
KabarJawa.com – Pemkab Kulon Progo melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapang) menguji coba traktor sawah kendali jarak jauh di Bulak Ngesti Utomo 2, Ngestiharjo, Wates.
Uji coba dilakukan sebagai upaya menarik minat generasi muda untuk terlibat di sektor pertanian, yang selama ini menghadapi tantangan regenerasi.
Kepala Dispertapang, Trenggono Trimulyo, menyampaikan bahwa modernisasi alat menjadi langkah strategis untuk memunculkan kembali ketertarikan petani muda.
“Kami berupaya menarik minat anak muda untuk meneruskan profesi petani. Dengan teknologi modern, mereka bisa menghemat tenaga tetapi tetap mendapatkan hasil maksimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tambahan unit traktor digital masih akan diusahakan melalui dukungan anggaran pusat maupun Dana Istimewa (Danais), mengingat keterbatasan anggaran daerah.
Program pengembangan teknologi ini akan menyasar wilayah lain di Kulon Progo dengan areal persawahan lebih dari 10.000 hektare.
Sahadadi Mulyono, Seksi Usaha sekaligus Ketua Upja Alsintan Gapoktan Ngestiharjo, menilai traktor digital sebagai solusi terhadap berkurangnya operator traktor manual.
“Model rotari ini memiliki tapak lebih lebar dan sangat cocok untuk karakter lahan di wilayah kami,” terangnya.
Pengoperasian alat dilakukan melalui kendali jarak jauh setelah mesin dinyalakan secara manual.
“Pengoperasiannya sangat mudah, seperti main video game. Operator cukup duduk di pojok sawah,” kata Sahadadi.
Gapoktan Ngestiharjo mengelola dua unit traktor digital yang disewakan kepada petani dengan tarif yang disesuaikan agar lebih terjangkau.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Pengembangan Smart Farming
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menghadiri uji coba tersebut dan menyatakan bahwa teknologi mampu menghadirkan pengalaman bertani yang lebih menyenangkan.
“Rasanya seperti main-main, tapi ada karyanya. Kita mengolah sawah seperti main gim,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa kawasan sawah di Ngestiharjo masuk dalam pengembangan smart farming, yaitu konsep pertanian modern yang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi.
“Jangan malu menjadi petani. Petani adalah profesi mulia yang menyediakan kebutuhan bagi banyak orang,” tegas Agung.
Pemerintah daerah berencana memberikan pendampingan penggunaan teknologi sesuai kemampuan anggaran.
Inovasi tersebut diharapkan dapat menjembatani tradisi dan penerapan teknologi agar pertanian tetap menarik bagi generasi muda.
Pemkab Kulon Progo menargetkan hadirnya lebih banyak kawasan smart farming sebagai upaya memperkuat keberlanjutan sektor pertanian.
Modernisasi alat seperti traktor kendali jarak jauh menjadi langkah untuk memastikan bahwa profesi petani tetap diminati dan mampu menyesuaikan perkembangan zaman.