
KabarJawa.com– Kabupaten Gunungkidul kembali membuktikan diri sebagai magnet wisata utama di kawasan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta saat momentum libur panjang Kenaikan Isa Almasih 2026.
Ribuan kendaraan terus mengalir memasuki jalur wisata sejak pagi buta, membawa wisatawan dari berbagai daerah menuju deretan pantai eksotis yang membentang di pesisir selatan.
Suasana padat langsung terlihat di sejumlah titik wisata unggulan sejak Kamis, 14 Mei 2026. Area parkir dipenuhi kendaraan pribadi dan bus pariwisata, sementara antrean wisatawan mengular di pintu masuk destinasi favorit.
Libur panjang dan cuti bersama mendorong lonjakan mobilitas masyarakat yang ingin menikmati suasana pantai dan alam terbuka bersama keluarga.
Peningkatan Kunjungan Wisata Gunungkidul
Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Gunungkidul mencatat sebanyak 41.969 wisatawan datang hanya dalam satu hari.
Angka tersebut menjadi salah satu lonjakan kunjungan tertinggi selama periode libur panjang tahun ini.
Sekretaris Disparpora Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, mengatakan peningkatan jumlah pengunjung sebenarnya sudah diprediksi pemerintah daerah sejak awal pekan.
Momentum libur nasional yang berdekatan dengan cuti bersama memicu peningkatan arus wisata secara signifikan.
“Ada peningkatan signifikan dibanding hari biasa,” ujar Eko, Jumat (15/5/2026).
Kawasan pantai selatan masih menjadi pusat keramaian wisatawan selama libur panjang. Deretan pantai dengan pasir putih, tebing karst, dan panorama laut lepas kembali menjadi destinasi favorit bagi wisatawan domestik.
Sejak pagi hari, wisatawan memadati sejumlah pantai populer seperti Pantai Poktunggal, kawasan Baron, hingga jalur wisata menuju Bukit Paralayang di Purwosari.
Banyak wisatawan datang bersama keluarga besar maupun rombongan komunitas dari luar daerah untuk menikmati suasana liburan yang lebih panjang.
Kepadatan wisata terlihat dari meningkatnya aktivitas di jalur utama menuju kawasan pantai. Warung makan, pusat oleh-oleh, hingga pelaku usaha wisata lokal ikut merasakan dampak positif dari lonjakan pengunjung tersebut.
Ramainya kawasan wisata juga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Dalam sehari, sektor pariwisata Gunungkidul berhasil membukukan retribusi sebesar Rp516.977.000.
“Capaian ini memperkuat optimisme bahwa target PAD 2026 bisa terlampaui,” kata Eko.
Lonjakan Wisatawan Terus Berlanjut hingga Akhir Libur
Pemerintah daerah memperkirakan arus wisatawan masih akan terus meningkat hingga akhir masa libur panjang pada Minggu, 17 Mei 2026.
Tren kunjungan yang terus naik sejak awal pekan menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap wisata alam di Gunungkidul.
Disparpora Gunungkidul pun terus melakukan pemantauan terhadap kepadatan kendaraan, arus pengunjung, serta kondisi destinasi wisata untuk memastikan seluruh aktivitas berjalan aman dan nyaman.
“Prediksi kami hingga Minggu masih ramai. Mudah-mudahan berjalan aman dan lancar,” imbuh Eko.
Optimisme pemerintah daerah tidak hanya muncul dari tingginya angka kunjungan, tetapi juga dari semakin kuatnya posisi Gunungkidul sebagai salah satu destinasi unggulan nasional saat musim libur panjang.
Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan selatan DIY memang terus menjadi pilihan utama wisatawan yang mencari kombinasi panorama alam, wisata keluarga, dan pengalaman berlibur dengan biaya terjangkau.
Di tengah membludaknya wisatawan, pengamanan kawasan pantai makin ketat untuk mengantisipasi potensi kecelakaan laut maupun gangguan keamanan lain. Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 menurunkan puluhan personel untuk berjaga di sepanjang kawasan wisata.
Sebanyak 64 personel berjaga mulai dari Pantai Poktunggal hingga kawasan Bukit Paralayang Purwosari. Petugas melakukan patroli rutin dan pemantauan langsung di area yang ramai .
Koordinator Satlinmas Rescue Wilayah 2 Pantai Baron, Marjono, mengatakan pihaknya langsung meningkatkan kesiagaan sejak lonjakan pengunjung mulai terlihat pada Kamis pagi.
“Sejak kemarin pengunjung sudah ramai, jadi seluruh personel kami turunkan,” ujarnya.
Petugas rescue tampak aktif memberikan imbauan keselamatan kepada wisatawan, terutama yang bermain terlalu dekat dengan area ombak dan karang berbahaya. Imbauan disampaikan melalui pengeras suara maupun pendekatan langsung kepada pengunjung di bibir pantai.
Cuaca Bersahabat, Wisatawan Tetap Perlu Waspada
Hingga Jumat siang, kondisi cuaca di kawasan pantai selatan Gunungkidul terpantau relatif aman. Gelombang laut terlihat lebih landai daripada beberapa pekan sebelumnya sehingga aktivitas wisata berjalan lancar.
Meski demikian, petugas tetap meminta wisatawan meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas di pantai. Pengunjung sebaiknya mematuhi seluruh arahan petugas demi menghindari risiko kecelakaan laut.
“Kami terus mengingatkan wisatawan agar tidak bermain di area berbahaya,” kata Marjono.
Selain pengamanan laut, petugas juga melakukan pengawasan di jalur kendaraan wisata yang mengalami peningkatan volume selama libur panjang.
Hingga Jumat siang, tidak ada laporan kecelakaan laut, meski sempat terjadi insiden kecelakaan lalu lintas di sekitar kawasan wisata.
Lonjakan wisatawan selama libur Kenaikan Isa Almasih 2026 kembali menegaskan posisi Gunungkidul sebagai salah satu destinasi wisata paling diminati di Indonesia. (ef linangkung)