Pemkab Kulon Progo Siapkan Pengembangan Besar Embung Talunombo, Selain Bangun Embung Baru di Dua Lokasi

Bagikan :
Pemkab Kulon Progo tinjau pengembangkan tiga embung, Talunombo diusulkan jadi kawasan hortikultura. (GMaps)

KabarJawa.com – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo kembali memperkuat upaya ketahanan air dan pangan melalui pengembangan embung.

Selain mempersiapkan pembangunan Embung Sriti dan Embung Ngruno, pemerintah daerah juga menyiapkan konsep pengembangan kawasan di Embung Talunombo yang berada di puncak bukit Sidomulyo. Rangkaian rencana ini terlihat dalam survey lapangan gabungan yang dilakukan di tiga titik berbeda.

Survey tersebut melibatkan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), Badan Perencanaan dan Inovasi Daerah (Bapperida), serta Dinas Pertanian dan Pangan (Dipertapa) Kulon Progo. Kepala DPUPKP, Didik Wijanarto, memimpin tim sumber daya air.

Sementara Kepala Bapperida, Ir. Muh. Aris Nugroho, dan Kepala Dipertapa, Ir. Trenggono Trimulyo, memimpin tim masing-masing.

Survey Lapangan Mengawali Rencana Dua Embung Baru

Survey dimulai dari calon lokasi Embung Ngruno di Padukuhan Ngruno, Kalurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih. Area yang telah dibebaskan dan dipasangi patok tersebut dinilai memiliki potensi besar sebagai penampung air hujan dan suplesi irigasi.

Didik Wijanarto menjelaskan bahwa survey dilakukan untuk memperkuat persiapan pengusulan pembangunan Embung Ngruno dan Embung Sriti. Pemeriksaan lapangan diperlukan untuk memastikan kelayakan teknis dua embung yang akan diusulkan, sekaligus mengkaji kawasan Embung Talunombo.

Baca juga  OJK DIY Terima 208 Laporan Pinjol Ilegal dan Kejahatan Digital Selama 2025, Satgas PASTI Gencarkan Edukasi dan Koordinasi

“Rencananya untuk pengembangan hortikultura melalui Dana Keistimewaan,” ujarnya.

Warga sejak awal mengusulkan pembangunan embung di Ngruno untuk mendukung budidaya perikanan. Meski debit Kali Linseng menurun pada musim kemarau, aliran air tidak pernah berhenti, sehingga dinilai memungkinkan mendukung kebutuhan pertanian.

Rekomendasi Bapperida menguatkan potensi tersebut. Berdasarkan analisis kontur, Embung Ngruno berpeluang mengairi sawah di sebelah barat RSUD Wates yang berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak.

Ada pula peluang pembukaan sawah baru di Cekelan, Kopat, dan Karangsari, meski lokasi padat penduduk sehingga masih memerlukan kajian lanjutan dari Dipertapa.

Embung Sriti Menyimpan Potensi Meski Akses Masih Terbatas

Survey dilanjutkan ke calon lokasi Embung Sriti di Padukuhan Girinyono, Kalurahan Sendangsari. Medan licin seusai hujan membuat tim tidak turun ke titik terendah, namun pengamatan dari atas area memberikan gambaran awal.

Bapperida merekomendasikan segera melengkapi persyaratan administratif seperti Readiness Criteria (RC), denah saluran distribusi, dan dokumen teknis lainnya agar pengusulan dapat kembali diproses. Embung ini dinilai strategis karena berada di kawasan pertanian yang membutuhkan suplai air tambahan.

Baca juga  Yogyakarta Percepat Transformasi Digital: Pajak dan Retribusi Daerah Kini Bisa Dibayar lewat QRIS

Embung Talunombo, Embung Puncak Bukit dengan Potensi Pengembangan Kawasan

Setelah meninjau dua calon lokasi embung baru, rombongan bergerak menuju Embung Talunombo atau Embung Puspo Ardi di Padukuhan Talunombo, Kalurahan Sidomulyo.

Embung ini berada di lokasi tidak biasa: bukan di badan sungai seperti Embung Bogor, Batur, Krapyak, dan Dlingseng, melainkan di puncak bukit yang mengandalkan curah hujan serta suplai pipa dari Daerah Irigasi Sumitro dan Kiskendo.

Bidang Sumber Daya Air DPUPKP menangani operasi dan pemeliharaan embung tersebut. Tahun ini, Embung Talunombo mendapat rehabilitasi berupa perbaikan geomembran, perbaikan jalan inspeksi, hingga perbaikan railing. Tim juga melakukan babat semak serta pengangkatan sedimen dan gulma untuk menjaga daya tampung dan kualitas air.

Embung juga dimanfaatkan untuk budidaya ikan setelah dilakukan penebaran ikan nila. Keberadaan Rumah Bambu sumbangan Kagama UGM menjadikan area tersebut pusat aktivitas warga untuk berbagai acara.

Dipertapa Usulkan Pengembangan Hortikultura di Talunombo

Melihat potensi yang ada, Dipertapa mengusulkan pengembangan kawasan hortikultura di Embung Talunombo. Dengan dukungan air dari embung, tanaman seperti durian, kelengkeng, dan alpukat dinilai bisa tumbuh optimal.

Baca juga  Pernikahan di Yogyakarta Kini Lebih Praktis, 1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Hadirkan Paket “Happily Ever After”

Jika berjalan, warga dapat memperoleh manfaat ekonomi dari pengembangan kawasan produktif. Aktivitas pertanian, perikanan, dan wisata edukasi diperkirakan ikut berkembang, sekaligus menguatkan ketahanan pangan wilayah.

“Pengembangan kawasan embung sangat memungkinkan asalkan mematuhi aturan dan tidak mengubah fungsi utama embung,” kata Trenggono Trimulyo.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya