
KABARJAWA– Suasana Ruang Handayani di Kantor Sekretariat Pemda Gunungkidul mendadak semarak pada Selasa (2/9/2025). Bupati Malaka, dr. Stefanus Brian Seran, hadir bersama jajaran pejabatnya untuk menjalin ikatan strategis dengan Kabupaten Gunungkidul.
Kunjungan itu bukan sekadar silaturahmi, melainkan langkah nyata menjajaki kerjasama di bidang kesehatan yang akan memperkuat pelayanan publik di dua daerah berbeda pulau tersebut.
Pertemuan dua kepala daerah itu menghadirkan nuansa kebersamaan, seakan menghapus jarak ribuan kilometer yang memisahkan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Nusa Tenggara Timur.
Bupati Malaka menegaskan tujuan utama kedatangannya. Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Malaka yang baru saja dimekarkan membutuhkan pengalaman dan sistem tata kelola pemerintahan yang baik. Gunungkidul, menurutnya, menjadi salah satu daerah yang tepat untuk belajar.
“Kami datang ke Gunungkidul untuk meminta support dan dukungan. Kami ingin melakukan penandatanganan kerjasama, khususnya di bidang kesehatan,” tegas dr. Stefanus.
Ia menambahkan bahwa Malaka ingin melihat langsung sistem yang sudah berjalan Gunungkidul, terutama di sektor kesehatan. Sebagai satu anak bangsa, Malaka meminta dukungan dan kerjasama dari Bupati Gunungkidul beserta jajarannya.
“Apa yang baik di sini, akan kami bawa pulang dan terapkan di Malaka,” imbuhnya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, merespons dengan rasa bangga. Ia menilai kepercayaan yang Kabupaten Malaka menjadi bukti bahwa Gunungkidul memiliki praktik tata kelola kesehatan yang dapat jadi teladan daerah lain.
“Kami merasa bangga karena saudara kami, Bupati dari Kabupaten Malaka, mempercayai Gunungkidul sebagai tempat studi dan kerjasama. Bahkan beliau menyebutnya sebagai sister district di bidang kesehatan,” ungkap Endah.
Endah berharap, pembangunan Gunungkidul dapat memberi manfaat nyata, tidak hanya bagi masyarakat setempat tetapi juga bagi saudara sebangsa di Malaka.
“Semoga ini menjadi jalan kita bersama untuk membangun negeri. Karena pada akhirnya, kesehatan masyarakat adalah pondasi bangsa yang kuat,” tegasnya.
Kunjungan bersejarah ini bukan sekadar simbolik. Kedua daerah sepakat menandatangani kesepakatan kerjasama yang berlaku selama lima tahun ke depan.
Kesepakatan itu akan menjadi payung hukum sekaligus jembatan persaudaraan dalam memperkuat sektor kesehatan.
Dengan kerjasama ini, Malaka berpeluang besar mendapatkan transfer ilmu, pengalaman, serta praktik terbaik dari Gunungkidul.
Sementara itu, Gunungkidul mendapatkan kehormatan untuk berbagi pengetahuan dan menjadi bagian dari pembangunan daerah lain di Indonesia timur. (ef linangkung)