Kulon Progo Mulai Identifikasi PKP untuk Perkuat Proteksi Kebakaran di Permukiman Kumuh

Bagikan :
Proteksi Kebakaran di Permukiman Kumuh/Foto: Freepik

KabarJawa.com– Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mulai melakukan langkah strategis melalui identifikasi Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Hal tersebut merupakan upaya memperkuat proteksi kebakaran, terutama di kawasan permukiman kumuh.

Bagian Administrasi Pembangunan selaku Sekretariat Pengembangan PKP memimpin proses identifikasi ini dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang tergabung dalam Pokja PKP Kabupaten Kulon Progo.

Proteksi Kebakaran di Permukiman Kumuh

Perwakilan Pokja PKP Kabupaten Kulon Progo, Silvi Irvi Yanti, menegaskan bahwa penanganan kawasan kumuh terus menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah.

Ia menjelaskan bahwa penanganan tersebut tidak hanya memperbaiki kondisi fisik permukiman, melainkan juga meningkatkan kualitas hidup warga, memperkuat aspek keselamatan, dan menciptakan kawasan yang berkelanjutan.

Silvi menekankan bahwa indikator kekumuhan mencakup banyak aspek penting.

  • Kondisi bangunan
  • Jalan lingkungan
  • Penyediaan air minum
  • Sistem drainase
  • Pengelolaan air limbah
  • Pengelolaan sampah
  • Proteksi kebakaran

“Aspek proteksi kebakaran sering kali terabaikan, padahal dampaknya bisa sangat besar,” ujarnya.

Perwakilan Caritra Indonesia, Endah Dwi Fardhani, S.T., M.Sc., memaparkan fakta mencengangkan. Indonesia berada di posisi lima besar dunia sebagai negara dengan permukiman kumuh terbanyak.

Baca juga  Terjangan Angin Kencang di Sleman: Pohon Tumbang Hantam Rumah Warga, Listrik Sempat Lumpuh

Ia menjelaskan bahwa ketidaklayakan permukiman dapat terlihat dari ketidakteraturan bangunan, kepadatan yang sangat tinggi, hingga kualitas struktur bangunan yang tidak memenuhi syarat.

Endah juga menguraikan bahwa kondisi kumuh biasanya dipicu oleh tiga faktor utama, yakni faktor ekonomi, geografis, dan psikologis.

Ia menambahkan bahwa indikator kumuh mencakup tujuh aspek besar, termasuk aspek proteksi kebakaran yang kerap luput dari perhatian.

Pada aspek proteksi kebakaran, Endah menyoroti dua persoalan besar.

  • Ketidakteraturan prasarana, seperti pasokan air, jalan lingkungan yang tidak memadai, serta minimnya sarana komunikasi
  • Ketidaktersediaan sarana proteksi kebakaran, seperti APAR, mobil pompa, mobil tangga, hingga peralatan pendukung lain

“Padahal itu seharusnya tersedia sesuai kebutuhan wilayah,” tuturnya.

BPBD Tekankan Pentingnya Kesiapsiagaan Hadapi Kebakaran

Perwakilan BPBD Kabupaten Kulon Progo, Eko Susanto, S.T., M.T., memaparkan prinsip dasar dalam memadamkan api.

Ia menjelaskan bahwa proses pemadaman harus fokus pada memutus salah satu unsur dalam segitiga api: panas, bahan bakar, atau oksigen.

“Jika salah satu unsur hilang, proses pembakaran berhenti dan api padam,” tegasnya.

Baca juga  Keracunan Siswa di Saptosari, Dandim Gunungkidul Sebut Pernah Ingatkan SPPG Planjan

Eko juga menyampaikan data rekapitulasi kejadian kebakaran sepanjang tahun 2024, yang mencapai 32 kasus.

Ini terdiri dari:Kebakaran lahan: 6 lokasi yairu rumah: 21 lokasi, jaringan: 2 lokasi, gudang: 2 lokasi dan warung/toko: 1 lokasi

Data tersebut menunjukkan bahwa risiko kebakaran masih cukup tinggi dan membutuhkan penanganan serius, terutama di kawasan permukiman padat dan kumuh.

Ia menegaskan identifikasi PKP ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat kalurahan, serta masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berharap seluruh peserta mendapatkan pengetahuan praktis mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran, terutama di wilayah yang masih tergolong kumuh.

Pemerintah juga menegaskan komitmen untuk melakukan pendampingan dan penataan kawasan kumuh secara menyeluruh, dengan memastikan seluruh indikator kekumuhan, termasuk proteksi kebakaran, tertangani secara optimal.

Dengan kolaborasi yang kuat, masyarakat diyakini dapat menikmati lingkungan yang lebih bersih, lebih sehat, lebih aman, dan semakin layak huni.

“Dengan kerja sama yang baik, kita bisa menciptakan lingkungan yang tidak hanya bersih dan sehat, tetapi juga aman dari ancaman kebakaran,” pungkasnya. (ef linangkung)

Baca juga  Wisata Jogja Gumuk Pasir, Ada Parangtritis dan Parangkusumo

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid