
KabarJawa.com– Deru mesin molen dan suara cangkul akhirnya berhenti di Sawahan 13, Kalurahan Jatiayu, Kapanewon Karangmojo, Kamis (21/5/2026).
Setelah 30 hari penuh kerja keras, Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kodim 0730/Gunungkidul resmi ditutup dengan capaian pembangunan 100 persen.
Program yang berlangsung sejak 22 April hingga 21 Mei 2026 itu juga menyalakan kembali semangat gotong royong masyarakat pedesaan. Jalan yang sebelumnya rusak kini berubah menjadi akses cor blok yang kokoh.
Talud berdiri rapi di sisi jalan. Lalu, satu rumah warga yang sebelumnya tidak layak huni kini tampil lebih aman dan nyaman.
Penutupan TMMD berlangsung khidmat dan penuh haru. Warga memadati lokasi kegiatan sejak pagi. Mereka menyaksikan langsung prosesi penutupan yang dipimpin Komandan Kodim 0730/Gunungkidul Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan sebagai Inspektur Upacara.
TMMD Sengkuyung Tahap II 2026 Gunungkidul
Dalam amanat Panglima Kodam IV/Diponegoro yang dibacakan Komandan Kodim, tema TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa menjadi penegas bahwa pembangunan desa memegang peran strategis dalam pemerataan ekonomi nasional.
“Program ini menjadi wujud nyata kolaborasi terpadu antara TNI, kementerian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan dan daerah terpencil,” ujar Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan saat membacakan amanat Pangdam IV/Diponegoro.
Selama satu bulan pelaksanaan, Satgas TMMD berhasil menyelesaikan seluruh target fisik tanpa menyisakan pekerjaan.
Pembangunan utama berupa jalan cor blok atau rabat beton sepanjang 569 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 0,12 meter kini menjadi urat nadi baru bagi aktivitas warga Sawahan 13.
Selain jalan cor blok, personel TMMD juga membangun talud jalan sepanjang 50 meter dengan tinggi 1 meter untuk memperkuat struktur jalan sekaligus mencegah longsor saat musim hujan tiba.
Tidak berhenti di situ, program TMMD juga menyentuh sisi kemanusiaan melalui rehabilitasi satu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Renovasi rumah tersebut memberi harapan baru bagi keluarga penerima manfaat yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Keberhasilan pembangunan tersebut lahir dari kerja bersama berbagai pihak. Sebanyak 40 anggota TNI, 10 anggota Polri, 20 personel dari dinas dan organisasi perangkat daerah (OPD), serta 40 warga masyarakat terlibat aktif setiap hari dalam proses pengerjaan.
Kebersamaan antara aparat dan warga terlihat sejak pagi hingga sore hari. Mereka bekerja berdampingan mengangkut material, mengecor jalan, hingga membersihkan area pembangunan.
Anggaran Rp300 Juta Wujudkan Infrastruktur Desa yang Lebih Baik
Program TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 ini mendapat dukungan anggaran sebesar Rp300 juta. Dana tersebut berasal dari APBD Provinsi DIY sebesar Rp75 juta dan APBD Kabupaten Gunungkidul sebesar Rp225 juta.
Anggaran tersebut digunakan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat pedesaan.
Kehadiran jalan cor blok akan memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.
Warga Sawahan 13 menyambut pembangunan itu dengan penuh antusias. Mereka bahkan memberikan swadaya tambahan di luar rencana awal untuk mendukung peningkatan volume pekerjaan.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang menurutnya menjadi kekuatan utama suksesnya TMMD di wilayah tersebut.
“Pembangunan jalan ini sudah rampung. Saya berterima kasih atas sengkuyungan gotong royong Bapak dan Ibu,” ujar Endah dalam sambutannya.
Bupati menilai kolaborasi antara TNI dan masyarakat telah membuktikan bahwa pembangunan desa dapat berjalan cepat apabila seluruh elemen bergerak bersama.
Sebelum TMMD berlangsung, kondisi jalan di Sawahan 13 mengalami kerusakan cukup parah. Saat hujan turun, jalan berubah licin dan sulit dilalui kendaraan. Aktivitas warga, terutama petani, sering terkendala karena akses distribusi hasil panen menjadi terhambat.
Kini kondisi tersebut berubah drastis. Jalan cor blok yang baru memberi kemudahan bagi warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Anak-anak lebih aman menuju sekolah. Petani lebih mudah membawa hasil panen. Kendaraan roda dua maupun roda empat dapat melintas dengan lebih nyaman.
Lurah Jatiayu menyampaikan rasa syukur atas pembangunan yang terlaksana melalui program TMMD. Ia menegaskan bahwa jalan tersebut sangat dibutuhkan warga karena selama bertahun-tahun menjadi akses utama masyarakat.
Menurutnya, perubahan infrastruktur itu bukan hanya menghadirkan kenyamanan, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi desa dalam jangka panjang.
Penandatanganan Prasasti dan Pemotongan Pita
Suasana haru semakin terasa ketika Komandan Satgas TMMD bersama Bupati Gunungkidul melakukan penandatanganan prasasti sebagai simbol selesainya program pembangunan.
Prosesi kemudian berlanjut dengan pemotongan pita di lokasi pembangunan jalan cor blok. Warga yang hadir menyambut momen tersebut dengan tepuk tangan meriah sebagai ungkapan rasa syukur atas rampungnya pembangunan.
Bagi masyarakat Sawahan 13, TMMD bukan sekadar proyek pembangunan biasa. Program tersebut menghadirkan bukti nyata bahwa negara hadir hingga pelosok desa melalui kerja nyata bagi masyarakat.
Selain pembangunan fisik, TMMD ke-128 juga menjalankan berbagai kegiatan non-fisik berupa penyuluhan kepada masyarakat yang dilaksanakan pada 5 Mei 2026 di Balai Kalurahan Jatiayu.
Kegiatan penyuluhan tersebut mencakup berbagai bidang yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, mulai dari wawasan kebangsaan, kesehatan, hingga pembangunan sosial kemasyarakatan.
Melalui program TMMD, TNI tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemanunggalan dengan rakyat. Hubungan yang terjalin selama program berlangsung menciptakan kedekatan emosional antara aparat dan masyarakat. (ef linangkung)