Operasi Pekat Progo 2026: Polda DIY Ungkap 55 Kasus Penyakit Masyarakat dan Amankan 65 Tersangka dalam 10 Hari

Bagikan :
Operasi Pekat Progo 2026/Foto: Polda DIY

KabarJawa.com— Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta bergerak cepat menertibkan berbagai penyakit masyarakat menjelang bulan suci Ramadan.

Dalam kurun waktu hanya sepuluh hari, aparat berhasil mengungkap puluhan kasus kriminal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Operasi yang berlangsung secara intensif tersebut akhirnya membuka tabir berbagai praktik ilegal yang selama ini meresahkan masyarakat, mulai dari peredaran minuman keras ilegal, perjudian, hingga peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang.

Pada Kamis, 12 Maret 2026, Polda DIY menggelar konferensi pers untuk menyampaikan hasil pelaksanaan Operasi Pekat Progo 2026 kepada publik. Aparat menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah Yogyakarta, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Operasi Pekat Progo 2026 Selama 10 Hari

Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan sandi Pekat Progo 2026 berlangsung selama sepuluh hari, terhitung sejak 18 Februari hingga 27 Februari 2026. Kepolisian menggelar operasi tersebut di seluruh wilayah hukum Polda DIY.

Petugas mengedepankan penindakan hukum secara tegas dengan dukungan kegiatan intelijen guna menekan berbagai bentuk penyakit masyarakat atau pekat. Polisi juga menargetkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang berpotensi meningkat menjelang bulan Ramadan.

Baca juga  SPMB SD Negeri Yogyakarta 2026: Tak Ada Kekurangan Murid, Kursi Terisi 79 Persen di Tengah Perubahan Pola Pilihan Sekolah Warga

Kasubdit IV Ditreskrimum Polda DIY, AKBP Tri Wiratmo, S.E., M.M., menjelaskan bahwa aparat sengaja mengintensifkan operasi tersebut untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Yogyakarta.

“Operasi ini kami laksanakan untuk menanggulangi berbagai penyakit masyarakat serta gangguan kamtibmas lainnya sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan aman dan nyaman,” ujar Tri Wiratmo.

Selama pelaksanaan operasi, aparat kepolisian berhasil mengungkap 55 kasus yang berkaitan dengan berbagai bentuk kejahatan dan pelanggaran hukum.

  • Peredaran dan penjualan minuman keras ilegal
  • Penyalahgunaan narkotika
  • Peredaran obat-obatan terlarang
  • Praktik prostitusi
  • Perjudian
  • Kepemilikan senjata tajam
  • Pembuatan dan peredaran petasan ilegal
  • Kejahatan jalanan
  • Praktik premanisme

Pengungkapan puluhan kasus tersebut menunjukkan bahwa aparat kepolisian aktif melakukan penindakan terhadap aktivitas ilegal yang berpotensi menimbulkan gangguan sosial di tengah masyarakat.

Dari total 55 kasus yang berhasil diungkap, polisi mengamankan 65 orang tersangka yang diduga terlibat dalam berbagai aktivitas ilegal tersebut.

Petugas langsung memproses seluruh tersangka sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Polisi juga terus mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan lain dalam beberapa kasus yang terungkap selama operasi berlangsung.

Baca juga  Lakban Mulut dan Kaki Anak Usia 3 Tahun demi Jalan-Jalan, Pengakuan Ibu Kandung di Bantul Bikin Miris

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk memutus rantai peredaran barang ilegal serta menekan potensi kejahatan yang dapat meresahkan masyarakat.

Ribuan Botol Miras hingga Senjata Tajam

Selain mengamankan para tersangka, aparat kepolisian juga berhasil menyita berbagai barang bukti dari sejumlah lokasi pengungkapan kasus.

  • 3.599 botol minuman keras ilegal
  • 13 unit telepon genggam
  • Uang tunai Rp2.879.000
  • 1.425 butir pil obat-obatan terlarang
  • 2 golok dan pedang
  • 12 selongsong petasan
  • 720 gram bahan obat petasan
  • 1 kartu domino
  • 1 pasang dadu
  • 48 alat kontrasepsi
  • 2 lembar kertas minyak cokelat

Barang bukti tersebut menunjukkan beragam modus pelanggaran hukum yang terjadi di wilayah Yogyakarta, mulai dari perjudian hingga aktivitas produksi petasan ilegal yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Polda DIY menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Pekat Progo 2026 tidak menghentikan upaya kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah.

Aparat akan melanjutkan langkah preventif dan penindakan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) serta Operasi Ketupat Progo 2026 yang bertujuan menjaga situasi keamanan menjelang dan selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Baca juga  Sosialisasi Pengadaan Barang dan Jasa di Gunungkidul, PPK Dituntut Tingkatkan Kompetensi dan Integritas

Polisi berharap masyarakat juga ikut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jika mengetahui adanya gangguan kamtibmas, masyarakat dapat segera melaporkan melalui Call Center 110,” ujar Tri Wiratmo.

Dengan sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat, Polda DIY optimistis wilayah Yogyakarta dapat tetap aman, tertib, dan kondusif selama Ramadan hingga perayaan Idul Fitri. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid