Pemkab Gunungkidul Siapkan 9 Jembatan Baru Senilai Rp27 Miliar, Akhiri Ketergantungan Warga pada Crossway Rawan Banjir

Bagikan :
Ilustrasi Reancana Pembangunan Gunungkidul/Foto: Magnific

KabarJawa.com– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus memacu pembangunan infrastruktur demi membuka keterisolasian wilayah dan memperkuat konektivitas antarpadukuhan.

Di tengah tantangan geografis yang masih membatasi mobilitas warga, Pemkab Gunungkidul kini menyiapkan langkah besar dengan mengusulkan pembangunan sembilan jembatan baru di sejumlah titik strategis.

Program ini menjadi harapan baru bagi ribuan warga yang selama bertahun-tahun hanya mengandalkan akses sementara berupa crossway di atas aliran sungai.

Saat musim kemarau, akses tersebut memang masih dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Namun, begitu hujan deras datang dan debit sungai meningkat, crossway berubah menjadi titik rawan yang memutus aktivitas masyarakat.

Kondisi itu tidak hanya menghambat perjalanan warga, tetapi juga memengaruhi roda ekonomi, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan di kawasan pedesaan.

Pembangunan Jembatan Baru

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, menegaskan pembangunan jembatan permanen menjadi kebutuhan mendesak karena menyangkut kepentingan masyarakat luas.

“Sebenarnya sudah ada akses penghubung berupa crossway di atas alur sungai, tapi tidak optimal,” kata Rakhmadian, Kamis (14/5/2026).

Menurut dia, hampir setiap musim hujan sejumlah crossway terendam banjir sehingga kendaraan maupun warga tidak dapat melintas. Situasi tersebut membuat aktivitas masyarakat tersendat dan memicu persoalan baru di berbagai sektor kehidupan.

Baca juga  Retakan Tanah Ancam 7 KK di Sriharjo, Warga Sempat Mengungsi dan Kini Mulai Kembali ke Rumah

Anak-anak sekolah harus memutar jalur lebih jauh. Petani kesulitan membawa hasil panen ke pasar. Bahkan warga yang membutuhkan layanan kesehatan darurat kerap terkendala akses ketika aliran sungai meluap.

Oleh karena itu, Pemkab Gunungkidul memandang pembangunan jembatan permanen sebagai solusi jangka panjang.

“Makanya kami usul agar membantu pembangunan sembilan jembatan baru karena memang anggaran yang dimiliki pemkab masih terbatas,” ujarnya.

Besarnya kebutuhan anggaran membuat Pemkab Gunungkidul tidak bisa bergerak sendiri. Pemerintah daerah pun mengajukan dukungan pendanaan kepada pemerintah pusat agar proyek pembangunan dapat segera berjalan.

Setiap jembatan akan membutuhkan anggaran sekitar Rp3 miliar. Dengan total sembilan proyek pembangunan dan peningkatan kapasitas jembatan, kebutuhan dana mencapai sekitar Rp27 miliar.

Rakhmadian memastikan usulan tersebut sudah disampaikan dan akan terus dikawal agar masuk dalam prioritas pembangunan infrastruktur nasional.

“Sudah kami usulkan dan akan terus dikawal agar pembangunan bisa direalisasikan,” katanya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya di kawasan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses transportasi.

Baca juga  Kasus Dugaan Pungli Lurah Garongan Naik ke Penyidikan, Polisi Sita Bukti Transfer dan Kuitansi Pembayaran

Mayoritas Jembatan Baru di Sepanjang Kali Oya

Kepala Bidang Bina Marga DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana, mengungkapkan sebagian besar pembangunan jembatan akan fokus di wilayah sepanjang Kali Oya yang hingga kini masih bergantung pada crossway.

Menurutnya, kawasan tersebut menjadi salah satu titik vital mobilitas warga, namun juga paling rentan terputus saat musim hujan.

Sejumlah lokasi yang diusulkan untuk pembangunan jembatan baru adalah sebagai berikut.

  1. Padukuhan Ngampon, Watusigar
  2. Pundungsari, Kapanewon Semin
  3. Blembeman, Kalurahan Natah, Kapanewon Nglipar
  4. Nglegi, Kapanewon Patuk di kawasan Kali Nglegi
  5. Parengan, Kedungpoh, Kapanewon Nglipar di Kali Redoso
  6. Girisuko, Kapanewon Panggang di Kali Kedungdowo
  7. Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari
  8. Wunung, Kapanewon Wonosari di Sungai Soka

Selain pembangunan jembatan baru, pemerintah juga merencanakan peningkatan kapasitas jembatan di Kalurahan Rejosari untuk menampung volume kendaraan yang semakin meningkat.

“Total ada delapan crossway yang ingin dibangun jembatan. Selain itu, ada jembatan yang ingin ditingkatkan kapasitasnya di Kalurahan Rejosari agar akses semakin lancar,” kata Wadiyana.

Infrastruktur jadi Kunci Penggerak Ekonomi Desa

Pembangunan jembatan di Gunungkidul tidak hanya dipandang sebagai proyek konstruksi biasa. Pemerintah daerah menempatkan program ini sebagai strategi penting untuk menggerakkan ekonomi desa sekaligus membuka akses sosial masyarakat.

Baca juga  Kemudahan Pembayaran Pajak Kendaraan tanpa KTP di Gunungkidul, Solusi Praktis dengan Syarat Balik Nama

Selama ini banyak warga di kawasan pedesaan menghadapi kendala distribusi hasil pertanian akibat akses jalan yang terbatas. Ketika hujan turun dan masyarakat tidak dapat melewati crossway, aktivitas ekonomi praktis melambat.

Padahal sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup pada sektor pertanian, peternakan, hingga perdagangan hasil bumi.

Dengan hadirnya jembatan permanen, distribusi hasil panen menjadi lebih cepat dan efisien. Kendaraan pengangkut hasil pertanian dapat melintas sepanjang tahun tanpa khawatir terhambat banjir.

Selain sektor ekonomi, pembangunan jembatan juga akan memperlancar mobilitas pelajar menuju sekolah dan memudahkan masyarakat menjangkau fasilitas kesehatan.

“Tujuan utamanya untuk menopang perekonomian agar akses jadi semakin mudah. Kalau hanya crossway, fungsinya kurang optimal karena yang melintas juga terbatas,” ujar Wadiyana.

Rencana pembangunan sembilan jembatan baru itu kini menjadi simbol harapan baru bagi warga di sejumlah wilayah Gunungkidul.

Infrastruktur yang lebih layak mampu menghapus hambatan geografis yang selama ini membatasi aktivitas masyarakat. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid