
KabarJawa.com – Situasi di kawasan Condongcatur, Depok, Sleman, belakangan mendadak menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang memperlihatkan kerumunan kurir ShopeeFood beredar luas di media sosial.
Rekaman itu memperlihatkan ratusan pengemudi layanan pesan antar makanan itu berada di sekitar sebuah asrama mahasiswa pada Senin malam, tanggal 17 November 2025.
Video tersebut tersebar cepat melalui TikTok dan Instagram, memancing rasa penasaran banyak orang tentang apa sebenarnya yang terjadi di lokasi tersebut.
Kerumunan yang Mulai Terlihat Sejak Sore Hari
Dikabarkan bahwa sejumlah kurir ShopeeFood mulai berkumpul di sekitar Jalan Pringgondani sejak sore. Pada awalnya hanya terlihat beberapa orang saja, tetapi jumlah mereka terus bertambah dari waktu ke waktu.
Ketika malam mulai turun, tepatnya sebelum pukul 22.00 WIB, diperkirakan sekitar seratus kurir sudah memenuhi akses jalan menuju asrama mahasiswa yang menjadi pusat perhatian malam itu.
Warga sekitar yang keluar rumah karena penasaran menyaksikan suasana yang tidak biasa. Jalan kecil yang biasanya sepi berubah menjadi padat oleh kedatangan massa.
Suasana yang awalnya hanya ramai pelan perlahan berubah menjadi tegang. Banyak orang memperkirakan ada masalah serius yang melatarbelakangi berkumpulnya para kurir tersebut.
Sementara, ada pula aparat kepolisian datang untuk mengamankan lokasi. Akses menuju gang yang mengarah ke asrama mahasiswa langsung ditutup agar massa tidak semakin mendekat ke dalam area permukiman. Tak hanya polisi, sejumlah anggota TNI juga nampak turut dikerahkan untuk membantu penjagaan.
Cerita yang Menyebar di Media Sosial
Pihak kepolisian saat ini belum merilis kronologi mengenenai kejadian keramaian kurir ShopeeFood di Concat tersebut.
Dengan demikian, kini publik masih menanti mengenai penjelasan rilis resmi soal identitas hingga korban yang terlibat.
Di samping itu, saat ini mulai beredar berbagai narasi di media sosial, termasuk di komentar TikTok dan Instagram.
Salah satu komentar yang paling banyak dibicarakan muncul dari akun bernama Dany Sanjaya. Ia menuliskan dugaan pengurutan kejadian yang kemudian menjadi bahan diskusi hangat.
“Kronologi: driver ambil orderan, ditawari minum minuman keras tetapi menolak, lalu dipukul. Cuma dengar begitu, tidak tahu aslinya.”
Adapun komentar tersebut kemudian menjadi sorotan warganet lainnya. Yang mana, ini mengundang diskusi antar warganet.
Sejumlah warganet bahkan menyinggung kejadian serupa yang pernah terjadi beberapa bulan sebelumnya di Godean. Adapun diskusi di media sosial seperti ini kemudian ramai seiring dengan viralnya video tersebut.
Namun seperti yang sudah dijelaskan di awal, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari kepolisian terkait detail kronologi atas kejadian tersebut.***