik semacam ini terus berulang dengan iming-iming pengangkatan ASN yang menjadi mimpi banyak orang.
Hingga berita ini diterbitkan, Aji belum melaporkan kasus tersebut ke polisi. Namun ia menegaskan akan melaporkan jika pelaku mengulangi modus serupa di kemudian hari.
Aji meminta masyarakat lebih waspada. Ia berharap tidak ada korban berikutnya yang terjebak rayuan penipu berkedok orang dekat pejabat.
“Saya ingin masyarakat tidak gampang percaya janji yang melibatkan uang besar. Ini bisa menghancurkan masa depan keluarga,” tegas Aji.