
KabarJawa.com – Sebanyak 354 jemaah haji asal Kulon Progo yang tergabung dalam Kloter I mulai diberangkatkan menuju Arab Saudi pada Selasa (21/04/2026) malam.
Keberangkatan ini menandai penggunaan perdana Yogyakarta International Airport (YIA) sebagai embarkasi haji Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Sejak pagi hari, ratusan jemaah bersama keluarga pengantar memadati Masjid Agung Kulon Progo untuk mengikuti seremoni pelepasan yang digelar sekitar pukul 04.00 WIB. Prosesi tersebut menjadi awal rangkaian keberangkatan sebelum jemaah diberangkatkan ke lokasi asrama haji.
Setelah acara pelepasan, panitia mengangkut jemaah menggunakan armada bus menuju Asrama Haji di kawasan Hotel Ibis–Novotel YIA sekitar pukul 06.30 WIB.
Setibanya di lokasi, panitia menerapkan sistem pengaturan masuk dengan skema genap-ganjil berdasarkan nomor rombongan untuk menghindari kepadatan.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah DIY, Jauhar Mustofa, menjelaskan bahwa pengaturan tersebut dirancang untuk menjaga kelancaran proses kedatangan jemaah.
“Kami mengatur alur masuk jemaah agar tidak terjadi kepadatan. Setelah itu, mereka kami kumpulkan di Ballroom Novotel sebagai ruang kedatangan sebelum mengikuti tahapan berikutnya,” ujar Jauhar.
Pemeriksaan Kesehatan dan Layanan Terpadu
Setelah proses penerimaan singkat, seluruh jemaah menjalani pemeriksaan kesehatan akhir oleh tim Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Yogyakarta. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi jemaah dalam keadaan layak terbang.
Jemaah yang dinyatakan memenuhi syarat kesehatan kemudian diarahkan mengikuti layanan One Stop Service. Dalam tahapan ini, seluruh dokumen perjalanan diselesaikan secara terpadu, termasuk pembagian paspor, visa haji, dan boarding pass.
Selain itu, pemerintah juga mendistribusikan Kartu Nusuk kepada seluruh jemaah sebelum keberangkatan. Kartu ini berfungsi sebagai identitas sekaligus izin resmi untuk menjalankan ibadah haji di Makkah.
“Biasanya Kartu Nusuk baru diberikan saat jemaah tiba di Arab Saudi. Tahun ini kami percepat agar jemaah lebih siap sejak keberangkatan,” kata Jauhar.
Dukungan Fasilitas dan Sistem Baru
Selain dokumen perjalanan, setiap jemaah juga menerima uang saku (living cost) yang akan digunakan selama berada di Arab Saudi. Panitia memastikan seluruh proses berjalan tertib dan sesuai prosedur.
Keberangkatan Kloter I ini menjadi bagian dari implementasi sistem baru embarkasi haji di DIY. Dengan pemanfaatan YIA sebagai titik keberangkatan, pemerintah berharap layanan terhadap jemaah dapat semakin terintegrasi.
Fasilitas di kawasan bandara, termasuk asrama haji yang terpusat di Hotel Ibis–Novotel YIA, dinilai mendukung kelancaran proses keberangkatan.
Keberangkatan jemaah dari Kulon Progo ini menjadi tahap awal operasional embarkasi haji DIY tahun 2026. Tahapan selanjutnya akan mengikuti jadwal kloter berikutnya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.