
KABARJAWA– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul resmi menggelontorkan dana fantastis senilai Rp9 miliar untuk memperkuat pondasi pendidikan anak usia dini.
Sebanyak 186 lembaga PAUD formal, baik negeri maupun swasta, menerima bantuan berupa laptop, alat permainan edukatif (APE), serta buku koleksi perpustakaan.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, menegaskan bahwa bantuan tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2025.
Bantuan untuk PAUD di Gunungkidul
Ia menuturkan bahwa pemerintah membagi bantuan ke dalam tiga paket utama yang sengaja dirancang untuk menunjang kualitas belajar-mengajar di tingkat PAUD.
“Untuk pengadaan laptop sudah selesai kami distribusikan. Sementara itu, pengadaan APE dan buku koleksi perpustakaan masih dalam proses penyelesaian. Semua kami pastikan tepat sasaran,” tegas Nunuk.
Bantuan ini menjangkau 4 TK Negeri dan 182 TK Swasta yang dikelola berbagai yayasan, mulai dari Aisyiyah, Masyithoh, PKK, Pertiwi, Podomoro, Theresia, hingga yayasan pendidikan lainnya.
Dalam penyerahan simbolis, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menggelorakan pesan dramatis tentang pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai pondasi pembangunan bangsa.
Ia menegaskan bahwa mendidik anak pada fase awal kehidupan bukan sekadar tugas rutin, melainkan perjuangan membangun karakter generasi masa depan.
“Pendidikan Anak Usia Dini adalah fondasi dari seluruh bangunan peradaban bangsa. Betapa sulitnya mendidik anak yang belum punya akal sempurna. Karena itu, melalui guru PAUD kita menitipkan karakter, budi pekerti, dan tata krama anak-anak kita,” ujar Endah.
Ia melanjutkan bahwa anak-anak pada fase PAUD difasilitasi untuk belajar sekaligus bermain. Menurutnya, metode permainan atraktif mampu memacu kreativitas, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta membentuk potensi diri sejak dini.
Bantuan sebagai Investasi Jangka Panjang
Bupati Endah menolak menyebut bantuan ini sekadar seremonial pembagian fasilitas. Ia menegaskan bahwa anggaran Rp9 miliar tersebut adalah bentuk investasi jangka panjang yang langsung menyentuh masa depan bangsa.
“Alat permainan edukatif akan merangsang kreativitas anak, laptop akan membantu guru menciptakan pembelajaran sesuai tuntutan zaman, sekaligus mendukung administrasi berbasis aplikasi. Semua ini adalah investasi, bukan sekadar belanja barang,” tegasnya.
Dengan bantuan ini, pemerintah berharap kualitas layanan PAUD di Gunungkidul mampu bersaing sekaligus menjadi teladan dalam pengelolaan pendidikan dasar anak usia dini di tingkat provinsi hingga nasional.
Dengan bantuan bernilai miliaran rupiah itu, Endah berharap langsung membangkitkan optimisme baru di kalangan pengelola PAUD.
Para guru menatap masa depan dengan penuh semangat, karena fasilitas digital seperti laptop akan mempermudah mereka dalam mengakses kurikulum terbaru, menyusun laporan administrasi, hingga memperkaya materi ajar.
Sementara itu, kehadiran alat permainan edukatif akan mengubah suasana belajar di kelas. Anak-anak tidak lagi hanya duduk mendengar, tetapi ikut aktif bermain, bereksperimen, dan berkreasi. (ef linangkung)