Piodalan ke-7 Griya Windunada: Momentum Pengabdian Umat dalam Menjaga Harmoni Kehidupan Berlandaskan Tradisi Leluhur

Bagikan :
Piodalan ke-7 Griya Windunada/Foto: Istimewa

KabarJawa.com– Suasana hening menyelimuti Griya Windunada saat umat Hindu berkumpul merayakan piodalan ke-7 yang jatuh pada Purnama Kawolu, Senin, 2 Februari 2026.

Denting genta, harum dupa, dan lantunan mantra menyatu dalam satu napas spiritual yang menghadirkan rasa damai sekaligus kekhidmatan mendalam.

Perayaan ini tidak sekadar menandai perjalanan waktu sebuah tempat suci, tetapi juga menegaskan komitmen pengabdian kepada umat dalam menjaga harmoni kehidupan yang diwariskan oleh tradisi leluhur.

Griya Windunada mengawali perjalanannya secara sakral melalui upacara ngenteg linggih pada 20 Januari 2019. Sebanyak 11 Sulinggih memimpin prosesi suci tersebut dengan disaksikan unsur pemerintah dan aparat setempat.

Sejak saat itu, Griya Windunada menetapkan Purnama Kawolu sebagai hari pujawali tetap, sebuah keputusan spiritual yang terus dijaga dengan penuh tanggung jawab hingga memasuki tahun ketujuh penyelenggaraan piodalan.

Piodalan ke-7 Griya Windunada

Pada piodalan ke-7 ini, umat memusatkan pemujaan kepada Shri Bhagavan Visvakarma, manifestasi Tuhan sebagai sumber penciptaan, keterampilan, dan keseimbangan kosmis. Griya Windunada mengusung ajaran Tri Hita Karana sebagai landasan spiritual utama.

Baca juga  Mantan Bupati Sleman Sri Purnomo Dituntut 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Hibah Pariwisata Rp10,9 Miliar

Filosofi luhur ini menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, alam semesta, dan sesama manusia sebagai kunci tercapainya kebahagiaan serta kesejahteraan lahir dan batin.

Rangkaian upacara Parahyangan berlangsung dengan tertib dan penuh makna. Umat mempersembahkan Byakala, Dhurmenggala, Prayascita, Pengulapan, serta berbagai banten suci lainnya sebagai simbol penyucian menyeluruh.

Prosesi ini memaknai upaya membersihkan Buana Agung atau Jagat Gede, sebelum umat memohon kehadiran dan restu Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta seluruh manifestasi-Nya.

Setiap tahapan upacara mengajarkan kesadaran akan pentingnya kesucian niat dan ketulusan hati dalam menjalani kehidupan. Komitmen menjaga keseimbangan tidak berhenti pada ranah spiritual semata.

Semangat Kebersamaan

Griya Windunada mewujudkan nilai Palemahan melalui aksi nyata pelestarian alam. Panitia piodalan menanam enam pohon Kalpataru dan tiga pohon Bodhi, dua simbol kehidupan dan kebijaksanaan dalam tradisi Hindu.

Selain itu, umat juga melepasliarkan 18 burung perkutut dan sembilan ikan endemik Sungai Boyong sebagai bentuk kepedulian terhadap kelangsungan ekosistem. Aksi ini menegaskan bahwa menjaga alam merupakan bagian tak terpisahkan dari praktik keimanan.

Baca juga  Tradisi Piring Terbang Meriahkan Bronto Fest #3 di Yogyakarta, Wujud Harmoni Budaya dan Ekonomi Warga Yogyakarta

Nilai Pawongan atau keharmonisan antar manusia tercermin kuat dalam prosesi panugrahan kepada 11 pemedek yang mengikuti upacara. Para pemedek menjalani proses pembersihan tujuh cakra dan panglukatan menggunakan tirta suci.

Melalui ritual ini, umat berupaya menyucikan diri dari kotoran lahir dan batin, menumbuhkan kejernihan pikiran, serta memperkuat keseimbangan emosional dan spiritual dalam menghadapi dinamika kehidupan modern.

Semangat kebersamaan dalam piodalan ke-7 Griya Windunada juga melampaui batas komunitas internal. Pada 4 Februari 2026, Griya Windunada menyerahkan donasi pohon Kalpataru kepada beberapa gereja berikut.

  • GKJ Rewulu
  • GKJ Demak Ijo
  • GKJ Gamping
  • Pohon Tabebuya kepada Gereja Katolik Santa Maria Assumpta Gamping

Penyerahan ini berlangsung bertepatan dengan Pekan Doa Sedunia, menjadikannya simbol kuat persaudaraan, dialog lintas iman, dan komitmen bersama dalam merawat bumi serta nilai kemanusiaan di wilayah Sleman.

Melalui perayaan piodalan ke-7 ini, tutur Shri Bhagavan Visvakarma, Griya Windunada kembali menegaskan peran sebagai pusat spiritual yang tidak hanya menjaga kesucian ritual, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai luhur leluhur dalam kehidupan nyata.

Baca juga  Suhu Merapi Menyentuh 13,7°C, BPPTKG Catat 23 Kali Guguran Lava Pijar Sepanjang Jumat hingga Sabtu Dini Hari

Griya Windunada menghadirkan ruang perjumpaan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta, sekaligus menanamkan semangat toleransi, kepedulian.

“Ini pengabdian kepada umat demi terciptanya harmoni kehidupan yang berkelanjutan,” ujarnya. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid