
KabarJawa.com – Babak baru pelestarian mahakarya budaya dunia segera dimulai. Pemerintah India secara resmi menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi dalam proyek besar revitalisasi ratusan candi perwara di kompleks Candi Prambanan.
Kerja sama lintas negara ini membuka harapan baru bagi penyelamatan warisan budaya sekaligus menghadirkan tantangan dalam menjaga denyut pariwisata Yogyakarta tetap hidup selama proses konservasi.
Mengingat skala proyek yang diperkirakan menyentuh lebih dari 190 candi perwara, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Pariwisata (Dispar) DIY langsung menyiapkan berbagai skenario mitigasi.
Langkah ini diambil agar aktivitas pemugaran tidak mengurangi kenyamanan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, memandang keterlibatan Pemerintah India sebagai momentum penting untuk memperkuat keberlanjutan pariwisata berbasis warisan budaya (heritage tourism) di Yogyakarta.
Namun, ia menegaskan bahwa seluruh proses revitalisasi harus berjalan sesuai koridor pelestarian cagar budaya dan standar internasional.
“Bantuan dari Pemerintah India merupakan bentuk kerja sama internasional yang sangat bernilai karena India memiliki pengalaman panjang dalam konservasi cagar budaya. Namun, prinsip utama yang kami pegang adalah bahwa setiap upaya pemugaran harus tetap berada dalam koridor kaidah pelestarian, mengikuti rekomendasi para ahli, serta mengacu pada ketentuan nasional dan standar UNESCO. Pelestarian Candi Prambanan bukan hanya menjaga bangunannya, tetapi juga menjaga nilai sejarah, budaya, dan daya tarik pariwisata untuk generasi mendatang,” tegas Imam, Rabu, 8 Juli (8/7/2026).
Ketertarikan India Sejak Setahun Setengah Lalu
Rencana besar ini tidak muncul tiba-tiba. Pemerintah India telah menunjukkan ketertarikan serius terhadap Candi Prambanan sejak sekitar satu setengah tahun yang lalu.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengungkapkan bahwa Perdana Menteri India, Narendra Modi, menaruh perhatian khusus terhadap kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia tersebut.
Bahkan pada Rabu (8/7/2026), Narendra Modi dijadwalkan meninjau langsung kompleks Candi Prambanan dalam rangkaian kunjungan kenegaraannya.
Fadli menjelaskan, fokus kerja sama tidak menyasar tiga candi utama yang telah berdiri megah. Pemerintah India tertarik membantu membangkitkan kembali ratusan candi perwara yang selama puluhan tahun masih berupa susunan batu.
Dari sekitar 200 candi perwara yang mengelilingi candi utama, Indonesia baru merevitalisasi enam bangunan, sehingga masih ada lebih dari 190 candi yang menunggu proses konservasi.
“Mereka (Pemerintah India) sangat tertarik karena ini merupakan salah satu candi Hindu terbesar ya yang ada, dengan tiga candi utama dan dua ratusan perwara,” ujar Fadli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Strategi Menjaga Alur Wisata Tetap Nyaman
Pengerjaan fisik terhadap ratusan bangunan ini dipastikan memakan waktu panjang dan memerlukan penutupan sementara di beberapa area demi keamanan. Dispar DIY telah mengantisipasi kemungkinan tersebut agar tidak terjadi penurunan kunjungan wisata.
Imam Pratanadi optimistis penyesuaian jalur dapat meminimalkan dampak penutupan akses melalui pengaturan alur wisata yang baik serta promosi destinasi alternatif di DIY. Terlebih, Prambanan terhubung erat dengan berbagai objek wisata budaya lain di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Untuk memastikan wisatawan tidak pulang dengan kecewa, tahapan pekerjaan fisik akan diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu pengalaman pengunjung secara signifikan.
Beberapa langkah antisipasi yang disiapkan meliputi pemasangan informasi yang jelas, peningkatan kualitas pelayanan, serta promosi intensif untuk destinasi di sekitar kawasan, seperti Candi Ratu Boko, Candi Plaosan, hingga desa-desa wisata sekitar.
Strategi ini sekaligus menjadi peluang bagus untuk pemerataan kunjungan wisata agar tidak hanya berpusat di Prambanan.
Magnet Promosi Global dan Dampak Ekonomi
Di samping tantangan teknis, Pemerintah DIY melihat kolaborasi internasional ini sebagai peluang promosi yang besar di panggung global. Keterlibatan India diyakini mampu menarik perhatian komunitas internasional, peneliti, serta wisatawan pencinta sejarah.
Kerja sama ini juga membuka ruang pertukaran teknologi konservasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pelestarian cagar budaya. Manfaat jangka panjangnya diharapkan menjalar hingga ke sektor ekonomi masyarakat yang bergantung pada ekosistem pariwisata Prambanan.
“Manfaatnya tidak hanya pada sektor pariwisata, tetapi juga pelestarian budaya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang konservasi, penguatan kerja sama internasional, serta keberlanjutan ekonomi masyarakat sekitar. Cagar budaya yang terawat akan memberikan manfaat sosial, edukatif, dan ekonomi dalam jangka panjang,” pungkas Imam.
Terkait jadwal pasti pelaksanaan proyek fisik, Dinas Pariwisata DIY saat ini masih menunggu keputusan dan koordinasi lebih lanjut dari pemerintah pusat. (ef linangkung)