
KabarJawa.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bersama Siloam Hospitals Yogyakarta menggandeng Lions Clubs International menggelar program “Semangat Lawan Kanker” (Selangkah), sebuah gerakan sosial yang berfokus pada peningkatan kesadaran deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks.
Kegiatan ini diadakan di Lippo Plaza Yogyakarta dan terbuka bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk mengikuti skrining kesehatan secara gratis.
Ajak Perempuan Peduli Kesehatan Reproduksi
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, hadir langsung dalam pembukaan kegiatan bersama GKR Mangkubumi.
Dalam sambutannya, Hasto menekankan pentingnya kesadaran perempuan terhadap deteksi dini sebagai langkah konkret melawan dua jenis kanker yang masih menjadi ancaman utama bagi kesehatan perempuan Indonesia.
“Kanker payudara masih menjadi penyebab kematian nomor satu bagi perempuan di Indonesia, disusul kanker mulut rahim di posisi kedua. Karena itu, langkah pencegahan dan deteksi dini sangat penting,” ujar Hasto.
Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan seperti USG skrining payudara, mamografi, serta deteksi mandiri melalui SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan SADANIS (Periksa Payudara Klinis) merupakan upaya sederhana yang bisa dilakukan setiap perempuan.
“Skrining kanker payudara dan serviks sebenarnya bisa dilakukan lebih awal. Namun sayangnya, banyak kasus baru terdeteksi setelah memasuki stadium lanjut. Karena itu, ayo lakukan deteksi dini secara rutin dan masif,” tegasnya.
Hasto turut mengungkapkan data bahwa sekitar 500 warga Kota Yogyakarta saat ini tercatat menderita kanker payudara dan 140 warga lainnya mengidap kanker serviks. Fakta tersebut, kata dia, menjadi peringatan penting agar perempuan tidak menunda pemeriksaan kesehatan reproduksi.
“Harapan saya, ibu-ibu mulai memprioritaskan pencegahan daripada menunggu gejala muncul. Pencegahan jauh lebih murah dan bisa menyelamatkan banyak nyawa,” ujarnya.
Selain pemeriksaan payudara, Pemkot Yogyakarta juga menyediakan layanan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) secara gratis untuk deteksi kanker mulut rahim. Pemeriksaan ini sederhana, tidak memerlukan alat kompleks, dan hasilnya bisa diketahui secara langsung.
“Langkah preventif ini sederhana tapi sangat efektif untuk mencegah penyakit berbahaya,” tambah Hasto.
Siloam Hospitals Targetkan 50.000 Perempuan Jalani Skrining
Director of Nursing Siloam Hospitals Yogyakarta, Christina Suharti, menjelaskan bahwa program Selangkah merupakan bagian dari program CSR Siloam Hospitals Group yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya deteksi dini kanker.
“Banyak kasus kanker payudara ditemukan saat stadium lanjut karena pemeriksaan tidak dilakukan sedini mungkin. Padahal, jika dideteksi lebih awal, peluang sembuh sangat besar,” jelas Christina.
Melalui program ini, Siloam Hospitals Group menargetkan 50.000 perempuan di seluruh Indonesia menjalani skrining gratis hingga akhir Desember 2025. Hingga pertengahan Oktober, tercatat sudah ada sekitar 43.000 peserta yang ikut serta.
“Program ini tidak hanya bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga panggilan moral kami untuk menurunkan angka kematian akibat kanker payudara dan serviks,” ujarnya.
Christina menambahkan, kegiatan ini juga melibatkan edukasi langsung dari tenaga kesehatan agar peserta memahami langkah pencegahan, cara melakukan pemeriksaan mandiri, serta pentingnya pola hidup sehat.
Antusiasme Peserta dan Harapan Keberlanjutan
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Ratusan perempuan dari berbagai wilayah di Kota Yogyakarta dan sekitarnya datang mengikuti pemeriksaan gratis ini.
Mereka menjalani prosedur pemeriksaan dengan pendampingan tenaga medis dari Siloam Hospitals dan Dinas Kesehatan.
Salah satu peserta, Maria Berti, mengaku bersyukur dapat mengikuti program Selangkah. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama bagi perempuan yang jarang memeriksakan diri karena keterbatasan biaya atau waktu.
“Kegiatan ini sangat bagus, apalagi bagi kami para ibu yang sering menunda pemeriksaan. Saya tahu betapa pentingnya deteksi dini karena ada saudara saya yang pernah terkena kanker payudara,” ungkap Maria.
Ia berharap program seperti Selangkah terus dilaksanakan dan bisa menjangkau daerah-daerah lain di luar kota besar.
“Kalau kegiatan seperti ini berkelanjutan, akan banyak perempuan yang lebih sadar menjaga kesehatannya,” katanya.
Program Selangkah menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, lembaga kesehatan, dan organisasi sosial dalam upaya menjaga kesehatan perempuan.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan kesadaran terhadap deteksi dini kanker semakin meningkat, dan semakin banyak perempuan yang berani mengambil langkah awal untuk menjaga diri.