
KabarJawa.com – Luapan sungai bawah tanah kembali memicu banjir di kawasan Pantai Baron, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat siang.
Derasnya aliran air menyebabkan sejumlah kapal nelayan yang bersandar di dermaga pantai tenggelam, bahkan satu di antaranya dilaporkan hilang terbawa arus ke laut.
Sekretaris SAR Sat Linmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron, Surisdianto, mengatakan debit air dari sungai bawah tanah yang bermuara di Pantai Baron, ditambah aliran sungai di atas tebing, masih tergolong tinggi hingga Sabtu pagi.
“Sedikitnya lima kapal atau perahu nelayan tenggelam akibat derasnya arus. Dari jumlah itu, satu kapal hilang terbawa arus ke tengah laut,” ujar Surisdianto.
Ia menjelaskan, arus banjir menerjang area dermaga tempat kapal-kapal nelayan diparkir. Setelah subuh, para nelayan bersama petugas SAR dan relawan berupaya mengevakuasi kapal yang tenggelam ke lokasi yang lebih aman. Namun, hujan yang masih turun membuat proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Ketua Kelompok Nelayan Pantai Baron, Sugeng Titin, menambahkan bahwa dalam tiga hari terakhir para nelayan memilih tidak melaut dan memarkir kapal di dermaga karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
“Kami tidak berani melaut karena cuaca buruk. Meskipun melaut adalah sumber penghasilan utama, keselamatan tetap menjadi prioritas,” kata Sugeng.
Warga sekitar melaporkan, sejak Jumat sore air sungai bawah tanah naik drastis hingga meluap melewati tanggul dan menggenangi area di sekitar pantai, bahkan merendam sejumlah rumah di bagian hilir.
Aparat SAR, Linmas, serta unsur relawan segera melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah evakuasi bagi warga yang terdampak.
Selain menimbulkan kerugian material berupa kapal nelayan yang tenggelam dan rusak, kejadian ini juga memicu kekhawatiran akan keselamatan nelayan, khususnya terkait satu kapal yang hilang terseret arus ke laut.
Tim SAR terus melakukan koordinasi dengan nelayan dan memantau perairan sekitar untuk memastikan tidak ada korban jiwa.
Warga dan nelayan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi yang berpotensi memicu luapan sungai bawah tanah.
Pemerintah daerah juga diharapkan segera mengevaluasi kondisi tanggul dan sistem drainase di kawasan Pantai Baron guna meminimalkan risiko banjir dan kerugian di masa mendatang.
Banjir di Pantai Baron kembali menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dan dinamika aliran sungai bawah tanah di wilayah pesisir Gunungkidul.