Menuju Zero New Stunting: Pemkot Yogyakarta Gaspol Cegah Kasus Baru, Lakukan Pendampingan Bayi dan Pengantin Muda

Bagikan :
Menuju Zero New Stunting/Foto: Pemkot Yogyakarta

KabarJawa.com– Langit Yogyakarta pagi itu tampak cerah, seolah ikut menyambut semangat baru Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mewujudkan target ambisius: Zero New Stunting.

Tidak sekadar jargon, target itu kini menjadi komitmen nyata yang digerakkan dari tingkat keluarga hingga kelurahan.

Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan tekad untuk mencegah munculnya kasus stunting baru dengan cara memantau ketat setiap kelahiran bayi dan pasangan pengantin baru.

Dua pintu utama kehidupan keluarga ini menjadi kunci penting dalam memutus rantai stunting di masa depan.

Zero New Stunting

“Kita harus punya prinsip Zero New Stunting. Kita bisa turun kalau kita punya program yang konkret, yang menyentuh dari awal kehidupan keluarga,” tegas Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Hasto menginstruksikan Dinas Kesehatan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) untuk turun langsung ke lapangan.

Setiap bayi yang lahir akan dipantau berat badan, panjang badan, dan lingkar lengannya. Begitu pula pasangan yang baru menikah, akan mendapat pengukuran lingkar lengan sebelum mereka merencanakan kehamilan.

“Yang nikah diukur lingkar lengannya. Kalau kurang dari 23,5, jangan dulu hamil. Kasih dulu telur, ikan, biar agak gemuk dikit, baru hamil,” ujarnya.

Baca juga  Sri Sultan Ungkap 16 Model Koperasi Berbasis Potensi Lokal, Siap Dilabeli Koperasi Desa Merah Putih

Menurut Hasto, angka kelahiran baru di Kota Yogyakarta hanya sekitar enam bayi per hari, sedangkan pasangan menikah baru tercatat sekitar tiga pasangan per hari.

Jumlah yang relatif kecil ini menjadi peluang besar untuk memastikan seluruh proses kehidupan keluarga muda dapat dipantau dengan baik.

Dengan populasi penduduk kurang dari 500 ribu jiwa, Pemkot Yogyakarta mengerahkan seluruh sumber daya untuk menekan angka stunting.

Ada 495 tenaga pendamping keluarga yang aktif di lapangan, serta dukungan anggaran Rp 100 juta per tahun di setiap kelurahan.

Hasto menegaskan, pihaknya menargetkan angka prevalensi stunting di Kota Yogyakarta turun hingga di bawah dua digit. Berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka stunting di Kota Yogyakarta masih 14,8 persen.

Namun, data Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta per Oktober 2025 menunjukkan kabar menggembirakan: prevalensi stunting sudah turun drastis menjadi 9,71 persen.

“Ini capaian luar biasa. Tapi kita tidak boleh berhenti di sini. Kita harus pastikan tidak ada lagi anak-anak baru yang lahir stunting,” tegas Hasto.

Perusahaan swasta juga ikut turun tangan dalam gerakan ini. Salah satunya PT Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM) yang aktif mendampingi penanganan stunting di Kelurahan Tahunan dan Sorosutan.

Baca juga  Pemkot Yogyakarta Siapkan Penataan Parkir Bus Pariwisata untuk Kurangi Beban Kendaraan di Sumbu Filosofi

Program yang mereka jalankan, 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) Aksi Pencegahan Stunting (Si Penting), terbukti memberikan hasil signifikan.

Dari hasil evaluasi, angka stunting di Sorosutan berhasil turun 5 persen, sementara di Tahunan turun 3,6 persen.

“Makanya saya bilang, ini harusnya sukses. Program ini mencari Bapak Asuh, dan SGM sudah menjadi Bapak Asuh yang luar biasa,” ujar Hasto.

Harapan Besar dari Kota Pelajar

Saat ini, Pemkot mencatat ada sekitar 630 anak berisiko tinggi stunting yang sedang dicarikan Bapak Asuh dari kalangan perusahaan lewat program CSR.

Semangat Zero New Stunting kini menggema di seluruh penjuru Kota Yogyakarta. Dari balai kelurahan hingga posyandu, dari perusahaan hingga rumah warga, semua bergerak bersama dengan satu tujuan: memastikan setiap anak lahir sehat, tumbuh kuat, dan cerdas.

Wali Kota Hasto menegaskan, perjuangan ini bukan hanya tentang menurunkan angka di laporan statistik, tapi tentang menyelamatkan masa depan generasi penerus bangsa.

Stunting bukan sekadar persoalan gizi, tapi soal masa depan anak-anak kita. Kita ingin mereka tumbuh sehat, cerdas, dan siap memimpin masa depan Yogyakarta,” tutupnya.

Factory Director Danone Specialized Nutrition East, Lastiani Amy Rosalina, yang mewakili PT SGM, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dengan Pemkot Yogyakarta.

Baca juga  Ormas Award 2025: Pemkot Yogyakarta Tegaskan Ormas sebagai Agen Perubahan

Ia menegaskan bahwa periode 1000 Hari Pertama Kehidupan adalah masa emas bagi pertumbuhan anak.

“Seribu Hari Pertama Kehidupan merupakan momen golden age, momen yang sangat berarti bagi pertumbuhan dan masa depan anak. Program ini memberi dampak langsung bagi masyarakat Kota Yogyakarta,” ujar Lastiani.

1.000 HPK si Penting berlagsung sejak Januari hingga September 2025, dengan total 60 kader, 97 ibu hamil dan baduta sebagai penerima manfaat di Kelurahan Sorosutan dan Tahunan.

Program ini mencakup peningkatan kapasitas kader, edukasi gizi bagi ibu hamil dan ibu anak bawah dua tahun, hingga pendampingan langsung melalui kunjungan rumah (home visit).

Salah satu penerima manfaat, Evi Ratna Sutantri, menceritakan perubahan besar setelah mengikuti program tersebut.

Ia mengaku anaknya sempat mengalami berat badan rendah karena sulit makan. Namun, setelah mengikuti edukasi dari para kader, Evi mulai memperbaiki pola makan dan menambah asupan protein anaknya.

“Dengan ikut program ini, banyak sekali ilmu yang saya dapat. Saya jadi tahu cara mengatur pola makan anak, menambah asupan gizi, terutama protein. Sekarang berat badan anak saya naik,” kata Evi. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid