
KabarJawa.com– Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) kembali memperlihatkan komitmen dalam membantu penanganan bencana nasional.
Setelah mengirim bantuan obat-obatan dan perbekalan kesehatan, Pemda DIY kini menyerahkan bantuan keuangan kepada tiga provinsi di Sumatra yang tengah berjuang memulihkan diri dari bencana banjir.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, memimpin langsung prosesi penyerahan bantuan tersebut pada Selasa (09/12) di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Bantuan Keuangan ke Sumatra
Dalam acara tersebut, Sri Sultan menyerahkan bantuan keuangan senilai Rp1 miliar ke tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Perwakilan dari ketiga pemerintah provinsi hadir langsung untuk menerima bantuan tersebut. Sri Sultan menegaskan bahwa pemerintah DIY bergerak cepat karena memahami beratnya beban yang saat ini dihadapi warga di daerah terdampak.
“Kami berharap bantuan ini mampu membantu dan ikut menyelesaikan masalah banjir yang melanda tiga provinsi tersebut. Kemarin kami juga sudah mengirim obat-obatan, dan hari ini kami sampaikan bantuan keuangannya,” ujar Sri Sultan.
Tidak berhenti pada bantuan fisik dan keuangan, Sri Sultan juga memerintahkan jajarannya untuk menghubungi kampus-kampus di Yogyakarta.
Ia ingin memastikan bahwa seluruh mahasiswa asal daerah terdampak banjir mendapatkan perhatian khusus dari Pemda DIY.
“Kalau ada datanya, saya mohon untuk segera kami terima. Jogja sudah sejak dulu membantu mahasiswa perantauan yang daerah asalnya terkena bencana,” ungkapnya.
Sri Sultan menjelaskan bahwa bantuan tersebut biasanya berupa bantuan biaya kuliah dan biaya hidup, seperti untuk mahasiswa asal Aceh, NTB, dan Sulawesi Tengah saat bencana besar melanda wilayah tersebut.
Bantuan serupa dapat berlangsung hingga delapan bulan, dan bisa diperpanjang sesuai kebutuhan.
“Tujuan kami untuk meringankan beban orang tua mereka. Kondisi keluarga pasti sedang tidak baik. Biasanya delapan bulan, tapi jika masalah belum selesai, bisa kami lanjutkan. Tradisinya sudah begitu sejak lama,” tegas Sri Sultan.
Komitmen DIY untuk Kemanusiaan
Bantuan Pemda DIY tidak hanya menunjukkan solidaritas antardaerah, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi bencana nasional.
Dengan gerak cepat dan pendekatan humanis, Pemda DIY kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang selalu hadir untuk membantu sesama, baik dalam bentuk logistik, keuangan, maupun dukungan terhadap mahasiswa perantauan.
Melalui langkah-langkah ini, DIY berharap dapat mempercepat proses pemulihan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, sekaligus meringankan beban masyarakat yang tengah berjuang menghadapi kondisi sulit akibat bencana banjir.
Sekretaris Inspektorat Pemprov Sumatra Utara, Murdianto, menjelaskan bahwa di daerahnya masih terdapat 13 desa yang terisolasi, dengan jumlah pengungsi mencapai 42.300 orang. Ia pun menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan dari Pemda DIY.
“Kami mewakili Pemprov Sumatra Utara mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur DIY. Kami berdoa semoga beliau selalu sehat dan mampu terus memimpin DIY dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Inspektur Pembantu III Pemprov Sumatra Barat, Rahmah Febri Yeni, juga mengungkapkan rasa syukur atas bantuan tersebut.
Menurutnya, Sumatra Barat masih membutuhkan banyak dukungan, terutama untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak parah dan terhambatnya distribusi pangan akibat akses yang terputus.
“Bantuan ini tentu sangat membantu kami. Tidak hanya bagi daerah yang terkena bencana langsung, tetapi juga wilayah yang terdampak secara tidak langsung. Kami juga berterima kasih karena Pemda DIY ikut memperhatikan warga kami yang sedang merantau,” ujar Rahmah. (ef linangkung)