
KabarJawa.com — Taman Pintar Yogyakarta menargetkan jumlah kunjungan mencapai 670.000 orang hingga akhir tahun 2025. Target tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 yang diperingati pada 16 Desember 2025.
Sejak pagi hingga sore, kawasan Taman Pintar tercatat terus menerima kunjungan wisatawan dari berbagai daerah. Pengunjung terdiri atas anak-anak, keluarga, rombongan sekolah, serta wisatawan luar kota yang menjadikan Taman Pintar sebagai destinasi wisata edukasi di Kota Yogyakarta.
Berbagai wahana sains interaktif yang tersedia menjadikan Taman Pintar tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga ruang pembelajaran berbasis pengalaman.
Konsistensi tersebut tercermin dari capaian kunjungan yang dalam beberapa tahun terakhir menembus lebih dari satu juta orang per tahun.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono, menyampaikan bahwa Taman Pintar tetap mempertahankan konsep belajar aktif dengan menghadirkan alat peraga dan wahana yang terintegrasi dengan penjelasan ilmu pengetahuan.
“Setiap peralatan bermain di Taman Pintar selalu kami lengkapi dengan penjelasan sains. Anak-anak dapat langsung mempraktikkan ilmu yang tertera di papan informasi, sehingga proses belajar terasa seperti bermain,” ujar Yunianto.
Selain pengembangan wahana, pengelola juga menekankan aspek inklusivitas dan kepedulian sosial. Pada peringatan HUT ke-17, Taman Pintar mengusung tema “Sharing and Caring” dan mengundang siswa dari SLB Negeri 2 Yogyakarta untuk mengikuti kegiatan belajar dan rekreasi.
“Kehadiran adik-adik dari SLB Negeri 2 Yogyakarta mengingatkan kita bahwa akses pendidikan dan ruang belajar harus terbuka untuk siapa pun tanpa terkecuali,” kata Yunianto.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong penyediaan ruang publik yang ramah difabel melalui penyegaran zona, penguatan layanan pengunjung, serta kolaborasi dengan mitra strategis. Upaya tersebut diarahkan untuk menjadikan Taman Pintar sebagai ruang belajar sepanjang hayat.
Dari sisi pengelola, Kepala Seksi Kerja Sama dan Pemasaran UPT Pengelolaan Budaya Kota Yogyakarta, Karmila, menyatakan bahwa inovasi dan perbaikan dilakukan secara berkelanjutan dalam satu dekade terakhir.
“Kami menyadari bahwa kami tidak bisa berjalan sendiri. Karena itu, kami menggandeng berbagai mitra, baik dari sektor swasta maupun pemerintah, untuk berkolaborasi menyediakan wahana edukasi yang berkualitas,” ujar Karmila.
Sepanjang tahun 2025, Taman Pintar menghadirkan sejumlah pembaruan zona, antara lain Zona Jelajah Laut Nusantara, Zona Fosil, Zona Air Menari, Zona Kebaikan Air, Zona Metrologi, Zona KPK, serta Zona Kehidupan Air. Pembaruan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas edukasi dan kenyamanan pengunjung.
Hingga November 2025, jumlah kunjungan tercatat mencapai 569.678 orang. Pengelola memproyeksikan peningkatan kunjungan pada Desember seiring libur sekolah, Natal, dan Tahun Baru, serta keberadaan zona-zona baru.
Peningkatan kunjungan berdampak pada pendapatan daerah. Pada 2025, pendapatan UPT Pengelolaan Taman Budaya diperkirakan mencapai Rp14,5 miliar, meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat Rp14,317 miliar.
Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, pengelola menyiapkan berbagai kegiatan akhir tahun, lomba edukatif, dan peningkatan layanan untuk mendukung kenyamanan pengunjung.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menilai HUT ke-17 sebagai momentum penguatan komitmen Taman Pintar sebagai wahana edukasi publik.
Dalam rangkaian peringatan, Taman Pintar menggelar kegiatan edukatif dan partisipatif, seperti lomba fashion show tingkat PAUD, lomba dance tingkat SMA, serta lomba explorace olimpiade untuk siswa SD dan SMP. Sekitar 200 peserta dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Melalui inovasi berkelanjutan dan kolaborasi strategis, Taman Pintar Yogyakarta terus mengukuhkan perannya sebagai pusat pembelajaran berbasis sains, kreativitas, dan budaya,” ujar Yetti.
Ke depan, pengelola menyatakan akan melanjutkan pengembangan zona dan layanan sebagai bagian dari agenda peningkatan kualitas wisata edukasi di Kota Yogyakarta.