
KABARJAWA – Puluhan pelajar dari tiga sekolah di Bantul nyaris membuat keonaran besar pada Jumat sore (25/7/2025).
Polisi bergerak cepat membubarkan kelompok pelajar tersebut sebelum mereka bentrok di Jalan Parangtritis. Petugas juga menangkap dua orang yang diduga menjadi provokator.
Sekitar pukul 16.45 WIB, personel Polsek Pundong menerima informasi tentang sekelompok remaja yang bergerombol di Jalan Siluk Kretek, Dusun Dukuh, Seloharjo, Pundong, Bantul.
Bhabinkamtibmas Seloharjo, Sutriyono, bersama Kepala Dusun Dukuh, Suhar, segera mendatangi lokasi.
Polisi Bubarkan Puluhan Pelajar
Petugas mendapati dua pelajar SMP Muhammadiyah Imogiri yang sudah menyiapkan barang-barang berbahaya. Mereka adalah YPM (14), pelajar kelas IX yang tinggal di Payaman Selatan RT 03 Girirejo Imogiri Bantul, dan KLS (14), pelajar kelas IX yang tinggal di Nogosari I RT 2 Wukirsari Imogiri Bantul.
Polisi menyita sepeda motor Yamaha N-Max putih AB 2769 IB yang mereka gunakan. Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu gasper biru hitam sepanjang 70 cm dan satu selang yang berujung paku dengan panjang sekitar 1 meter. Polisi memastikan kedua barang itu akan menjadi senjata saat tawuran.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, rombongan pelajar tersebut berasal dari SMP 2 Imogiri, SMP Muhammadiyah Imogiri, dan SMP 2 Pleret.
Kronologi Kejadian
Sekitar 30 pelajar kelas IX awalnya sepakat bertemu untuk bermain futsal di AA Futsal. Namun, di balik agenda olahraga itu, mereka ternyata merencanakan tawuran.
Tawuran tersebut terpicu ejekan antara Seno, siswa SMP 2 Imogiri, dengan siswa SMP 2 Pundong. Keduanya sepakat bertanding futsal, lalu melanjutkan dengan tawuran di Jalan Parangtritis.
Para pelajar kemudian berkumpul di depan SMP 2 Pleret dan bergerak menuju lokasi bentrok.
Saat melintas di Dusun Dukuh, Seloharjo, salah satu rombongan melempar botol kaca ke halaman rumah warga. Tindakan itu membuat warga marah dan menyiapkan diri untuk menghadang. Rombongan kemudian melaju ke selatan hingga pertigaan jembatan Sogun.
Namun, saat melintasi bulak sawah Dusun Gunungpuyuh, satu motor Honda PCX putih AB 5991 BO yang dikendarai Farrel Andrian Sanjaya (19), pelajar kelas XII SMK Muhammadiyah 1 Bantul, mengalami kecelakaan.
Farrel membonceng Angga Akram Dhiyaudin Umari (19), lulusan SMAN 1 Imogiri 2025 yang tinggal di Sindet Trimulyo Jetis Bantul.
Mereka panik karena melihat banyak polisi yang sedang berjaga untuk mengamankan prosesi pemakaman anggota Polres Gunungkidul yang meninggal dunia, sehingga mereka putar balik.
Setelah rombongan putar balik dan kembali ke Jalan Siluk Kretek, warga Dukuh yang marah langsung menghadang mereka. Warga berhasil mengamankan dua pelajar SMP Muhammadiyah Imogiri beserta motor dan senjata rakitan mereka.
Polisi kemudian membawa kedua pelajar beserta barang bukti ke Polsek Pundong. Polisi juga memanggil orangtua pelaku dan meminta mereka membuat surat pernyataan agar kejadian serupa tidak terulang.
Sementara itu, kasus kecelakaan lalu lintas PCX putih tersebut diserahkan ke Satlantas Polres Bantul untuk penanganan lebih lanjut. (ef linangkung)