
KabarJawa.com — Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Gunungkidul mengalami lonjakan signifikan pada H+1 Lebaran 2026. Data Dinas Pemuda dan Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Gunungkidul mencatat sebanyak 52.655 wisatawan berkunjung pada Minggu (22/3/2026).
Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan hari sebelumnya, Sabtu (21/3/2026), yang mencatat 25.029 pengunjung dengan pendapatan Rp304.213.500. Sementara itu, pada Jumat (20/3/2026), jumlah wisatawan tercatat sebanyak 11.926 orang dengan pendapatan Rp147.447.600.
Pada H+1, pendapatan dari sektor pariwisata juga meningkat hingga mencapai Rp694.436.800.
Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, menyampaikan bahwa lonjakan tersebut telah diprediksi, namun tetap menjadi tantangan di lapangan.
“Kami melihat tren peningkatan yang sangat tajam pada H+1. Ini menunjukkan minat wisatawan terhadap Gunungkidul tetap tinggi, terutama untuk wisata pantai,” ujarnya.
Kepadatan Lalu Lintas dan Antrean Panjang
Lonjakan kunjungan berdampak pada kepadatan lalu lintas di jalur menuju kawasan wisata pantai. Antrean kendaraan dilaporkan mencapai sekitar 3 kilometer sebelum Tempat Pemungutan Retribusi (TPR).
Salah satu titik terpadat terjadi di jalur menuju Pantai Drini, dengan kendaraan bergerak lambat akibat tingginya volume pengunjung.
Dampak Ekonomi bagi Pelaku Usaha
Peningkatan jumlah wisatawan turut berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Pelaku usaha di sektor pariwisata, seperti pedagang makanan dan penyedia jasa wisata, mengalami peningkatan omzet selama periode libur Lebaran.
Salah satu pedagang di kawasan pantai, Nuri, menyampaikan bahwa jumlah pembeli meningkat sejak pagi hari.
“Sejak pagi tidak berhenti. Alhamdulillah ramai sekali,” ujarnya.
Evaluasi Pengelolaan Wisata
Lonjakan wisatawan pada H+1 Lebaran menunjukkan tingginya daya tarik Gunungkidul sebagai destinasi wisata. Namun, kondisi ini juga menjadi perhatian terkait pengelolaan infrastruktur dan lalu lintas di kawasan wisata.
Pemerintah daerah terus melakukan koordinasi untuk mengantisipasi kepadatan pada hari-hari berikutnya.