Ekonomi DIY Meroket di Triwulan II 2025: Konstruksi Melonjak, Konsumsi Rumah Tangga jadi Penopang Utama

Bagikan :
Ekonomi DIY Meroket/Foto Ilustrasi: Freepik

KABARJAWA — Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menunjukkan taringnya di panggung ekonomi nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DIY mencatat pertumbuhan ekonomi yang menggembirakan pada Triwulan II 2025.

Dalam suasana penuh tantangan, DIY justru melaju dengan kuat, mencetak pertumbuhan sebesar 1,20 persen secara kuartalan (Q-to-Q) dan 5,49 persen secara tahunan (Y-on-Y).

Bahkan, secara kumulatif semester I-2025 dibandingkan dengan semester I-2024, ekonomi DIY tumbuh impresif sebesar 5,30 persen.

“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa mesin-mesin ekonomi DIY bergerak secara konsisten dan terarah, meski kondisi global dan nasional belum sepenuhnya stabil,” tegas Plt. Kepala BPS DIY, Ir. Herum Fajarwati, MM

Ekonomi DIY Meroket

Ekonomi DIY pada Triwulan II 2025 berhasil mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku sebesar Rp51,76 triliun dan Rp32,64 triliun atas dasar harga konstan 2010.

Angka ini mempertegas posisi DIY sebagai daerah dengan daya saing ekonomi yang tangguh.

Lapangan usaha Industri Pengolahan mempertahankan dominasinya dengan kontribusi sebesar 11,88 persen, disusul oleh sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (10,80 persen) dan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (9,85 persen).

Baca juga  Perbaikan Gedung Pelayanan Publik Polda DIY: Dikebut, Tunjukkan Semangat Bangkit Layani Masyarakat

Kelima sektor unggulan termasuk Informasi dan Komunikasi serta Konstruksi, secara kolektif menyumbang lebih dari 51 persen dari total PDRB.

Dari sisi produksi, sektor Konstruksi memimpin lonjakan ekonomi dengan pertumbuhan spektakuler sebesar 9,02 persen (Q-to-Q) dan 9,38 persen (Y-on-Y).

Kenaikan ini mencerminkan peningkatan proyek pembangunan infrastruktur yang masif di seluruh wilayah DIY.

Sektor Jasa Perusahaan turut mendongkrak laju pertumbuhan dengan kenaikan sebesar 8,46 persen, diikuti oleh Jasa Lainnya yang tumbuh 6,75 persen.

Di sisi lain, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami kontraksi cukup dalam sebesar 15,23 persen (Q-to-Q), akibat pengaruh cuaca ekstrem yang sempat mengganggu masa tanam dan panen.

Dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) menjadi tulang punggung ekonomi DIY dengan kontribusi mencapai 62,25 persen terhadap PDRB.

PKRT tumbuh sebesar 2,45 persen (Q-to-Q) dan 4,43 persen (Y-on-Y). Hal ini menandakan daya beli masyarakat masih tetap kuat meski harga-harga kebutuhan pokok mengalami tekanan.

Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga tampil impresif, tumbuh sebesar 7,73 persen (Q-to-Q) dan 8,23 persen (Y-on-Y).

Baca juga  Pertumbuhan Ekonomi DIY 2025 Tembus 5,49 Persen: Konstruksi dan Konsumsi Rumah Tangga jadi Motor Utama

PMTB memberikan andil pertumbuhan tertinggi dari sisi pengeluaran dengan kontribusi 2,21 persen. Ini menggambarkan peningkatan investasi yang signifikan di sektor konstruksi, properti, dan alat produksi lainnya.

Komponen ekspor barang dan jasa mencatat penurunan sebesar 3,53 persen (Q-to-Q), yang menunjukkan tekanan eksternal akibat penurunan permintaan global.

Namun, impor barang dan jasa tumbuh sebesar 4,93 persen. Ini mencerminkan kebutuhan input produksi yang meningkat sebagai respons atas geliat industri lokal yang kembali bergairah.

DIY Tertinggi se-Pulau Jawa

Meski kontribusi ekonomi DIY terhadap PDRB Pulau Jawa hanya 1,55 persen, dan terhadap nasional hanya 0,88 persen, tapi DIY berhasil mencatat pertumbuhan tertinggi se-Pulau Jawa pada Triwulan II 2025.

Dengan capaian 5,49 persen (Y-on-Y) dan 5,30 persen (C-to-C), DIY melampaui Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan DKI Jakarta.

“Ini bukan sekadar angka. Ini bukti bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat mampu menggerakkan roda ekonomi secara optimal,” tegas Herum Fajarwati.

Meski tren pertumbuhan membanggakan, Herum mengingatkan bahwa tantangan masih mengintai. Ketimpangan pembangunan antar wilayah masih perlu ditangani serius, terutama mengingat kontribusi sektor pertanian yang mulai melemah.

Baca juga  Merapi Kembali Bergemuruh Dini Hari, Dua Kali Luncurkan Awan Panas ke Barat Daya

Ia menegaskan bahwa sektor primer seperti pertanian harus tetap mendapat prioritas. Jadi, ketahanan ekonomi DIY tetap terjaga di tengah gejolak cuaca dan pasar global. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid