Dana Bantuan Perbankan DIY Mengalir: 1.296 Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatra di Yogyakarta Dapat Living Cost

Bagikan :
Bantuan untuk Mahasiswa Terdampak Bencana/Foto: Pemda DIY

KabarJawa.com– Di tengah duka bencana alam yang melanda Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh, secercah harapan menguat bagi 1.296 mahasiswa asal wilayah terdampak yang kini menempuh pendidikan di Kota Pelajar.

Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DIY menyalurkan bantuan dana sekitar Rp500 juta untuk menopang biaya hidup (living cost) ribuan mahasiswa tersebut.

Bantuan ini hadir bukan sekadar angka, melainkan napas panjang agar para mahasiswa tetap bertahan, belajar, dan menyelesaikan pendidikan.

Dana untuk Mahasiswa Terdampak Bencana

BMPD dan FKIJK DIY merancang program bantuan living cost sebagai bentuk kepedulian konkret industri perbankan terhadap dampak sosial bencana alam.

Mereka menyalurkan dana kepada 1.296 mahasiswa yang berasal dari Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh, serta saat ini menjalani perkuliahan di Yogyakarta.

Bantuan tersebut menyasar kebutuhan paling mendasar mahasiswa, yakni biaya hidup sehari-hari. Perbankan menyadari bahwa bencana juga mengguncang kemampuan ekonomi keluarga mahasiswa untuk mengirimkan biaya hidup rutin.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan bahwa dana Rp500 juta menjadi bagian dari living cost bulanan mahasiswa.

Baca juga  Kecelakaan Tragis di Gedangsari: Motor Masuk Jurang, Balita 5 Tahun Menangis Minta Tolong

Pemerintah daerah merencanakan pencairan bantuan mulai bulan depan melalui mekanisme yang tertata dan terkontrol.

“Jadi, nanti kita bagi bagaimana Rp500 juta ini menjadi bagian dari living cost untuk 1.296 mahasiswa. Mungkin pencairannya mulai bulan depan. Pendaftarannya juga melalui BPD DIY dan diserahkan lewat kelompok-kelompok yang ada, supaya mereka tetap fokus kuliah,” ujar Sultan.

Sultan menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran melalui kelompok mahasiswa bertujuan menjaga ketepatan sasaran sekaligus memastikan bantuan benar-benar untuk kebutuhan hidup dan pendidikan.

Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa bantuan dari perbankan bukan hal baru. Industri jasa keuangan DIY telah membangun tradisi kepedulian setiap kali bencana besar melanda daerah lain dan berdampak pada mahasiswa di Yogyakarta.

“Bantuan seperti ini pernah dilakukan sebelumnya saat terjadi bencana. Sekarang kita lanjutkan lagi,” kata Sultan.

Lebih jauh, Pemerintah Daerah DIY juga berkomitmen menyambung bantuan tersebut selama enam bulan ke depan. Sultan menaruh harapan besar agar dalam kurun waktu tersebut, kondisi ekonomi keluarga mahasiswa mulai pulih.

“Nantinya disambung dari pemerintah daerah selama enam bulan, dengan harapan dalam waktu enam bulan itu orang tuanya sudah bisa membantu kembali. Harapan saya, tidak ada satu pun dari 1.296 mahasiswa itu yang DO karena orang tuanya tidak mampu mengirim biaya lagi, lalu putus sekolah. Itu jangan sampai,” tegas Sultan.

Baca juga  Pendidikan Khas Jogja Segera Berlaku di Seluruh Sekolah se-DIY 2026–2027, Gubernur DIY Minta Peresmian Serentak

Skema Bertahap Sesuai Kebutuhan Mahasiswa

Sultan menjelaskan bahwa penyaluran bantuan bertahap, menyesuaikan kebutuhan bulanan mahasiswa. Pemerintah dan perbankan telah menghitung skema agar dana dapat menopang kebutuhan hidup secara berkelanjutan.

“Rp300.000 itu setiap bulan untuk living cost. Rp500.000 kurang lebih setara satu setengah bulan. Itu bisa diatur. Yang penting, antara bantuan kemarin yang pertama dan yang sekarang, totalnya sudah mencakup sekitar delapan bulan,” ujarnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menegaskan bahwa bantuan living cost ini mencerminkan empati sosial perbankan.

Industri jasa keuangan ingin memastikan mahasiswa tetap bertahan di bangku kuliah meski keluarga mereka menghadapi tekanan ekonomi akibat bencana.

“Pada hari ini kami dari BMPD dan FKIJK DIY menyampaikan bantuan dana untuk living cost bagi mahasiswa yang terdampak bencana di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Ini merupakan bentuk kepedulian sosial kami kepada mahasiswa,” ujar Sri Darmadi di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Selasa (13/1/2026).

Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang tidak boleh terputus hanya karena musibah.

Baca juga  Ahmad Luthfi Bakal Tanggung Kos 3 Bulan untuk Mahasiswa Sumatra Korban Bencana

“Kami berharap mahasiswa bisa terus berkuliah dan mengerjakan studinya dengan baik. Hal ini sangat penting untuk keberlangsungan mereka selama tinggal di Yogyakarta,” katanya.

Sri Darmadi menyebut total bantuan tahap ini mencapai sekitar Rp500 juta. Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY akan mengelola dana tersebut menggunakan mekanisme yang telah berjalan pada penyaluran sebelumnya.

“Pembagiannya konsisten seperti sebelumnya. BPD DIY akan mengelola dan menyampaikan kepada mahasiswa. Mekanisme ini sudah diatur dan kita teruskan ke depan,” jelasnya.

Perbankan menyusun data penerima berdasarkan pendataan yang berjalan sebelumnya. Seluruh bantuan menyasar 1.296 mahasiswa sesuai data valid.

Program bantuan living cost ini bukan program sekali jalan. Perbankan telah menyalurkan bantuan tahap awal sebelumnya dan kini melanjutkannya demi memastikan mahasiswa tetap bertahan hingga kondisi keluarga pulih.

“Kami mengikuti data sebelumnya, yaitu 1.296 mahasiswa. Bantuan Rp500 juta ini khusus untuk mereka. Penyerahan pertama sudah dilakukan, dan sekarang kita lanjutkan kembali,” ujar Sri Darmadi. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya