Pertumbuhan Ekonomi DIY 2025 Tembus 5,49 Persen: Konstruksi dan Konsumsi Rumah Tangga jadi Motor Utama

Bagikan :
Pertumbuhan Ekonomi DIY 2025/Foto Ilustrasi: Freepik

KABARJAWA – Perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menunjukkan peningkatan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat, ekonomi DIY pada triwulan II-2025 melesat 5,49 persen secara tahunan (y-on-y) dan menguat 5,30 persen sepanjang semester pertama tahun ini (c-to-c).

Angka ini menempatkan DIY sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa, mengungguli provinsi besar seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta.

Plt Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati, menegaskan bahwa capaian ini tidak datang begitu saja.

“Pertumbuhan ini bukti bahwa fondasi ekonomi DIY tetap terjaga dan motor penggeraknya bekerja maksimal. Konstruksi, informasi dan komunikasi, serta akomodasi dan makan minum menjadi penyumbang terbesar,” ujarnya.

Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi DIY 2025

Lapangan usaha konstruksi mencatat pertumbuhan paling bertenaga. Proyek jalan tol Jogja–Solo, Jogja–Bawen, hingga perbaikan jalan di Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Sleman menjadi pendorong utama.

Akselerasi proyek infrastruktur bukan hanya mempercepat konektivitas antarwilayah, tetapi juga menyuntikkan energi ke sektor lain seperti logistik, properti, dan jasa pendukung.

Baca juga  Kasus Hogi Minaya, Dosen FH UMY Nilai Salah Tafsir Actus Reus dan Mens Rea Berpotensi Kaburkan Posisi Korban dan Pelaku

Herum menjelaskan, konstruksi menyumbang 0,91 persen terhadap pertumbuhan ekonomi triwulan II-2025. Saat ini DIY sedang menyaksikan fase pembangunan yang mengubah wajah propinsi istimewa ini.

“Efek ganda dari proyek-proyek ini sangat besar,” tegasnya.

Libur panjang Idulfitri, Iduladha, dan musim liburan sekolah mendorong lonjakan wisatawan nusantara ke DIY sebesar 4,13 persen pada semester I-2025. Lonjakan ini langsung mengerek industri penyediaan akomodasi dan makan minum.

Event besar seperti Artjog 2025, Mandiri Jogja Marathon dengan 9.200 peserta dari 18 negara, hingga festival budaya di Museum Sonobudoyo menjadi magnet utama.

Peningkatan kunjungan wisatawan mendorong permintaan produk makanan dan minuman lokal. Ekspor pakaian jadi, barang kulit, minuman, dan perabot rumah tangga juga meningkat, memberi napas segar bagi industri pengolahan.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi motor pertumbuhan dengan kontribusi 2,40 persen (y-on-y).

Momentum cuti bersama dan tahun ajaran baru memicu belanja untuk makanan-minuman, transportasi, rekreasi, hingga pendidikan.

Nilai impor barang konsumsi juga melonjak 45,32 persen, menandakan daya beli masyarakat masih tinggi.

Baca juga  Ekonomi DIY Meroket di Triwulan II 2025: Konstruksi Melonjak, Konsumsi Rumah Tangga jadi Penopang Utama

Selain konsumsi rumah tangga, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh signifikan 8,23 persen, didorong pembangunan infrastruktur dan investasi perumahan.

“Kombinasi konsumsi dan investasi menjadi duet maut yang menjaga laju pertumbuhan DIY,” kata Herum.

Meski mayoritas sektor tumbuh positif, pertanian, kehutanan, dan perikanan justru mengalami kontraksi akibat pergeseran pola panen pasca El Nino. Produksi padi anjlok 36,30 persen, jagung turun 35,65 persen, dan ubi kayu merosot 22,55 persen.

Namun, komoditas hortikultura seperti cabai merah, bawang merah, dan semangka justru meningkat, demikian pula produksi cengkeh dan kopi robusta.

DIY jadi Jawara Pertumbuhan Pulau Jawa

Secara spasial, Pulau Jawa masih menjadi pusat perekonomian nasional dengan kontribusi 56,93 persen.

Namun, DIY menjadi yang tercepat tumbuh, mengungguli Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, hingga DKI Jakarta.

“Kita harus menjaga momentum ini. Sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar pertumbuhan ini tidak hanya tinggi di angka, tapi juga terasa di kesejahteraan,” pungkasnya. (ef linangkung)

Baca juga  NEO-X: Revolusi Intelligent Enterprise dan Solusi Mutakhir Pendidikan TI di Indonesia

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid