
KabarJawa.com – Pemerintah Kota Yogyakarta menunjukkan komitmen dalam menurunkan angka stunting melalui kolaborasi dengan pihak ketiga lewat program Gerakan Orang Tua Asuh Jika Stunting (GENTING).
Program yang diinisiasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ini menjadi salah satu langkah bersama pemerintah dan dunia usaha untuk menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang sehat bagi balita.
Di kawasan Wirobrajan, tiga keluarga berisiko stunting menerima bantuan rehabilitasi rumah dengan nilai masing-masing Rp15 juta. Bantuan ini diberikan oleh Yayasan Bangun Sejahtera Indonesia Maslahat (BSI Maslahat) sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program Genting.
Fokus perbaikan rumah mencakup dapur dan kamar mandi sebagai dua ruang penting yang mempengaruhi kesehatan serta kebersihan keluarga.
Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat BKKBN, Sukaryo Teguh Santosa, hadir secara langsung untuk meninjau kondisi rumah penerima bantuan. Ia menyampaikan bahwa gerakan Genting ditujukan untuk mendorong semangat kepedulian sosial terhadap keluarga berisiko stunting.
“Gerakan ini menumbuhkan semangat gotong royong agar semua pihak ikut terlibat membantu keluarga berisiko stunting. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita perlu dukungan individu, kelompok, dan korporasi,” ujar Sukaryo saat menghadiri Kick Off Program Genting di Wirobrajan, Rabu (8/10/2025).
Sukaryo juga menambahkan bahwa partisipasi BSI Maslahat menjadi contoh nyata keterlibatan dunia usaha dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. BSI Maslahat tidak hanya mendukung di wilayah Yogyakarta, tetapi juga berperan aktif di berbagai provinsi lainnya.
“Ini contoh konkret bagaimana korporasi bisa berkontribusi langsung untuk mewujudkan generasi yang sehat dan bebas stunting,” tegasnya.
Program Genting memiliki pendekatan menyeluruh yang mencakup empat aspek utama: pemenuhan gizi selama 1.000 hari pertama kehidupan, penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, dan bantuan rumah layak huni.
Melalui intervensi ini, program berusaha menangani penyebab stunting dari berbagai sisi seperti lingkungan, perilaku, dan pola konsumsi.
Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat
Tiga keluarga penerima bantuan berasal dari Kelurahan Purbayan (Kemantren Kotagede), Kelurahan Wirobrajan (Kemantren Wirobrajan), dan Kelurahan Baciro (Kemantren Gondokusuman). Mereka dipilih karena masuk kategori keluarga berisiko tinggi stunting.
Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KBPK) DP3AP2KB Kota Yogyakarta, Herristanti, menyampaikan bahwa pemerintah kota akan terus memperkuat pencegahan stunting melalui kerja sama lintas sektor.
“Pemkot berkomitmen memberikan rumah yang layak huni bagi warga, termasuk melalui kerja sama dengan BKKBN dan mitra seperti BSI Maslahat. Penanganan stunting tidak hanya berbicara soal gizi, tapi juga lingkungan sehat dan sanitasi yang memadai,” ungkap Herristanti.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sebagai faktor penting dalam mempercepat penurunan angka stunting di Yogyakarta. Program Genting diharapkan menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk ikut serta dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“Ini bukan hanya soal kesehatan, tapi juga masa depan bangsa,” tegasnya.
Salah satu penerima bantuan, Jodith Wahyudianto dari Kelurahan Wirobrajan, menyampaikan rasa syukurnya. Ia menjelaskan bahwa rumahnya dihuni oleh 12 orang dari lima kepala keluarga dengan kondisi yang cukup terbatas sebelum adanya bantuan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Rumah kami padat, dihuni 12 orang dari lima KK. Bantuan untuk memperbaiki dapur dan kamar mandi ini benar-benar membantu agar rumah kami lebih sehat dan nyaman,” ujar Jodith.