Larangan Baju Hijau di Pantai Parangtritis, Mitos atau Fakta? Begini Penjelasannya

Bagikan :
Ilustrasi larangan baju hijau di Pantai Parangtritis (AI // Kabar Jawa)

KabarJawa.com – Memasuki musim libur Lebaran, sejumlah destinasi wisata di Indonesia mulai dipenuhi pengunjung. Salah satu yang menjadi magnet utama wisatawan adalah Pantai Parangtritis.

Pantai ini dikenal dengan panorama alamnya yang khas, terutama ombak besar khas selatan Pulau Jawa.

Lonjakan jumlah wisatawan diperkirakan terjadi setiap periode libur panjang. Namun, di balik keindahan lanskapnya, Parangtritis juga menyimpan sebuah kepercayaan yang sudah lama dikenal masyarakat, yaitu larangan mengenakan pakaian berwarna hijau saat berada di kawasan pantai.

Untuk itu, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikuta adalah penjelasan lengkap mengenai kenapa ada larangan memakai baju hijau di Pantai Parangtritis.

Kepercayaan Lokal dan Sosok Kanjeng Ratu Kidul

Melansir laman resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), diketahui bahwa pembahasan mengenai Parangtritis tidak bisa dilepaskan dari sosok Kanjeng Ratu Kidul.

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, Kanjeng Ratu Kidul diyakini sebagai penguasa spiritual Samudra Hindia. Warna hijau disebut sebagai warna kebesarannya.

Oleh karena itu, mengenakan pakaian berwarna hijau di pantai ini dianggap sebagai tindakan yang dapat menarik perhatian sang ratu.

Baca juga  Bidik 670 Ribu Pengunjung, Taman Pintar Yogyakarta Terus Kembangkan Zona Edukasi di Usia ke-17 Tahun

Kepercayaan ini telah berkembang menjadi bagian dari tradisi dan penghormatan masyarakat setempat. Hubungan antara Keraton Yogyakarta dan Laut Selatan bahkan terjalin dalam berbagai ritual budaya, seperti upacara Labuhan, yang diyakini sebagai simbol komunikasi antara dunia manusia dan dunia gaib.

Penjelasan Ilmiah di Balik Larangan Baju Hijau

Di sisi lain, larangan memakai baju hijau juga memiliki penjelasan rasional yang berkaitan dengan faktor keselamatan di laut. Fenomena ini dapat dijelaskan melalui beberapa aspek ilmiah, antara lain:

Kamuflase dengan Warna Air Laut

Air laut di wilayah Samudra Hindia memiliki gradasi warna yang cenderung biru hingga kehijauan.

Kondisi ini membuat pakaian berwarna hijau mudah menyatu dengan lingkungan sekitar. Akibatnya, seseorang yang berada di dalam air akan sulit terlihat dari kejauhan.

Pengaruh Refraksi Cahaya

Dalam kondisi air yang keruh dan bergelombang, warna hijau menjadi salah satu warna yang cepat kehilangan kontras. Hal ini menyulitkan proses pencarian korban, terutama dalam situasi darurat.

Efektivitas Proses Evakuasi

Dalam kondisi darurat seperti tenggelam, kecepatan penyelamatan sangat menentukan.

Baca juga  Pemerintah India Revitalisasi Ratusan Candi Perwara Prambanan, DIY Siapkan Strategi Wisata

Warna-warna mencolok seperti merah, oranye, atau kuning lebih mudah terlihat oleh tim penyelamat dibandingkan warna hijau yang cenderung menyatu dengan laut.

Fenomena Arus Pecah yang Mematikan

Selain faktor warna, bahaya utama di Parangtritis sebenarnya berasal dari fenomena alam yang dikenal sebagai Rip Current atau arus pecah.

Arus ini merupakan aliran air kuat yang bergerak dari tepi pantai menuju laut lepas. Kecepatannya dapat mencapai hingga 2,5 meter per detik, menjadikannya sangat berbahaya bahkan bagi perenang berpengalaman.

Data dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menunjukkan bahwa arus pecah menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan laut di kawasan ini.

Selain itu, struktur dasar laut Parangtritis yang memiliki palung tersembunyi turut memperbesar potensi munculnya arus berbahaya di berbagai titik.

Perspektif Psikologi Warna dalam Keselamatan

Disebutkan pula bahwa selain faktor budaya dan sains, larangan mengenakan baju hijau juga dapat dilihat dari sudut pandang psikologi warna. Dalam budaya Jawa, warna hijau identik dengan kesuburan dan ketenangan.

Secara tidak langsung, warna ini dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang sehingga merasa lebih nyaman dan kurang waspada terhadap potensi bahaya di sekitarnya.

Baca juga  TMMD Sengkuyung Tahap II 2026 Gunungkidul Tuntas 100 Persen, Jalan Baru di Sawahan 13 Bangkitkan Harapan Warga

Larangan tersebut kemudian berfungsi sebagai batasan psikologis yang mendorong wisatawan untuk lebih berhati-hati saat berada di kawasan pantai.

Cara aAman Wisata ke Pantai Parangtritis

Meskipun memiliki berbagai mitos dan potensi bahaya alam, Parangtritis tetap menjadi destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Masih berdasarkan sumber yang sama, berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan saat berwisata ke Pantai Parangtritis:

Datang di Waktu Terbaik

Waktu yang disarankan untuk berkunjung adalah sekitar pukul 16.30 WIB saat cahaya matahari mulai meredup dan menciptakan pemandangan senja yang indah.

Jangan Lupa Nikmati Kuliner Khas

Kemudian, wisatawan dapat mencoba jagung bakar atau es kelapa muda sambil menikmati suasana pantai.

Memanfaatkan Transportasi Wisata

Menyusuri garis pantai dapat dilakukan dengan menyewa bendi atau Jeep wisata untuk pengalaman yang lebih nyaman sekaligus mendukung ekonomi lokal.

Nah, demikian tadi penjelasan mengenai larangan baju hijau di Pantai Parangtritis lengkap dengan seluk-beluk mengenainya.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid