Sultan Sebut SAKIP sebagai Wujud Komitmen dan Integritas Pemerintahan DIY

Bagikan :
Sri Sultan HB X/Foto: Pemda DIY

KabarJawa.com– Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan pentingnya Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) sebagai instrumen utama peningkatan tata kelola pemerintahan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sultan menekankan bahwa SAKIP bukan sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen nyata dan integritas pemerintahan dalam menghadirkan kinerja yang akuntabel, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Evaluasi SAKIP

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) melakukan evaluasi SAKIP tahun ini bersama Pemerintah Daerah DIY.

Agenda ini berlangsung di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, pada Jumat (3/10). Dalam forum evaluasi tersebut, Sri Sultan menggarisbawahi bahwa tahun 2025 menjadi momentum transisi pembangunan di DIY.

Ini sekaligus penanda berakhirnya program pembangunan jangka panjang yang mulai sejak 2005 dan memasuki fase baru 2025–2045.

“Ke depan, sistem manajemen pemerintahan diarahkan menjadi lebih kualitatif dan sempurna. Periode pembangunan kita dibagi dalam tahapan lima tahunan agar lebih fokus dan terarah,” tegas Sri Sultan.

Sultan menjelaskan bahwa DIY memiliki kekhususan daripada daerah lain. Jika sebagian besar provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia menyelesaikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pada 2025, DIY baru akan menyelesaikannya pada 2027.

Baca juga  Pembangunan Jalan Prambanan–Gading Masih Menyisakan 4,5 Kilometer, Pemda DIY Kerjakan 1,5 Kilometer Tahun Ini Lewat Skema IJD 

Kondisi ini berpotensi menimbulkan keterlambatan hingga tiga tahun dalam melaksanakan program Kementerian PAN-RB.

“Program peningkatan kualitas harus tetap berjalan. Pada 2026 Jogja harus sudah ikut melaksanakan program PAN-RB. Kalau tidak, kita akan tertinggal. Bila RPJMD baru selesai di 2027 dan berjalan di 2028, maka DIY sudah tertinggal tiga tahun dari daerah lain yang memulai pada 2026,” ujar Sultan.

Program Kolaboratif

Lebih lanjut, Sultan menegaskan bahwa implementasi SAKIP DIY bukan hanya soal administrasi, melainkan instrumen penting untuk mengukur efektivitas kebijakan dan memastikan pemerintahan yang berorientasi pada hasil.

Menurutnya, kunci utama ada pada komitmen pimpinan, sinkronisasi perencanaan daerah dengan kebijakan nasional, serta penerapan empat pilar Balance Scorecard.

“Investasi terbesar dalam membangun SAKIP bukan pada teknologi, tetapi pada pembinaan komitmen dan kapasitas kepemimpinan. Semua organisasi perangkat daerah harus bergerak ke arah pemerintahan yang akuntabel dan berkinerja tinggi,” jelas Sri Sultan.

Dalam evaluasi SAKIP 2025, Sultan juga menyoroti isu strategis seperti kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi.

Baca juga  38 Jembatan di Gunungkidul Mulai Menurun Kualitas, Pemkab Genjot Perbaikan demi Akses Wisata dan Mobilitas Warga

Pemda DIY telah menginisiasi sejumlah program kolaboratif, mulai dari Reformasi Kalurahan (R-Kal), Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU), Warung Lanjut Usia Yogyakarta (Waluyo), hingga pemanfaatan tanah kalurahan untuk masyarakat miskin dan pengangguran.

“Pertumbuhan ekonomi menjadi perhatian utama. Pemerintah mendorong optimalisasi proyek strategis nasional, penguatan ekosistem ekonomi digital, hingga pengembangan experiential tourism di Yogyakarta,” ujar Sultan.

Dalam kesempatan itu, Sri Sultan juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PAN-RB yang telah mendampingi DIY dalam evaluasi SAKIP.

Ia menegaskan bahwa hasil evaluasi bukan sekadar nilai angka, melainkan menyangkut konsistensi, integritas, dan paradigma kinerja aparatur pemerintah.

“Hasil evaluasi ini harus kita maknai lebih jauh, yakni tentang integritas, greget, sengguh ora mingkuh, dan semangat gumregah berbuat lebih baik demi Darmaning Satriya Mahanani Rahayuning Nagara,” pungkas Sultan. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid