DIY Miliki 245 Warisan Budaya Takbenda Terbanyak di Indonesia, dari Tradisi Lisan hingga Kerajinan yang Terus Hidup

Bagikan :
Seni pertunjukan tradisional di Yogyakarta yang menjadi bagian dari 245 Warisan Budaya Takbenda Indonesia. (Ist)

 

KabarJawa.com – Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kebudayaan tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu. Tradisi, seni, dan pengetahuan lokal terus hidup dalam keseharian masyarakat.

Dari cerita rakyat yang dituturkan lintas generasi, alunan gamelan yang tetap bergema, hingga tangan-tangan terampil perajin yang menjaga teknik warisan leluhur, Yogyakarta menjelma sebagai ruang hidup kebudayaan Nusantara.

Hingga 2025, DIY tercatat sebagai provinsi dengan jumlah Warisan Budaya Takbenda (WBTb) terbanyak di Indonesia. Pemerintah menetapkan 245 karya budaya asal Yogyakarta sebagai WBTb Indonesia.

Capaian ini menegaskan peran DIY sebagai pusat pelestarian, pengembangan, dan pewarisan nilai budaya secara berkelanjutan.

Jumlah tersebut tidak sekadar merepresentasikan kuantitas. Setiap karya budaya memuat nilai, pengetahuan, filosofi, serta identitas masyarakat yang diwariskan lintas generasi dan terus dipraktikkan hingga hari ini.

Kebudayaan yang Hidup dan Terus Bergerak

DIY menunjukkan bahwa kebudayaan bukanlah entitas statis. Tradisi lisan, seni pertunjukan, ritus adat, permainan rakyat, hingga kerajinan tradisional terus berkembang mengikuti perubahan zaman.

Pelestarian dilakukan tidak hanya melalui upacara adat, tetapi juga lewat pendidikan, kehidupan sosial, serta penguatan sektor ekonomi kreatif.

Baca juga  3 Lokasi Wisata Paling Kekinian di Jogja Tahun 2025 yang Cocok Buat Santai dan Foto-Foto

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menyatakan bahwa capaian 245 WBTb mencerminkan kuatnya ekosistem kebudayaan di Yogyakarta.

“Total WBTb Indonesia dari DIY mencapai 245 karya budaya. Di dalamnya termasuk warisan budaya yang telah diakui dunia serta yang diusulkan bersama di tingkat UNESCO, seperti batik, keris, wayang, dan gamelan,” ujar Dian Lakshmi Pratiwi di Kantor Dinas Kebudayaan DIY.

Ia menambahkan, masyarakat DIY tidak hanya berperan sebagai pewaris, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam menjaga keberlanjutan budaya. Tradisi dipraktikkan secara aktif, mulai dari lingkungan keluarga hingga ruang publik.

Dari Tradisi Lisan hingga Seni Pertunjukan

Warisan Budaya Takbenda DIY mencakup berbagai kategori. Tradisi lisan seperti cerita rakyat, tembang macapat, dan ungkapan adat tetap hidup melalui tuturan para sesepuh dan seniman. Seni pertunjukan seperti wayang kulit, ketoprak, serta sendratari Ramayana terus menarik perhatian lintas generasi.

Ritus adat seperti labuhan, grebeg, dan upacara tradisi keraton juga masih dijalankan secara rutin. Setiap prosesi dimaknai sebagai pengingat hubungan manusia dengan alam, leluhur, dan Sang Pencipta.

Baca juga  Demo di Mapolda DIY Mereda Usai Sempat Memanas, 3 Mahasiswa Dikembalikan ke Rektorat Kampus

Di bidang kerajinan, perajin batik, empu keris, pengrajin perak, hingga pembuat gamelan terus menjaga teknik, motif, dan filosofi yang telah diwariskan selama ratusan tahun. Mereka beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai dasar budaya.

Sejumlah WBTb asal DIY telah memperoleh pengakuan internasional. Batik, keris, wayang, dan gamelan tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Pengakuan tersebut lahir melalui proses panjang yang melibatkan komunitas, akademisi, dan pemerintah.

Pemerintah Daerah DIY terus mendorong inventarisasi, pendokumentasian, serta pengusulan WBTb baru setiap tahun. Langkah ini bertujuan melindungi budaya dari kepunahan sekaligus memperkuat identitas daerah di tingkat nasional dan global.

Menjaga Identitas di Tengah Arus Zaman

Di tengah modernisasi dan globalisasi, DIY meneguhkan jati dirinya melalui penguatan pelestarian budaya. Pemerintah daerah menggandeng komunitas, seniman, serta generasi muda agar warisan takbenda tetap relevan dan berkelanjutan.

Melalui pendidikan budaya, festival seni, hingga pemanfaatan teknologi digital, generasi muda diajak tidak hanya mengenal, tetapi juga mencintai dan menghidupkan kebudayaan.

Dengan 245 Warisan Budaya Takbenda, Yogyakarta tidak sekadar mencatat prestasi, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa budaya akan terus hidup selama dijaga bersama.

Baca juga  Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1 Kilometer pada Minggu Malam, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi

Di DIY, masa lalu, masa kini, dan masa depan bertemu dalam denyut kebudayaan yang tidak pernah padam.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid