
KabarJawa.com– Kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah tahun 2026/1447 H resmi mengawali perjalanan suci mereka dengan penuh haru dan khidmat.
Sebanyak 360 jemaah asal Kabupaten Kulon Progo berangkat menuju Tanah Suci melalui Bandara Internasional Yogyakarta pada Selasa malam, 21 April 2026, tepat pukul 23.40 WIB.
Pemberangkatan Perdana Haji 2026 dari Yogyakarta
Momentum ini menjadi tonggak penting sekaligus sejarah baru, karena keberangkatan tersebut menandai operasional perdana penerbangan haji tahun ini dari Bandara Internasional Yogyakarta.
Para jemaah langsung terbang menuju Madinah menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 6501 dengan armada Airbus A330-300.
Sejak sore hari, suasana di bandara penuh rasa haru. Pihak bandara menyambut kedatangan jemaah dengan hangat dan penuh kesiapan.
CEO Regional IV PT Angkasa Pura Indonesia, Rahadian D. Yogisworo, bersama General Manager Bandara Internasional Yogyakarta, Muhammad Thamrin, secara langsung menyambut rombongan jemaah Kloter 1 setibanya di YIA.
Muhammad Thamrin menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses pemberangkatan perdana ini. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak telah bekerja maksimal untuk memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji.
“Kami bersyukur jemaah haji Kloter 1 asal Kabupaten Kulon Progo telah berangkat menuju Tanah Suci dengan lancar. Pada operasional tahun ini, YIA akan melayani sebanyak 26 kloter haji menuju Jeddah dan Madinah. Proses pemberangkatan akan berlangsung mulai 21 April hingga 20 Mei 2026,” jelasnya.
Persiapan Pemberangkatan Haji
Sebanyak 26 kloter yang akan berangkat melalui YIA berasal dari berbagai wilayah di DIY dan Jawa Tengah.
Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Kulon Progo, Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kota Yogyakarta, Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kebumen, Temanggung, Wonosobo, dan Purworejo.
Keberagaman asal jemaah ini menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap YIA sebagai embarkasi haji yang representatif.
Untuk menyukseskan operasional haji tahun ini, PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Yogyakarta telah melakukan berbagai persiapan matang.
Pihak bandara secara intensif berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, seperti Otoritas Bandara Wilayah III, Kementerian Haji dan Umrah, TNI/Polri, Perum LPPNPI, Kantor Imigrasi, Bea Cukai, Balai Karantina Kesehatan, maskapai Garuda Indonesia, serta Gapura Angkasa.
Kolaborasi lintas sektor tersebut memastikan seluruh proses berjalan tertib, aman, dan efisien, mulai dari kedatangan jemaah di bandara, pemeriksaan dokumen, hingga proses boarding.
Semua pihak berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan jemaah selama perjalanan menuju Tanah Suci.
Muhammad Thamrin juga menaruh harapan besar terhadap seluruh rangkaian operasional haji tahun ini. Ia berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.
“Kami berharap seluruh kegiatan operasional penerbangan haji perdana di YIA berjalan lancar dan para jemaah dapat kembali dengan selamat serta menjadi haji yang mabrur,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pelaksanaan embarkasi haji ini menjadi langkah strategis bagi pengembangan Bandara Internasional Yogyakarta sebagai pusat layanan penerbangan haji yang berkelanjutan.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan sepenuh hati dengan mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, dan kesehatan bagi seluruh jemaah. Kami ingin YIA menjadi bagian penting dalam mendukung perjalanan ibadah haji masyarakat Indonesia,” tambahnya.
Pemberangkatan kloter pertama ini tidak hanya menjadi awal perjalanan ibadah bagi ratusan jemaah, tetapi juga menjadi simbol kesiapan dan kemajuan infrastruktur transportasi udara di Yogyakarta.
Dengan fasilitas modern dan koordinasi yang solid, YIA kini semakin mengukuhkan perannya sebagai gerbang utama perjalanan haji di wilayah DIY dan sekitarnya. (ef linangkung)